Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Tujuan Dalam Proses Belajar Mengajar

0

Tujuan Dalam Proses Belajar Mengajar

Proses belajar mengajar adalah merupakan suatu kegiatan bertujuan, dengan pengertian kegiatan yang terikat oleh tujuan, terarah pada tujuan dan dilaksanakan untuk pencapaian tujuan. Dengan demikian merumuskan tujuan yang akan dicapai adalah merupakan aspek terpenting yang harus diperhatikan guru dalam mengajar.

Taraf pencapaian tujuan pengajaran (instrucsional objective) pada hakikatnya adalah merupakan petunjuk praktis tentang sejauh manakah proses belajar mengajar itu harus dibawa untuk mencapai tujuan terakhir. Hal ini berlaku umum, baik dalam situasi pendidikan keluarga maupun dalam situasi pendidikan sosial/masyarakat, organisasi dan sekolah.

Salah satu cara kerja yang telah diwujudkan dalam bentuk organisasi beserta pengaturannya yang fundamental dan sistematis adalah berupa sistem penilaian/evaluasi. Penilaian digunakan dengan maksud mengetahui sifat-sifat pencapaian tujuan, baik dari pihak siswa maupun dari pihak guru. Dengan pengertian lain bahwa evaluasi/penilaian mempunyai arti diagnistik, yakni mencari dan menetapkan sebab-sebab suatu kegagalan untuk diadakan perubahan dan perbaikan, sehingga tidak semata-mata menentukan lulus atau tidak lulus.

Hubungan evaluasi/penilaian dengan seluruh proses belajar mengajar terlihat pada langkah-langkah berikut :

  1. Menetapkan tujuan yang hendak dicapai
  2. Mempersiapkan pengalaman dan kegiatan yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan
  3. Menilai dengan yakin bahwa hasil yang diharapkan dapat tercapai

Untuk dapat menjadikan tujuan tertentu sebagai petunjuk operasional, diperlukan rumusan tujuan secara lebih khusus. Dan untuk memberi kemungkinan guru mengukur perubahan yang mungkin terjadi ke arah pencapaian tujuan khusus itu, rumusan tujuan harus dipusatkan pada perubahan tingkah laku anak didik. Dan selanjutnya untuk mendudukkan tujuan itu dalam rangka yang fungsional dengan tujuan akhir maka perumusan tujuan harus realistik. Dengan demikian dapat disimpulkan adanya pedoman untuk perumusan tujuan :

 

  1. Berpusat pada perubahan tingkah laku siswa
  2. Mengkhususkan dalam bentuk-bentuk yang terbatas dan kongkrit
  3. Realistik bagi kebutuhan perkembangan siswa 21

Disamping itu juga beberapa kesalahan yang sering dilakukan guru yang belum menyadari pentingnya rumusan tujuan, ialah :

  1. Merumuskan tujuan secara umum
  2. Merumuskan tujuan dari sudut guru
  3. Merumuskan tujuan dari sudut bahan pelajaran
  4. Tidak merumuskan tujuan sama sekali 22

Akibat dari kesalahan tersebut imbasnya guru akan kesulitan mengadakan evaluasi hasil belajar, karena merumuskan tujuan terlalu luas dan umum. Demikian juga apabila merumuskan tujuan hanya ditinjau dari sudut guru atau dari bahan pelajaran.



21 Abdul Ghofir, Op. Cit. hal. 11-13

22 Winarno Surakhmad, Pengantar Interaksi Mengajar-Belajar Dasar dan Terknik Metodologi Pengajaran, (Bandung  : Tarsito, 1980) hal. 46.

Leave A Reply

Your email address will not be published.