Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Tinjauan Tentang Saluran Distribusi

0

Tinjauan Tentang Saluran Distribusi

2.3.1. Pengertian Sluran Distribusi

            Adapun pengertian saluran distribusi menurut Kotler (1995:623) :

Saluran distribusi dapat dilihat sebagai sekumpulan organisasi independen yang terlibat dalam proses membuat suatu produk atau jasa tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi.

 

Menurut Cravens saluran distribusi didefinisikan sebagai berikut :

Saluran distribusi adalah jaringan organisasi yang melakukan fungsi-fungsi yang menghubungkan produsen dengan pengguna akhir.

 

            Dari beberapa pengertian diatas, saluran distribusi  dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pemasaran yang digunakan untuk memperlancar serta mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

2.3.2. Fungsi Saluran Distribusi

Menurut Kotler (1995:625) ada beberapa fungsi dari saluran distribusi antara lain :

  1. Informasi adalah pengumpulan dan penyebaran informasi riset pemassaran mengenai pelanggan, pesaing, dan pelaku lain serta kekuatan dalam lingkungan pemassaran yang potensial dan yang ada pada saat ini.
  2. Promosi adalah pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasif mengenai penawaran yang dirancang untuk menarik pelanggan.
  3. Negosiasi adalah usasha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan syarat lain sehingga transfer kepemilikan dapat dilakukan.
  4. Pemesanan adalah komunikasi terbalik dari anggota saluran pemasaran dengan produsen mengenai minat untuk membeli.
  5. Pembiayaan adalah perolehan dan alokasi dana yang dibutuhkan untuk membiayai persediaan pada tingkat saluran pemasaran yang berbeda.
  6. Pengambilan resiko adalah asumsi resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi saluran pemasaran tersebut.
  7. Pemilikan fisik adalah kesinambungan penyimpanan dan pergerakan produk fisik dari bahan mentah sampai ke pelanggan akhir.
  8. Pembayaran adalah pembeli membayar tagihannya ke penjual lewat bank atau institusi keuangan lainnya.
  9. Hak milik : transfer kepemilikan sebenarnya dari satu organisasi atau orang keorganisasi atau orang lain.

 

2.3.3. Pemilihan Saluran Distribusi

            Dalam pemilihan sasluran distribusi menurut Basu Swastha (1982:889) yang harus dipertimbangkan adalah :

  1. Panjangnya saluran distribusi
  2. Banyaknya faktor perantara
  3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran
  4. Kemungkinan penggunaan saluran distribusi ganda
  5. Pemilihan saluran distribusi untuk produsen baru atau perusahaan baru.

 

Perusahaan memiliki alternatif  :

  1. Distribusi Insentif

Dilakukan oleh produsen yang menjual barang konvenien. Perusahaan menggunakan penyalur, terutama pengecer sebanyak-banyaknya untuk mendekati dan mencapai konsumen, untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan konsumen. Untuk barang industri, distribusi insentif ini terbatass untuk jenis operating suplies atau barang standar lainnya.

  1. Distribusi Selektif

Perusahaan berusaha untuk memilih sejumlah pedagang besar atau pengecer yang terbatas dalam suatu daerah geografis. Biasanya saluran ini dipakai untuk memasarkan produk baru, barang shoping atau barang industi jenis aksesori.

  1. Distribusi Eksklusif

Dilakukan oleh perusahaan dengan hanya menggunakan satu pedagang besar atau pengecer dalam daerah pasar tertentu. Jadi produsen menjual produknya hanya kepada satu pedagang besar atau pengecer saja, sehingga produsen akan lebih mudah dalam mengadakan pengawasan pada tingkat harga eceran maupun pada usaha kerja sama dengan penyalur dalam periklanan. Pada umumnya, distribusi eksklusif ini banyak dipakai :

–          Untuk barang potensial

–          Apabila penyalur bersedia membuat persediaan dalam jumlah besar sehingga pembeli lebih leluasa dalam memilih produk yang akan dibelinya.

–          Apabila produk yang dijual memerlukan servis sesudah penjualan (pemassangan, reparasi, dan sebagainya ) misalnya lemari es, AC, dan lain-lain.

2.3.4. Bentuk-bentuk Saluran Distribusi

Menurut Murti Sumarni dan John Soeprihanto (1995:254) bentuk saluran distribusi dapat dibedakan menurut jenis barangnya yaitu :

  1. Saluran distribusi barang konsumen
  2. Saluran distribusi barang industri

Dari kedua jenis saluran distribusi diatas dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. Saluran distribusi barang konsumen

1. Produsen         à    konsumen

    Bentuk saluran distribusi yang paling pendek dan paling sederhana, disebut juga saluran distribusi langssung.

2. Produsen       à    pengecer   à  konsumen

    Saluran distribusi ini juga bisa disebut saluran distribusi langsung, dimana pengecer secara langsung melakukan pembelian ke produsen. Ada juga produsen yang mendirikan toko pengecer untuk melayani konsumen.

3. Produsen      à  pedagang besar  à pengecer  à konsumen

     Disini barang dari produsen ke konsumen melewati dua perantara yaitu pedagang besar dan pengecer. Pedagang besar melakukan pembelian ke produsen, selanjutnya pengecer membeli lewat pedagang besar tersebut dan akhirnya konsumen membeli lewat pengecer.

     4. Produsen  à agen  à pedagang besar à  pengecer  à konsumen

        Disini barang dari produsen ke konsumen melewati tiga perantara yaitu agen, pedagang besar dan pengecer. Agen melakukan pembelian ke produsen, padagang besar melakukan pembelian ke agen, selanjutnya pengecer membeli lewat pedagang besar tersebut dan akhirnya konsumen membeli lewat pengecer.

Leave A Reply

Your email address will not be published.