Tag - pembelajaran

Pembelajaran Berbasis Proyek: Model Potensial untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran

Pembelajaran Berbasis Proyek: Model Potensial untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran     Waras Khamdi     Abstract: The aim of this paper is to highlight some of attempts at integrating Project-Based Learning approach into the practice of teaching and learning in engineering and vocational education. There are at least five criteria to capture the uniqueness of Project-Based Learning, in attempting to describe the difference between Project-Based Learning and prior models that involved projects. The five criteria are centrality, driving question or problem, constructive investigations, autonomy, and [...]

Read more...

PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN

        PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN             Djoko Saryono Waras Universitas Negeri Malang                             PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN   Kita telah mencatat bahwa sejak pertengahan abad ini revolusi psikologi kognitif telah memberi kontribusi wawasan baru tentang hakekat berpikir, baik pada guru maupun siswa. Pa ndangan mengenai “bagaimana belajar terjadi” menjadi isu dari dekade ke dekade berikutnya. Setidak-tidaknya ada tiga kategori pandangan mengenai belajar yang berkembang di abad 20 hingga awal abad 21 ini, yakni belajar sebagai pemerolehan respon, belajar sebagai pemerolehan pengetahuan, dan belajar sebagai konstruksi pengetahuan (Mayer, 1992). Proses belajar [...]

Read more...

PEMBELAJARAN KUANTUM SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN

PEMBELAJARAN KUANTUM SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN Oleh Djoko Saryono   Hasil-hasil pengajaran dan pembelajaran berbagai bidang studi terbukti selalu kurang memuaskan berbagai pihak (yang berkepentingan – stakeholder). Hal tersebut setidak-tidaknya disebabkan oleh tiga hal. Pertama, perkembangan kebutuhan dan aktivitas berbagai bidang kehidupan selalu meninggalkan proses/hasil kerja lembaga pendidikan atau melaju lebih dahulu daripada proses pengajaran dan pembelajaran sehingga hasil-hasil pengajaran dan pembelajaran tidak cocok/pas dengan kenyataan kehidupan yang diarungi oleh siswa. Kedua, pandangan-pandangan dan temuan-temuan kajian (yang baru) dari berbagai [...]

Read more...

PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DENGAN PARADIGMA ENGAGED LEARNING

PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DENGAN PARADIGMA ENGAGED LEARNING   Waras Djoko Saryono Universitas Negeri Malang   PENDAHULUAN Engaged learning merupakan paradigma belajar yang bertumpu pada sebuah asumsi bahwa manusia harus belajar bagi dirinya sendiri. Asumsi ini juga sejalan dengan teori belajar konstruktivisme — belakangan isu terapannya di sekolah begitu mencuat — yang mengakui bahwa belajar merupakan proses membangun pengetahuan yang bertumpu pada pengalaman diri sendiri (Brook & Brook, 1992). Keberhasilan belajar ditentukan oleh derajat keterlibatan emosional siswa dengan objek yang dipelajari selama proses belajar berlangsung (Jones, [...]

Read more...

KAREKTERISTIK PEMBELAJARAN UNTUK MEMASUKI ABAD PENGETAHUAN

KAREKTERISTIK PEMBELAJARAN UNTUK MEMASUKI ABAD PENGETAHUAN     Abad XX [yang baru berlalu] dapat disebut sebagai abad industrial, sedang Abad XXI [yang baru datang menjelang] dapat disebut sebagai abad pengetahuan. Kita sedang memasuki dan berada dalam abad pengetahuan. Dalam abad pengetahuan segala sesuatu lebih bertumpu atau berbasis pengetahuan, tanpa tumpuan atau basis pengetahuan sesuatu akan tergeser, terpinggirkan, bahkan tergusur. Kita telah menyaksikan dengan jelas beberapa gejala: perekonomian bertumpu pengetahuan, teknologi bertumpu pengetahuan, pekerjaan bertumpu pengetahuan [termasuk pekerja berpengetahuan], dan kegiatan-kegiatan lain [...]

Read more...

PERMASALAHAN PEMBELAJARAN KITA

Di sekolah-sekolah Jepang umumnya (yaitu di sekolah yang belum melakukan reformasi) terdapat fenomena-fenomena sebagai berikut: Guru mendominasi kelas; Metode yang sering digunakan adalah metode ceramah; Guru ada yang bekerja di tempat lain di luar bidang pendidikan; Hubungan guru dengan guru lain sebatas hubungan kedinasan; Guru menginginkan agar siswa berprestasi dengan jalan melakukan kompetisi dan karenanya guru selalu menuntut siswa supaya belajar lebih baik; Menurut Maori,  Kepala Sekolah, SD Hamanogo, Chigasaki,  untuk mengatasi permasalahan sekolah, mulailah dilaksanakan Learning Community.  Ada 3 (tiga) slogan yang diterapkan di [...]

Read more...

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

oleh : Wahidin Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access. Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media [...]

Read more...

Komparasi Pembelajaran Behavioristik dengan Konstruktivistik

Dalam satu kesempatan perkuliahan, Prof. Nyoman S. Degeng dari Universitas Negeri Malang menyajikan materi tentang Pergeseran Paradigma Pendidikan dari Behavioristik ke Kontruktivistik, yang tampaknya dalam praktik pendidikan di Indonesia saat ini masih berada di persimpangan jalan. Meski demikian, suka atau tidak suka kita harus mengucapkan “Selamat  Tinggal” kepada Behaviorisme yang telah  terbukti saat ini tidak lagi bisa diandalkan untuk menghadapi tantangan jaman yang serba kompleks”.  Kini waktunya untuk menyambut dan mengucapkan “Selamat Datang” kepada Konstruktivisme yang tampaknya [...]

Read more...

Pembelajaran Remedial dalam KTSP

Dalam rangka membantu peserta didik mencapai standar isi dan standar kompetensi lulusan, pelaksanaan atau proses pembelajaran perlu diusahakan agar interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan kesempatan yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kendati demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa untuk mencapai tujuan dan prinsip-prinsip pembelajaran tersebut pasti dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan atau masalah belajar. Untuk mengatasi [...]

Read more...

5 Unsur Penting dalam Lingkungan Pembelajaran Konstruktivis

Berdasarkan hasil analisisnya terhadap sejumlah kriteria dan pendapat sejumlah ahli, Widodo, (2004) menyimpulkan tentang lima unsur penting dalam lingkungan pembelajaran yang konstruktivis, yaitu: 1. Memperhatikan dan memanfaatkan pengetahuan awal siswa Kegiatan pembelajaran ditujukan untuk membantu siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan. Siswa didorong untuk mengkonstruksi pengetahuan baru dengan memanfaatkan pengetahuan awal yang telah dimilikinya. Oleh karena itu pembelajaran harus memperhatikan pengetahuan awal siswa dan memanfaatkan teknik-teknik untuk mendorong agar terjadi perubahan konsepsi pada diri siswa. 2. Pengalaman belajar yang autentik [...]

Read more...