Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Sumberdaya Lahan dan Lanskap

0
Sumberdaya Lahan dan Lanskap
 

Sumberdaya lahan merupakan sumberdaya alam yang sangat penting untuk kelangsungan   hidup  manusia  karena  sumberdaya   lahan  diperlukan  di  setiap kegiatan manusia. Pengelolaan sumberdaya lahan adalah segala tindakan atau perlakuan yang diberikan pada sebidang lahan untuk menjaga dan mempertinggi produktivitas lahan tersebut (Sitorus, 2004).

Terjadinya  kerancuan  penggunaan  istilah  lahan  (land)  dengan  tanah  (soil), karena  sering penggunaan  istilah ini dianggap  memiliki  arti yang sama. Tanah menurut Sitorus (2000) adalah suatu benda alami, bagian dari permukaan bumi yang ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan  dan sebagai hasil kerja faktor iklim dan jasad hidup (organisme) terhadap bahan induk yang dipengaruhi oleh keadan topografi dalam jangka waktu tertentu. Menurut Arsyad (2000) tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen-komponen  padat, cair dan gas dan mempunyai sifat serta perilaku yang dinamik. Benda alami ini terbentuk oleh hasil kerja interaksi  anatara  iklim  (i) dan jasad  hidup  (o) terhadap suatu benda induk (b) yang dipengaruhi oleh relif tempatnya terbentuk (r) ditambah waktu (w) yang dapat digambarkan dalam hubungan fungsi sebagai berikut :

T = ƒ (i,o,b,r,w)

 

Dinyatakan pula bahwa ilmu tanah memandang tanah dari dua konsep  utama, yaitu :

1.  Sebagai hasil hancuran bio- fisik-kimia.

 

2.  Sebagai habitat tumbuh-tumbuhan.

 

Sebagai  sumberdaya  alam  untuk  pertanian,  tanah  mempunyai  dua  fungsi utama yaitu :

1.  Sebagai sumber unsur hara.

 

2.  Sebagai matrik tempat akar tumbuhan berjangkar dan air tana h tersimpan dan tempat unsur-unsur hara dan air ditambahkan.

Requir (1977)  dalam Arsyad  (2000),  menyatakan  sumberdaya  alam utama,

 

tanah dan air mudah mengalami kerusakan dan degradasi. Kerusakan tanah dapat terjadi oleh :

 

 

1.  Kehilangan unsur hara dan bahan organik dari daerah perakaran.

 

2.  Terkumpulnya   garam   didaerah   perakaran   (salinisasi),   terkumpulnya   atau terungkapnya unsur atau senyawa yang merupakan racun bagi  tanaman.

3.  Penjenuhan tanah oleh air (waterfogging).

 

4.  Erosi.

 

Kerusakan   tanah    oleh    satu    atau    lebih    proses    tersebut    menyebabkan berkurangnya   kemampuan   tanah   untuk   mendukung   pertumbuhan   tanaman/ tumbuhan atau menghasilkan barang dan jasa.

Menurut   Jayadinata   (1999)   dalam   Badri   (2004),   lahan   (land)   adalah

 

sumberdaya   alam   yang   sangat   penting   bagi   kehidupan   manusia,   dimana sumberdaya alam ini terdiri dari :

1.  Sumberdaya yang abstrak, yaitu hal- hal yang tidak tampak tetapi dapat diukur seperti lokasi, tapak, situasi, bentuk wilayah, jarak, waktu dan sebagainya.

2.  Sumberdaya nyata yang terdiri atas :

 

a.  Bentuk    daratan    (landform),    yang     merupakan   pembicaraan    dalam geomorfologi, yaitu ilmu yang mempelajari mengenai permukaan bumi.

b. Air yang terdiri atas air laut, air permukaan dan air tanah atau air dasar.

 

c.  Iklim yang terdiri dari unsur-unsur temperatur, hujan, tekanan, angin, sinar matahari, kelembaban, penguapan, awan dan sebagainya.

d. Tubuh  tanah  (soil)  yaitu,  batuan  yang  telah  melapuk,  yang  merupakan lapisan terluar dari kulit bumi.

e.  Vegetasi yaitu, tumbuh-tumbuhan yang asli dari suatu wilayah. f.  Hewan yang  berguna bagi kehidupan manusia.

g.  Mineral atau pelikan yaitu, barang tambang yang diperlukan dalam kegiatan

 

sosial ekonomi dan sering disebut sebagai kemakmuran.

 

Lahan (land) atau sumberdaya lahan (land resources) menurut Sitorus (2000) adalah lingkungan fisik yang terdiri dari iklim, relief, tanah, air dan vegetasi serta benda yang ada diatasnya sepanjang ada pengaruhnya terhadap penggunaan tanah. Dalam hal ini tanah juga mengandung pengertian ruang atau tempat. Sumberdaya tanah merupakan sumberdaya alam yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia karena sumberdaya alam diperlukan dalam setiap kehidupan.

 

 

Menurut  Mintzberg (1997),  lahan  adalah  hamparan  di  muka  bumi  berupa suatu  tembereng,  (segment )  sistem  terestik  yang  merupakan  suatu  perpaduan sejumlah sumberdaya alam dan binaan. Lahan juga merupakan wahana sejumlah ekosistem.   Lahan  merupakan   suatu  wilayah  (regional),   yaitu  suautu  satuan ruangan  berupa  suatu  lingkungan  hunian  masyarakat  manusia  dan  masyarakat hayati yang lain. Menurut pengertian ekologi, lahan adalah habitat.

Penggunaan lahan (land use) adalah setiap bentuk campur tangan (interfensi) manusia  terhadap  lahan  dalam  rangka  memenuhi   kebutuhan   hidupnya,   baik material maupun spiritual (Sitorus, 2000). Dalam hal ini dapat berupa penggunaan lahan utama atau penggunaan pertama dan kedua (apabila merupakan penggunaan ganda) dari sebidang tanah, seperti tanah pertanian, tanah hutan, padang rumput dan sebagainya. Jadi lebih merupakan tingkat pemanfaatan oleh masyarakat. Pengelolaan   sumberdaya   lahan  adalah  segala  tindakan  atau  perlakuan  yang diberikan pada sebidang tanah untuk menjaga dan mempertinggi  produksi lahan tersebut (Sitorus, 2000).

Lanskap  adalah  gabungan  fitur-fitur  buatan  dan  alamiah  yang  membentuk

 

karakteristik    permukaan    tanah,    yang     meliputi     aspek    spasial,    tekstural, komposisional  dan  dinamika  tanah  (Marsh,  1983).  Irwan  (1992),  menyatakan lanskap  merupakan  wajah  dan  karakter  lahan  atau  panorama  dengan  se gala kehidupan apa saja yang ada didalamnya, baik yang bersifat alami, non alami atau gabungan  keduanya  yang  merupakan  bagian  total  lingkungan  hidup  manusia beserta makhluk hidup lainnya.

Motloch (1993), menyatakan lanskap dalam definisi kontemporernya meliputi daerah yang masih liar dan daerah yang terhuni. Daerah yang masih liar adalah lanskap alami dan daerah yang berpenghuni adalah lanskap buatan. Lanskap juga berarti  suatu  keadaan  pada  suatu  masa  yang  merupakan  bagian  ekspresi  dan pengaruh dari unsur-unsur ekologi, teknologi dan budaya.

Pada lahan pasca tambang  terjadi  perubahan  kemampuan  dari muka bumi, sehingga secara estetika tanah pasca tambang tidak baik, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.  Untuk itu perlu dilakukan sesuatu upaya reklamas i lahan agar dapat meningkatkan kualitas lingkungan secara keseluruhan dan tanah dapat bermanfaatkan kembali.

Leave A Reply

Your email address will not be published.