SELEKSI ALAM ATAU SURVIVAL OF THE FITTTEST

SELEKSI ALAM ATAU SURVIVAL OF THE FITTTEST

Sebagaimana kita lihat, bahwa variasi, di bawah pemeliharaan manusia telah muncul pada suatu masa tertentu kehidupan, cenderung akan muncul kembali pada keturunannya pada masa yang sama; umpamanya, dalam bentuk, ukuran dan rasa biji-bijian dan dari banyak varietas tanaman bumbu-bumbuan dan pertanian; pada stadium ulat dan kepompong varietas ulat sutera, pada telur jenis-jenis unggas, dan pada wama bulu ayamnya; pada tanduk domba dan temak kita ketika hampir dewasa. Sehingga dalam keadaan alamiah, seleksi alam akan dapat bekerja dan memodifikasi makhluk-makhluk hidup pada setiap usia manapun, dengan menghimpun variasi yang menguntungkan pada usia itu , dan menurunkannya-pada usia padanannya.

Jika bagi suatu tanaman adalah menguntungkan untuk mempunyai biji-bijian yang semakin luas disebarkan oleh angin, maka hal ini dapat dengan mudah dilihat pada tanaman kapas, yang dilakukan melalui seleksi alam yang meningkatkan dan mengembangkan dengan jalan menyeleksi bulu-bulu polong pohon kipasnya. Seleksi alam dapat memodifikasi dan menyesuaikan larva suatu serangga sampai sejumlah besar kemungkinan-kemungkinan, yang sepenuhnya berbeda dari kemungkinan séperti serangga dewasanya; dan modifikasi ini dapat mempengaruhi struktur larva; namun dalam segala hal, seleksi alam akan menjamin bahwa modifikasi ini tidak akann merugikan, sebab apabila merugikan, spesies-spesies itu akan punah.

Seleksi alam akan memodifikasi struktur organisme muda ke arah induknya. Dan struktur induk ke arah anaknya. Dalam hewan yang suka hidup berkelompok, seleksi ini akan akan menyesuaikan struktur setiap individu demi kemanfaatan seluruh kelompoknya apabila masyarakat hewan tersebut nyata-nyata akan beruntung dengan adanya perubahan yang terpilih itu. Apa yang tidak dapat dilakukan oleb seleksi alam adalah memodifikasi struktur satu jenis tanpa memberinya keuntungan, kecuali demi kebaikan spesies lain; dan meskipun pemyataan mengenai pengaruh ini dapat ditemukan dalam tulisan-tulisan mengenai sejarah alam. Saya tidak dapat menemukan satu kasus pun yang tahan uji.

Suatu suuktur yang digunakan hanya sekali dalam kehidupan hewan, apabila penting baginya, akan dapat dimodifikasi sampai sejauh mungkin oleh seleksi alam. Sebagai contoh, rahang besar yang dipunyai beberapa serangga hanya digunakan untuk membuka kepompong. Atau ujung keras paruh burung yang belum menetas akan digunakan untuk memecahkan telumya.

Dikatakan juga, bahwa sejumlah lebih besar merpati jungkir balik berparuh pendek dari jenis terbaik telah binasa di dalam telur daripada jumlah yang dapat keluar darinya ; sehingga petemak harus membantu dalam pekerjaan penetasan itu. Kini; apabila alam telah menyebabkan paruh merpati yang sudah sepenuhnya dewasa menjadi sangat pendek demi keuntungan burung itu sendiri, maka proses modifikasi itu akan berjalan sangat lamban. Dan secara serempak akan terjadi seleksi paling teliti terhadap semu burung muda di dalam telur yang berparuh kuat dan keras, sebab semua yang berparuh lemah mau tidak mau akan mati; atau kulit telur yang lebih lunak dan lebih mudah pecah akan terpilih. Ketebalan kulit telur yang sudah dikenal akan berubah sbagaimana setiap struktur tubuh lainnya.

Di sini dapat pula disebutkan, bahwa semua makhluk hidup harus mengalami pemusnahan/kerusakan tanpa sengaja. Yang tidak atau sedikit berpengaruh terhadap jalannya seleksi alam. Umpamanya,sejumlah besar telur atau biji setiap tahunnya akan dilahap pemangsa dan kesemuanya berubah secara sedemikian rupa. Sehingga terlindungi dari musuh-musuhnya itu, sekalipun begitu, banyak telur telur dan biji-bijian ini apabila tidak musnah, barangkali dapat menghasilkan individu-individu yang lebih teradaptasi dengan kondisi-kondisi kehidupannya dibandingkan dengan telur-telur dan biji-bijian yang secara kebetulan dapat bertahan hidup.

Dengan demikian lagi – lagi , sejumlah besar hewan dan tumbuhan dewasa, apakah teradaptasi baik dengan kondisi-kondisi kehidupan ataupun tidak. Selalu akan dimusnaakan oleh sebab-sebab kebetulan, yang tak akan mengurangi sedikit pun beberapa perubahan struktur tubuh atau bangun yang dengan satu dan lain cara bermanfaat bagi spesies-spesies itu. Akan tetapi. Biarpun pemusnahan makhluk dewasanya terjadi sedemikian besar, sekiranya jumlah yang dapat ada di suatu daerah tidak sepenuhnya ditekan oleh sebab- sebab semacam ini. Atau lagi biarlah terjadi pemusnahan telur atau biji sedemikian besar sehingga hanya seperseratus atau seperseribu yang bisa berkembang sekalipun begitu, dari kesemua yang benar-benar bertahan hidup, yakni individu-individu teradaptasi paling baik , seandainya terjadi perubahan ke arah yang mengutungkan. Cenderung akan memperbanyak jenisnya dalam jumlah lebih besar dibandingkankan individu-individu yang kurang teradaptasi.

Seandainya jumlah -jumlah tersebut ditekan sepenuhnya oleb sebab-sebab yang diungkapkan tadi, yang seringkali terjadi; maka seleksi alam akan menjadi tidak berdaya ke arah sifat-sifat menguntungkan itu; namun, hal ini bukan merupakan keberatan yang cukup sahih terhadap efisiensi pada setiap waktu dan arahnya. Sebab, kita tidak mempunyai alasan untuk menganggap bahwa banyak spesies pemah mengalami modifikasi dan peningkatan pada waktu dan tempat yang sama.

 

Seleksi kelamin

 

Karena dalam pemeliharaan sering terjadi keganjilan pada salah satu jenis kelamin yang melekat pada jenis kelamin tersebut secara turun temurun, maka tidak sangsi lagi demikian pula halnya di alam. Jadi, dianggap memungkinkan bila kedua jenis kelamin dimodifikasi melalui seleksi alam sehubungan dengan berbagal kebiasaan hidup sebagaimana halnya kadang terjadi; atau bagi satu jenis kelamin untuk dimodifikasi sehubungan dengan jenis kelamin lainnya, sebagaimana biasa terjadi.

Hal ini menyebabkan saya ingin mengatakan sedikit tentang apa yang disebut seleksi kelamin (sexual selection). Bentuk seleksi ini tidak tergantung kepada Struggle for existence terhadap makhluk hidup lain atau kondisi-kondisi lingkungan, namun kepada pertarungan di antara individu-individu kelamin Sejenis, biasanya jantan, dalam memperebutkan
betina. Hasilnya bukanlah kematian bagi pesaing yang kalah, namun pada keturunannya yang sedikit atau bahkan tidak ada.

0leh sebab itu, seleksi kelamin kurang teliti dibandingkan dengan seleksi alam. Pada umumnya, jântan yang paling giat dan paling kuat, yakni jantan yang sifatnya paling sesuai dengan tempat hidupnya, akan menurunkan paling banyak anak. Akan tetapi, dalam banyak hal, kemenangan tidak tergantung terlalu banyak kepada kekuatan secara umum, namun kepada senjata khusus yang terbatas hanya dimliki si jantan. Bsa jantan yang tak bertanduk atau ayam jantan tak bertaji, kecil kesempatannya untuk meninggalkan banyak keturunan. Seleksi kelamin , dengan selalu memungkinkan pemenang untuk berkembang biak, tentu dapat memberikan keturunan dengan keberanian tinggi, kepanjangan taji, dan kekuatan sayap untuk menyerang dengan cara hampir sama seperti yang dilakukan jantan aduan paling kejam, sehingga dengan seleksi teliti dapat diperoleh jantan terbaiknya.

Seberapa rendah dalam skala alam efektifnya hukum pertarungan tersebut, saya tidak tahu. Dalám memperebutkan si betina, buaya kecil (alligacor) digambarkan sebagai bertarung, menjerit, berbalik-balik, bagaikan orang – orang indian dalam tarian perang. Ikan salem jantan diamati bertarung sehari penuh; kumbang jantan kadang – kadang mempunyai luka.luka yang disebabkan oleh cengkraman mandibula (rahang bawah) yang besar dari jantan-jantan lain. Jantan-jantan beberapa serangga hymenoptera seringkali terlihat oleh pengamat M. Fabre yang tak ada bandingannya, bertarung memperebutkan betina yang berdiam dari , yang tampak tak peduli dengan pertarungan itu, dan kemudian pergi dengan pemenangnya.

Mungkin, pertarungan tersebut lebih hebat terjadi di antara jantan-jantan hewan-hewan poligami , dan seringkali jantan-jantan ini diperlengkapi dengan senjata khusus, jantan-jantan hewan kamivora telah diperlengkapi senjataa dengan baik ; meskipun bagi mereka dan lainnya. Alat penahanan khusus tensebut diperoleh melalui sarana seleksi alam ; seperti rambut tengkuk singa dan rahang bengkok salem jantan; sebab perisai dapat sama penting untuk kemenangan. Sebagaimana pedang atau tombak.

Di antara kawanan burung, pentarungan ini seringkali lebih penuh damai. Mereka yang celah menekuni pokok ini percaya, bahwa ada persaingan keras di antara jantan banyak spesies lewat kicauan nyanyiannya untuk menarik betina-betina. Burung-burung penyanyi ‘rock-thrush’ dan guyana, burung- burung berbulu hias dari keluarga paradisalidae, dan beberapa lainnya. Bila berkumpul, jantan-jantannya berturut-turut akan memperagakan dengan sangat saksama, serta melagakkan dengan cara terbaik, bulu-bulu mereka yang indah; mereka juga mempertunjukkan kejenakaan di depan lawan jenisnya yang berdiri bagaikan penonton, yang akhimya memilih pasangan yang paling menarik. Mereka yang telah memperhatikan secara dekat burung-burung yang dikurung, akan mengetahui bahwa burung-burung memiliki rasa senang dan benci secara individual, demikian digambarkan sir heron bahwa seekor burung merak yang memiliki bulu yang indah berwama-wami suka menarik perhatian semua burung merak betina. Di sini saya tidak akan menerangkan detail-detailnya secara rinci, tetapi cukuplah jika si jatan dalam waktu singkat dapat memberikan keindahan dan penampilan yang elegan di hadapan betina-betinanya sesuai dengan tolok ukumya tentang keindahan, sehingga saya telah melihat alasan yang kuat untuk meragukan bahwa burung-burung betina selama ribuan generasi, dengan memilih jantan-jantan yang paling merdu suaranya atau paling menanik penampilannya, akan memberikan hasil yang nyata.

Beberapa hukum yang telah terkenal mengenai bulu burung-burung jantan dan burung-burung betina dibandingkan dengan bulu anak-anaknya, sebagian dapat diterangkan melalui adanya seleksi kelamin dalam berbagai variasi pada umur yang berbeda, dan ditransisikan pada yang jantan saja atau pada kedua jenis kelamin pada umur yang sesuai, tetapi di sini tak ada tempat bagi saya untuk membicarakannya.

Jadi sebagaimana yang saya yakini, jika jantan dan betina dari setiap binatang memiliki kebiasaan umum yang sama dalam hidup, tetapi berbeda dalam struktur tubuh, wama bulu atau hiasan perbedaan itu umumnya disebabkan oleh seleksi kelamin oleh individu-individu jantan pada suksesi generasi berturut-turut mendapat sedikit keunggulan dari jantan jantan yang lain, dalam alat-alat berkelahinya (senjata), yakni alat-alat mempertahankan diri atau daya tarik, yang hanya diturunkan kepada anak anak jantannya. Meskipun. Demikian saya tidak mau menganggap semua perbedaan kelamin adalah karena ini penyebabnya; sebab kita lihat adanya keganjilan-keganjilan yang muncul pada binatang-binatang peliharaan kita yang kemudian melekat pada jenis jantan yang rupa-rupanya bukan disebabkan oleh seleksi manusia.

Sejumput bulu pada daria seekor kalkun jantan liar, tak ada gunanya, dan ini menimbulkan tanda tanya, apakah butu-bulu itu merupakan hiasan bagi mata seekor burung kalkun betina, sebab jika sejumput bulu itu tumbuh pada kalkun kalkun yang dipelihara, hal itu akan dianggap sebagai monstrositas/keganjilan.

 

 

Ilustrasi tentang berlangsungnya seleksi alam atau survival of the Fittest

 

Agar menjadi jelas bagaimana seleksi alam itu berlangsung seperti. Yang saya yakini, saya mohon diizinkan untuk memberikan satu atau dau buah ilustrasi imajiner, marilah kita ambil contoh seekor serigala, yang memangsa berbagai binatang, beberapa serigala menangkapnya dengan ketrampilan, beberapa dengan tenaga dan beberapa lagi dengan ketangkasan. Maka kita andaikan bahwa mangsanya yang paling tangkas, rusa umpamanya, karena terjadi suatu perubahan di daerah itu , suatu ketika meningkat jumlahnya, atau mangsa lain berkurang jumlah nya justru pada suatu musim di tahun itu , ketika serigala-serigala sangat membutuakan makanan . Dalam keadaan demikian srigala – srigala yang palingcepat dan paling ramping akan mendapat kesempatan yang paling baik untuk bertahan hidup dan dengan demikian terpelihara dan terpilih, asalkan mereka semua memiliki tenaga untuk menguasai mangsanya pada saat demikian atau pada periode-periode lain di tahun itu , jika mereka tidak terpaksa memangsa binatang-binatang lain,

Saya tak dapat melihat alasan lagi untuk meragukan bahwa hasilnya adalah bahwa manusia hanya dapat meningkatkan
kecepatan -anjing-anjing pemburunya
(rryhounds) dengan seleksi yang teliti dan alamiah, atau dengan semacam seleksi spontan tanpa sengaja yang timblul pada orang-orang yang berusaha untuk memelihara anjing-anjing yang terbaik tanpa memodifikasi jenisnya.

Saya dapat menambahkan bahwa menurut Mr. Pierce, ada dua jenis serigala yang hidup di catskill mountains di Amerika serikat, satunya memiliki bentuk hampir serupa dengan greyhound yang mengejar rusa dan yang lain lagi lebih besar, dengan kaki lebih pendek, yang lebih sering menyerang kawanan domba penggembala.

Harus diperhatikan bahwa dalam ilustrasi di atas, saya bicara tentang individu-individu serigala yang paling ramping dan bukan tentang seekor variasi, yang memiliki ciri-ciri yang kuat sebagái serigala yang telah mampu bertahan – hidup. Dalam edisi lama karya ini , saya kadang kala bicara seakan-akan pilihan terakhir inilah yang sering terjadi. Saya melihat pentingnya perbedaan – perbedaan individu dan ini menyebabkan saya mendiskusikan setuntas tuntasnya hasil -hasil seleksi spontan yang dilakukan manusia secara lak sengaja, yang kurang lebih bergantung pada pelestarian individu yang bermutu dan pemusnahan yang paling buruk.

Saya juga melihat bahwa sacara alamiah pelestarian suatu penyimpangan struktur yang. Sesekali terjadi, seperti akan merupakan kejadian langka; dan hal Itu, jika pada mulanya bertahan, kemudian pada umumnya akan menghilang karena perkawinan-perkawinan berikutnya dengan individu – individu yang biasa. Meskipun demikian, sampai saya membaca sebuah artikel yang baik dan berbobot di ”North British review” (1867) saya tidak tahu betapa jarang variasi-variasi tunggal itu, dengan memiliki ciri yang lemah atau kuat dapat bertahan.

Penulisnya mengambil contoh sebuah kasus dan sepasang binatang, yang selama hidupnya melahirkan 200 anak, yang karena berbagai sebab, antara lain pembasmian, rata-rata hanya dua ekor yang bertahan dan dapat mengembangbiakkan jenisnya. Ini adalah suatu perkiraan yang berlebihan untuk binatang tingkat tinggi, tetapi sama sekali tidak demikian bagi begitu banyak binatang dan tingkat rendah. Kemudian dia memperlihatkan bahwa jika seekor individu dilahirkan, yang dalam sesuatu hal berbeda dan memberikannya dua kali kesempatan hidup yang lebih baik ketimbang individu-individu lain, namun tampaknya keuntungan ini sama sekali tak memberi kemungkinan baginya untuk bertahan. Andaikan dan bertahan dan berkembang biak, setengah dan jumlah anak-anaknya mewarisi variasi yang menguntungkan itu, tetapi, sebagaimana yang selalu diperlihatkan “the reviewer” anak-anak itu hanya akan memperoleh kesempatan yang lebih baik sedikit saja untuk bertahan dan berkembang-biak, dan kesempatan ini akan semakin berkurang pada generasi penerusnya.

Kebenaran pemyataan ini , saya pikir, tak dapat dipertentangkan. Jika, umpamanya, seekor burung dan suatu jenis memperoleh makanannya lebih mudah dengan paruh yang melengkung dan jika seekor lagi dilahirkan dengan paruh yang sangat melengkung, yang karenanya tumbuh subur, ada kemungkinan bagi individu ini untuk menurunkan jenis yang seperti dia, sehingga menghilangkan bentuk yang biasa; tetapi dengan menilai apa yang kita lihat terjadi pada burung yang dipelihara orang. Hampir dapat dipastikan, bahwa hal ini akan berlanjut, karena pelestarian sejumlah besar individu berparuh yang sangat melengkung akan yang berlangsung selama beberapa generasi dan lenyapnya burung-burung yang berparuh paling lurus dalam jumlah yang lebih besar.

Tetapi hendaknya jangan dilupakan bahwa variasi tertentu yang memiliki ciri-ciri lumayan kuat, yang tak seorangpun akan menggolongkannya hanya sebagai perbedaan-perbedaan individu, sering muncul kembali karena mengikuti cara organisasi serupa, yang tentangnya banyak contoh dapat diberikan oleh produksi hewan peliharaan kita. Dalam kasus-kasus demikian, jika individu yang berbeda itu betul-betul tidak menurunkan sifat-sifat baru yang diperolehnya itu pada keturunannya, dia pasti akan teap menurunkannya kepada mereka, sepanjang kondisi-kondisi yang serupa tetap sama — suatu kecenderungan yang lebih kuat untuk berbeda dengan cara yang sama. Tidak akan ada suatu keraguan sedikit pun bahwa kecenderungan untuk berubah dengan cara yang sama begitu kuatnya, sehingga individu-individu dan spesies yang sama itu telah termodifikasi secara sama tanpa bantuan sebentuk seleksi . Atau hanya sepertiga, seperlima atau sepersepuluh bagian dan individu-individu mungkin dihasilkan seperti itu, yang mengenai faka-faktanya dapat diberikan beberapa contoh.

Dengan demikian Graba memperkirakan bahwa kurang-lebih seperlima dari burung guilimiot (sejenis burung kecil) di kepulauan faroe terdiri dari suatu varietas yang begitu jelas berbeda, sehingga dulu mereka digolongkan sebagai spesies yang berbeda dengan nama uria lacrymans. Dalam kasus-kasus seperti ini , jika vaniasinya ituu menguntungkan, bentuk yang asli akan segera diganti dengan bentuk yang telah dimodifikasi, melalui seleksi survival of the fittest.

Saya ingin mengulangi sekali lagi mengenai pengaruh perkawinan campuran dalam melenyapkan pelbagai bentuk variasi, tetapi mengenai hal ini dapat dinyatakan bahwa kebanyakan binatang dan tumbuh-tumbuhan tetap berada di tempatnya dan tidak berkeliaran tanpa perlu; kita melihat hal ini juga terjadi pada burung-burung yang berimigrasi, mereka selalu kembali ke tempat yang sama. Konsekuensinya, setiap varietas yang baru terbentuk; pada umumnya semula akan tetap di tempatnya, sebagaimana aturan umuum bagi varietas-varietas dalam keadaan alami , sehingga segera individu-individu dengan modifikasi yang serupa akan hidup bersama dalam satu kelompok kecil, dan akan berkembangbiak bersama. Jika varietas baru ini berhasil dalam mempertahankan hidupnya, varietas ini akan pelan-pelan menyebar dari tempat pusatnya, lalu bersaing dan mengalahkan individu-individu yang tidak termodifikasi di atas batas lingkaran yang terus-menerus meningkat.

Akan bermanfaat juga kiranya untuk memberi ilustrasi lain yang lebih kompleks mengenai berlangsungnya seleksi alam. Tumbuh-tumbuhan tertentu yang mengeluarkan jus yang sangat manis jelas tujuannya untuk menghilangkan sesuatu yang membahayakan dari getah: jus ini dihasilkan umpamanya. Oleh kelenjar-kelenjar pada pangkal penumpu pada beberapa leguminosae (sebangsa kacang-kacangan), dan pada bagian belakang daun salam biasa. Jus ini sekalipun sedikit kuantitasnya, dengan rakus dicari oleh serangga; tetapi kunjungan serangga sama sekali tidak menguntungkan tumbuh-tumbuhan itu . Nah, marilah kita anggap bahwa jus atau nektar (madu bunga) dikeluarkan oleh bunga-bunga sejumlah tumbu
han tertentu dari segala spesies. Kaki-kaki serangga, dalam pekerjaannya mencari madu akan penuh dilekati tepungsari, dan akan membawanya dari satu bunga ke bunga lain. bunga-bunga, dari dua individu yang berbeda tapi dari spesies yang sama, dengan begitu akan melakukan penyerbukan silang, dan hal ini sebagaimana dapat dibuktikan, menghasilkan tumbuhnya biji-biji yang kuat dan seterusnya memperoleh kesempatan yang terbaik untuk tumbuh subur dan bertahan. Tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan bunga dengan kelenjar madu yang paling besar, akan menghasilkan madu paling banyak, yang akan sering dikunjungi serangga, dan paling sering mengalami penyerbukan silang, dalam jangka panjang bakal mengalahkan (tumbuh-tumbuhan yang lain) dan membentuk varietas lokal.

Juga bunga-bunga yang serbuk sari (stanen) dan putiknya ditempatkan sesuai dengan ukuran dan kebiasaan serangga-serangga khusus yang mengunjungi mereka, akan lebih menguntungkan transportasi serbuk sari. Kita dapat mengambil kasus serangga-serangga yang mengunjungi bunga – bunga untuk mengumpulkan serbuk sari dan bukan mengumpulkan madu. Karena serbuk sari dibentuk khusus untuk penyerbukan (fertilisasi), kerusakan serbuk sari itu hanya merupakan kerugian yang tidak terlalu besar; tetapi jika sedikit serbuk Sari dibawa, pada mulanya hanya kadang-kadang saja dan kemudian menjadi kebiasaan, oleh serangga-serangga pemakan serbuk sari dan bunga ke bunga, dan penyerbukan silang terjadi. Karenanya sekalipun sembilan per sepuluh dari serbuk sari itu rusak, hal ini mungkin masih memberikan keuntungan besar bagi tumbuhan itu meski sudah dirampok secara demikian , dan individu-individu bunga yang menghasilkan serbuk sari yang semakan banyak dan memiliki putik lebih besar, mereka inilah yang akan terseleksi.

Jika tumbuh-tumbuhan peliharaan kita, setelah menjalani proses seperti di atas secara kontinyu telah menyebabkan mereka menjadi sangat menarik bagi serangga, yang secara tidak sengaja akan membawa serbuk sari dari satu bunga ke bunga lain; dan bahwa serangga akan melalukannya secara efektif, dengan mudah saya dapat memberikan beberapa fakta yang mencolok. Saya akan berikan satu saja, yang juga menggambarkan satu langkah dalam pemisahan jenis kelamin (sexes) tumbuh-tumbuhan. Beberapa pohon holly hanya mengeluarkan bunga -bunga jantan, yang memiliki benang sari yang menghasilkan hanya sedikit serbuk sari. Dan sebuah putik yang tidak sempuma. Pohon-pohon holly lainnya hanya menghasilkan bunga-bunga betina, mereka memiliki putik yang sempuma besamya. Dan tempat benangsari dengan kepala putik keriput yang di dalamnya tak terdapat sebutir tepung sari pun. Setelah menemukan sebatang pohon bertha persis 60 jard dan sebatang pohon jantan, saya menaruh kepala putik bunga, yang diambil dari càbang-cabang yang berbeda di bawah mikroskop, dan pada semuanya tanpa kecuali, terdapat sedikit butir-butir tepung sari, dan pada beberapa lainnya berlimpah. Karena angin untuk beberapa waktu bertiup dari arah pohon betina ke pohon jantan, maka tepung sari itu belum dapat dibawa (dipindah). Cuaca dingin dan tak menentu, itu pun juga tidak menguntungkan bagi lebah-lebah, meskipun demikian setiap bunga yang saya periksa telah diserbuki oleh lebah-lebah, yang telah terbang dari satu pohon ke pohon lain dalam usahanya mencari madu.

Tetapi kembali lagi ke kasus imajiner kita begitu tumbuh-tumbuhan itu menjadi begitu menarik bagi serangga, sehingga tepungsari secara teratur akan dibawa dan bunga ke bunga; mungkin ada proses lain yang juga mulai, tak ada seorangpun pakar alam yang meragukan manfaat dan apa yang disebut “pembagian pekerjaan fisiologis” (physiological division of labour); jadi kita boleh yakin bahwa akan sangat menguntungkan bagi sebatang tetumbuhan untuk hanya menghasilkan benangsari dalam sekuntum bunga saja atau seluruh bunga pada sebatang pohon, dan hanya kepala putik di sekuntum bunga yang lain atau di seluruh bunga pada sebatang pohon yang lain.

Pada tumbuh-tumbuhan yang dibudidayakan dan berada dalam kondisi – kondisi kehidupan yang baru, kadang-kadang organ-organ jantan maupun betina menjadi sedikit tak berfungsi. Sekarang, misalkan bahwa hal ini terjadi secara alamiah dalam keadaan yang tidak seberat itu , ketika tepung sari telah dibawa secara teratur dan bunga ke bunga, dan karena pembahan jenis kelamin yang lebih sempuma dari tumbuh-tumbuhan itu akan menguntungkan dengan adanya prinsip-pninsip perbagian kerja, maka dengan kecenderungan seperti ini akan lebih meningkat jumlahnya, sebab terus-menerus akan didukung dan terseleksi , sehingga akhimya pemisahan jenis kelamin mungkin akan efektif.

Akan terlalu banyak makan tempat bila memperlihatkan pelbagai langkah. Melalui dimorfisme dan cara-cara lain, yang dengannya pemisahan jenis-jenis kelamin pada berbagai tumbuh-tumbuhan temyata sekarang sedang berlangsung; tetapi saya dapat menambahkan bahwa beberapa spesies holly di Amerika Utara, menurut Asa Gray, tepat berada pada kondisi-antara (intermediate ) atau sebagaimana dia nyatakan, adalah lebih atau kurang berumah dua (polygamous).

Marilah kita kembali kepada serangga-serangga pemakan madu, kita harus menganggap bahwa tumbuh-tumbuhan yang secara perlahan-lahan kita tingkatkan madunya degan cara seleksi adalah sebatang tumbuhan yang biasa dan bahwa serangga tertentu sebagian besar bergantung pada madunya sebagai makanan, saya dapat memberikan banyak fakta, bagaimana lebah sangat menginginkan penghematan waktu, umpamanya, kebiasaan mereka untuk mengorek lubang-lubang dan mengisap madu pada pangkal bunga-bunga tertentu, yang tanpa kesulitan dapat mereka masukkan melalui mulutnya. Dengan mengingat fakta-fakta demikian, mungkin dapat kita pastikan bahwa dalam beberapa keadaan tertentu, perbedaan pada lengkung atau ukuran panjang probosis (sungut) yang terlalu kecil untuk menjadi perhatian kita, mungkin akan menguntungkan seekor lebah atau serangga, sehingga individu-individu tertentu akan memperoleh makanannya lebih cepat dari yang lain, dan dengan demikian kelompok-kelompok induk mereka akan berkembang dan menyebarkan kerumunan-kerumunan yang mewarisi keganjilan-keganjiian yang sama.

Tabung/saluran mahkota semanggi yang merah biasa ataupun yang serupa (trifolium pratense dan incamatum), dalam pandangan. Sekilas tidak tampak berbeda dalam ukuran panjang; tetapi hive-bee (lebab sarang) dengan mudah sekali dapat mengisap madu bunga semanggi clover, tetapi tidak dari bunga semanggi merah, yang hanya dikunjungi oleh humble-bee saja, sehingga banyak lapangan-lapangan semanggi merah sia-sia menawarkan suplai madu berharga yang banyak sekali kepada hive-bee. Bahwa madu ini sangat disukai hive-bee sudah pasti, sebab saya sudah sering kali melihatnya. Tetapi hanya di musim gugur, banyak hive-bee mengisap bunga-bunga itu melalui lubang-lubang pada pangkal tabung/saluran yang dibuat oleb humble-bee. Perbedaan dalam ukuran panjang daun mahkota pada kedua macam semanggi yang menentukan kunjungan hive-bee, mestinya tidak terlalu penting, sebab saya dapat memastikan bahwa jika semanggi merah telah d
ituai, bunga-bunga dan panen kedua menjadi lebih kecil, dan bahwa bunga-bunga ini banyak dikunjungi oleh hive-bee, saya tidak tahu apakah peryataan ini akurat; juga tidãk tahu apakah pemyataaan lain yang telah diterbitkan dapat dtpercaya. Yaitu bahwa lebah liguri. Yang umumnya dianggap hanya sebagai varietas hive-bee biasa saja dan yang bebas melakukan perkawinan dengannya, dapat mencapai dan mengisap madu semanggi merah.

Jadi, di daerah yang banyak terdapat semanggi semacam ini mungkin akan menguntungkan sekali bagi hive-bee untuk meini memliki suatu “proboscis” yang lebih panjang atau sedikit berbeda bentuknya (konstruksinya). Sebaliknya. Karena pembuahan semanggi ini sangat bergantung dari lebah-lebah yang mengunjungi bunga-bunganya, jika humble-bee akan menjadi langka di daerah manapun, maka mungkin akan sangat menguntungkan bagi tumbuh-tumbuhan itü untuk memiliki mahkota bunga yang lebih pendek dan lebih terrpisah (daun bunganya), sehingga hive-bee dapat mengisap bunganya. jadi, saya dapat mengerti bagaimana sekuntum bunga dan seekor lebab secara-perlahan-lahan, secara simultan atau berturut-turut, dapat berubah dan beradaptasi satu sama lain dengan cara yang amat sempuma, dengan terus mempertahankan semua individu-individu yang memiliki penyimpangan-penyimpangan kecil pada struktumya yang saling menguntungkan itu .

Saya betul-betul sadar, bahwa doktrin seleksi alam, yang dtunjukkan dalam contoh imajiner di atas, terbuka bagi keberatan -keberatan yang sama, yang semula diajukan dengan keras terhadap pandangan sir charles lyell yang indah tentang “perubahan-perubahan geologi”. Tetapi kita sekarang jarang mendengar tentang kekuatan aktif yang kita lihat masih bekerja, yang kerap kali dikatakan sebagai sepele atau tidak penting, ketika digunakan dalam menjelaskan penggalian lembah-lembah terdalam, atau pembentukan barisan karang-karang yang panjang di daerah pedalaman (daratan). Seleksi alam hanya berlangsung dengan pelestarian atau akumulasi modifikasi-modifikasi kecil yang diwariskan, masing-masing demi keuntungan makhluk yang dipertahankan, dan sebagaimana geologi modem hampir. Membuang semua pandangan seperti bagaimana terjadinya sebuah lembah yang curam oleh satu gelombang diluvial, begitu juga seleksi alam akan mengesampingkan keyakinan tentang penciptaan makhluk-makhluk hidup baru yang kontinyu, atâu tentang perubahan besar dan tiba-tiba dalam struktumya.

 

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *