SEKELUMIT TENTANG PENGELOLA

SEKELUMIT TENTANG PENGELOLA

الحمد الله حقّ الحمد وأوفاه ، والصلاة والسلام على عبده ومصطفاه ، نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن والاه واقتفى أثره واستنّ بسنّته واهتدى بهداه ؛ أما بعد :

Pertama-tama, Pengelola web ini mengucapkan segala puji dan syukur kepada Alloh Subhânahu wa Ta’âlâ atas segala nikmat yang diberikan-Nya kepada Pengelola blog ini. Sholawât dan Salâm, semoga senantiasa terlimpahkan kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad, keluarga, sahabat dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat kelak.

Kedua, Pengelola web ini mengucapkan selamat datang kepada para penunjung sekalian, yang sudi mampir ke  web yang sederhana ini. Semoga apa yang ada di web ini dapat memberikan manfaat dan menambah ilmu bagi kita semua.

Pengelola situs ini hanyalah seorang penuntut ilmu pemula, yang hanya ingin menyalurkan hobby menulis, membaca dan yang bermanfaat. Pengelola situs ini bernama : Moch Wahib Dariyadi bin Ali Anshory. Pengelola web ini bukanlah seorang ustadz atau da’i yang layak dijadikan rujukan dalam masalah keilmuan dan dakwah.

Saya lahir di Tuban Jawa Timur  di sebuah desa yang terpencil kecil nan damai tepatnya di desa Sembung Rejo, tahun 1983.

Pendidikan S2 Di Universitas Islam Negeri Malang, dan Universitas Imam Ibnu Suud Riyad cabang Lipia Jakarta.

 

Alhamdulillah dengan kegiatan yang memerlukan banyak fikiran dan tenaga sebagai staff Deputi Rektor UIN Malang dan pengajar dikampus yang sama dan Universitas Negeri Malang, masih bisa berbagi informasi melalui media internet ini.

Minat dan hobi, saya ini suka nge-design, terutama design Web.  Saya akan terus meng-expertise diri saya dalam bidang ini supaya bisa memberikan kebermanfaatan seluas-luasnya buat orang banyak, buat lingkungan saya, buat Indonesi dan juga buat seluruh Dunia (sebenarnya intinya semua itu ya buat akhirat saya).

 

Muhasabahku:

Kini aku adalah seorang yang punya semangat penuh untuk membangun hidupku. Aku telah mengisi hidupku dengan sorotan cahaya yang terang benderang dimana cahaya itu telah menerangi seterang-terangnya jalan hidupku. Aku sudah tak lagi ragu untuk melangkah. Kini aku sedang bergerak, berlari dengan kencang untuk mencapai suksesku.

Telah kutuliskan arti sukses dalam kamus hidupku. Telah kuperjelas langkah-langkahku menuju titik tersebut. Suksesku adalah ketika aku sampai pada kematian yang mulia. kematian yang di agungkan oleh Allah SWT. kematian yang membuat darah kematianku lebih harum daripada sejuta bunga didunia. Mati Syahid.

Bukan itu saja, suksesku adalah saat aku mampu memberikan manfaat terbaik pada diriku sendiri, pada kedua orangtuaku, pada keluargaku, pada lingkunganku, pada negeriku dan juga pada dunia. Telah kupatrikan dalam diriku bahwa suksesku adalah ketika aku mampu membangun masayarakat Indonesia menjadi masyarakat yang madani. Telah kubenamkan dalam dadaku bahwa suksesku adalah ketika aku mampu membuat sesuatu yang bermanfaat bagi seantero dunia. Aku ingin membangun kebanggaan menjadi bangsa Indonesia. Aku ingin membangun kebanggaan menjadi umat islam.

Aku akan capai semua tujuan tersebut melalui jalur enterpreneurship. Aku akan menggapai kesuksesanku dengan sebuah wajah. Wajah korporasi, dimana wajah tersebut adalah wajah yang penuh kesantunan. Wajah yang selalu tersenyum ramah. Wajah yang akan penuh dengan kebanggaan, penuh dengan izzah. Bukan wajah korporat yang selama ini banyak tumbuh di Indonesia. Wajah yang buruk, selalu merungut. Wajah yang dipenuhi dengan kepicikan. Wajah yang senantiasa menindas. Wajah yang terus menghisap manusia-manusia disekitarnya sampai mati kekeringan.

Telah kutuliskan semua mimpiku dalam lembaran-lembaran kertas putih yang menjadi rencana hidupku. 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun sampai 20 tahun kedepan dan lebih jauh lagi sampai kepada target pencapaianku ketika aku telah sampai pada bendera ajalku. Semuanya tertuang dalam kata-kata yang jelas dan terukur. Telah kumulai langkah awalku untuk mengganti setiap kata menjadi nyata. Telah kubangun sebuah prototipe korporat bernama univind yang akan menjadi wajahku dalam bergerak menuju kesuksesan. Telah kuteguhkan keyakinan dalam hatiku bahwa univind benar-benar akan berkembang sesuai dengan apa yang kuinginkan. Telah kubuat langkah-langkah strategis menuju kesuksesannya.

Namun kini aku masih terlalu lemah. Aku belum punya ilmu yang luas. Pengalamanku masih terlalu sedikit. Aku masih butuh energi dari luar. Aku masih harus belajar lebih banyak. Aku masih harus menyerap semua ilmu yang melewati diriku. Aku belum bisa terbang menikmati pemandangan indah dari langit diatas sana. Aku masih harus terus bergerak, berpeluh-peluh mendaki untuk sampai dipuncak bumi. Aku masih butuh bimbingan dari elang yang telah melanglang. Aku harus terus mencari sumber-sumber mata air ilmu yang dapat menyegarkanku dari dahaga untuk belajar. Belajar meraih sukses. Belajar menggunakan akal. Belajar memperhalus hati. Belajar mempertinggi keikhlasan. Belajar dan terus belajar sampai kuterbaring diliang lahat dengan membawa kesuksesanku, kebanggaanku.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *