Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Proses Terjadinya Persepsi

0

Proses Terjadinya Persepsi

Persepsi menurut Buddhisme diawali dengan persinggungan antara pikiran dan objek-objek eksternal melalui alat-alat indera yang ada enam yakni mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan pikiran. Begitu objek masuk melalui alat-alat indera tersebut maka bangkitlah serangkaian bentuk yang mana mata sebagai pintu masuk bagi rangkaian bentuk yang membentuk proses pengenalan secara visual sehingga akhirnya memungkinkan kita untuk mengenali sesuatu benda.

Hal yang sama berlaku pula bagi organ-organ indera lainnya kecuali pikiran. Maka persepsi menurut Buddhisme dapat terjadi melalui beberapa tahapan-tahapan berikut ini yaitu:

  1. Yang merupakan kesadaran pasif kita karena ada suatu objek yang menarik perhatian kita atau kesadaran pasif kita terganggu
  2. Proses pikiran muncul dan mulai mengalir serta menyadari sesuatu namun objek itu masih belum dapat dikenali oleh kesadaran
  3. Kesadaran dari proses berfikir mulai mengarah untuk mengenali objek itu dan menentukan dari indera mana objek itu dicerap atau berasal
  4. Bila perhatian bangkit bukan karena mencerap sebuah objek (melalui mata, telinga, hidung, lidah, atau kulit/tubuh), melainkan oleh rangsangan dari dalam pikiran itu sendiri, maka ini disebut sebagai 搆esadaran yang mengarah pada pintu indera pikiran”
  5. Bila objeknya adalah sesuatu yang dapat dilihat, maka yang bekerja adalah kesadaran mata, bila objeknya adalah sesuatu yang dapat didengar maka kesadaran pendengaran yang bekerja demikian pula dengan objek-objek lainnya
  6. Dinamakan kesadaran penerima dan muncul apabila kesan indera itu diterima dengan baik (misalnya saat ruangannya tidak sedang dalam kondisi gelap)
  7. Tahap penentuan berfungsi untuk memeriksa objek yang dicerap tersebut
  8. Tahap pemutusan apakah objek yang kita cerap itu baik, buruk maupun netral (tidak baik dan tidak juga buruk) dengan kata lain kita mengambil sikap terhadap objek itu
  9. Setelah diputuskan baik dan buruknya, maka seseorang cenderung untuk bertindak sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada
  10. Merupakan tahapan kesadaran untuk merekam kesan-kesan yang muncul setelah melalui tahapan-tahapan yang di atas. Jika kesan yang ditimbulkannya kurang kuat, maka proses ini tidak akan terjadi

Agar lebih jelasnya akan disajikan dalam diagram berikut ini:

 

       
     
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

  • Sumbu K menyatakan tingkat kesadaran seseorang selama proses persepsi sebuah objek
    • I menyatakan tahap I atau kesadaran pasif
    • II menyatakan tahap II atau gangguan pada kesadaran pasif
    • III menyatakan tahap III atau penyadaran akan objek
    • IV menyatakan tahap IV atau pengarahan kesadaran yang sesuai
    • V menyatakan tahap V bekerjanya kesadaran mata (visual-discerment)
    • VI dan VII menyatakan tahap VI dan VII atau kesadaran penerima dan investigasi sebuah objek
    • VIII menyatakan penentuan sikap terhadap objek (determining)
    • IX-XV menyatakan tahap IX-XV atau bentuk yang memiliki potensi baik dan buruk
    • XVI-XVII menyatakan tahap XVI-XVII menyatakan tahap pengingatan (registration)
    • Angka V (p) sama dengan V hanya saja bedanya menyatakan bekerjanya kesadaran pendengaran (auditory-discerment)
    • III (m) menyatakan penyadaran akan objek pikiran

Sedangkan persepsi dapat terjadi melalui beberapa tahap-tahap berikut ini yaitu:

  1. Obyek menimbulkan stimulus dan stimulus diterima alat indera atau perseptor. Proses ini dinamakan proses kealaman fisik
  2. Stimulus yang diterima oleh alat indera kemudian dilanjutkan oleh sensoris ke otak. Proses ini dinamakan psikologis.
  3. Akibat dari stimulus yang diterima oleh alat indera kemudian terjadi proses di otak, sehingga individu dapat menyadari apa yang ia terima dengan reseptor itu. Proses yang terjadi di pusat kesadaran dinamakan proses psikologis.
  4. Proses terakhir dari proses persepsi adalah individu menyadari tentang apa yang diterima melalui alat indera atau reseptor. Respon akibat dari persepsi dapat diambil oleh individu dalam berbagai macam bentuk.

Keadaan menunjukkan bahwa individu tidak hanya dikenai satu stimulus saja, melainkan individu dikenai berbagai macam stimulus yang ditimbulkan oleh keadaan di sekitarnya. Tetapi tidak semua stimulus itu mendapatkan respon individu. Secara skematis dapat dikemukakan sebagai berikut:

 

                      St                                                             St                          

                St                                                    St

                                                                                 Respon

                        Fi                                       Fi

                              Fi                             Fi

                         

 

 

 

 

             

 

Keterangan:

St = Stimulus (Factor luar)

Fi = Faktor Intern (Dalam)

Sp = Struktur Pribadi (Organisme)

Skema tersebut memberikan gambaran bahwa individu menerima bermacam-macam stimulus yang datang dari lingkungannya. Tetapi tidak semua stimulus akan diberikan responnya. Hanya beberapa stimulus yang menarik individu yang akan diberikan respons.

Sebagai akibat dari stimulus yang dipilih dan diterima oleh individu, individu menyadari dan memberikan respons sebagai reaksi terhadap stimulus tersebut.

Skema di atas dapat dilanjutkan sebagai berikut:

L———-S———–O————R——–L

Keterangan:

            L = Lingkungan

            S = Stimulus

            O = Organisme atau individu

            R = Respon atau reaksi

Seperti dikemukakan di atas bahwa tidak semua stimulus akan direspons oleh individu. Respons akan diberikan oleh individu terhadap stimulus yang ada persesuaian atau yang menarik individu. Dengan demikian maka tergantung pada keadaan individu itu sendiri. Stimulus yang mendapat perhatian tergantung bermacam-macam faktor. Salah satunya adalah faktor perhatian dari individu dalam mengadakan persepsi.[1]

Dalam mempersepsikan suatu obyek individu akan melalui tahapan-tahapan dimana tahapan-tahapan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Tahapan pertama, individu menghadapi stimulus dari suatu obyek
  2. Tahapan kedua, individu menyadari bahwa dihadapannya ada stimulus, sehingga ia mengamati stimulus yang ada (berinteraksi)
  3. Tahapan ketiga, dengan melalui pengertian yamg dimiliki individu dapat mengenal obyek yang dihadapi. Pada tahapan ini begitu menimbulkan perubahan yang berarti bagi individu secara psikologis
  4. Tahapan keempat, individu menghadapi serta berusaha menampilkan kembali sudah pasti tidak sesuai dengan aslinya mengingat hal itu dipengaruhi oleh nilai-nilai yang berlaku baik dalam lingkungan maupun kelompok-kelompok serta kondisi lainnya.
  5. Tahapan kelima, individu menentukan suatu keputusan menerima atau menolak obyek yang ada.[2] 

Dengan demikian apa yang kita persepsikan pada waktu tertentu akan tergantung bukan saja pada stimulus yang mendapat perhatian dari kita sendiri tetapi juga pada latar belakang beradanya stimulus itu, seperti pengalaman-pengalaman kita terdahulu dan perasaan kita pada waktu itu.

 

 



[1] Ibid, Hal 33

[2] Theodore M. Newcomb dkk, Psikologi Sosial, Dipenogoro, bandung, 1981, Hal. 208

Leave A Reply

Your email address will not be published.