Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan (01) Pendahuluan

Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan (01) Pendahuluan

Oleh : Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin ?Rahimahullah

Pendahuluan
Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, memohon ampunan-Nya, serta bertobat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan-kejahatan diri serta perbuatan-perbuatan buruk kami. Barangsiapa telah diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada satu pun yang dapat menye-satkan-Nya, dan barangsiapa yang disesatkan Allah, tidak ada satu pun yang dapat menunjukinya. Aku bersaksi, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Selamat sejahtera semoga melimpah kepadanya, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya.
Sesungguhnya ilmu tauhid adalah ilmu yang paling mulia dan paling agung kedudukannya. Setiap muslim wajib mempelajari, mengetahui dan memahami ilmu tersebut, karena merupakan ilmu tentang Allah Subhannahu wa Ta’ala , tentang asma-asma-Nya, sifat-sifat-Nya, dan hak-hak-Nya atas semua hamba-Nya.
Ilmu tauhid juga merupakan kunci jalan menuju Allah Subhannahu wa Ta’ala serta dasar syariat-Nya. Oleh karena itu para rasul bersepakat untuk mendakwahkannya kepada seluruh umat manusia.
Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:
?Dan kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: ?Bahwa-sanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melain-kan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.? (Al Anbiyaa: 25).
Allah Subhannahu wa Ta’ala mempersaksikan keesaan pada diri-Nya. De-mikian juga para malaikat dan ahli ilmu.
Allah berfirman,
?Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha bijak-sana.? (Al Imran: 18).
Jika ilmu tauhid sedemikian pentingnya, maka setiap muslim tentu wajib memperhatikannya dengan mempe-lajari dan mengajarkan, dengan berpikir dan beritikad agar dapat mendirikan dienullah di atas dasar yang benar, serta untuk menenangkan jiwa dan mendapatkan kebahagiaan sebagai buah dan hasilnya. (alsofwah)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *