PORTOFOLIO SEBAGAI ASESMEN OTENTIK

PORTOFOLIO SEBAGAI ASESMEN OTENTIK

PORTOFOLIO SEBAGAI ASESMEN OTENTIK

 

Susriyati Mahanal*)

 

 

Apa Portofolio itu?

Asesmen otentik yaitu suatu asesmen yang melibatkan siswa di dalam tugas-tugas otentik yang bermanfaat, penting, dan bermakna (Hart, 1994). Berbagai tipe asesmen otentik menurut Hibbard (2000) adalah: 1) asesmen kinerja, 2) observasi dan pertanyaan, 3) presentasi dan diskusi, 4) proyek dan investigasi, dan 5) portofolio dan jurnal.

Portofolio didefinisikan sebagai wadah yang berisi sejumlah bukti yang dikumpulkan untuk tujuan tertentu (Collins, 1992). Paulson (1991) mendefinisikan portofolio sebagai kumpulan pekerjaa siswa yang menunjukkan usaha, perkembangan dan kecakapan mereka di dalam satu bidang atau lebih. Kumpulan itu harus mencakup partisipasi siswa dalam seleksi isi, criteria seleksi, criteria penilaian dan bukti refleksi diri.

Menurut David and Roger (2002) dalam Nonika (2005) portofolio adalah kumpulan bukti atau keterangan mengenai para siswa atau sekelompok siswa yang menunjukkan kemajuan akademik, prestasi, ketrampilan, dan sikap. Dengan demikian portofolio sebagai asesmen adalah pengumpulan informassi tentang siswa melalui bukti beberapa contoh pekerjaan siswa yang berkelanjutan.

Portofolio adalah kumpulan dari pekerjaan siswa yang representative yang dikoleksi selama periode tertentu. Portofolio menggambarkan aktivitas siswa dalam sains, yang berfokus pada pemecahan masalah, bernalar dan berpikir kritis, komunikasi tertulis, dan pandangan siswa terhadap dirinya sendiri sebagai orang yang belajar sains (Glencoe, 1999).

Menurut Gronlund (1998) dalam Rusoni (2001) portofolio mencakup berbagai contoh pekerjaan siswa yang bergantung pada keluasan tujuan. Apa yang harus tersurat bergantung pada subyek dan tujuan dan penggunaan portofolio. Contoh pekerjaan siswa ini memberikan dasar pertimbangan kemajuan belajarnya dan dapat dikomunikasikan kepada siswa, orang tua serta pihak lain yang tertarik dan berkepentingan.

* ) Susriyati Mahanal adalah dosen jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang

Berdasarkan berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa portofolio merupakan kumpulan (koleksi) pekerjaan siswa terbaik atau karya siswa yang paling berarti sebagai hasil kegiatan belajarnya pada suatu bidang (mata pelajaran) tertentu. Koleksi pekerjaan siswa tersebut didokumentasikan secara baik dan teratur sehingga dapat mewakili suatu sejarah belajar dan demonstrasi pencapaian sesuatu secara terorganisasi.

 

Mengapa Menggunakan Portofolio?

Portofolio bukan sekedar kumpulan tugas siswa, Karena setiap bukti yang dikumpulkan dalam portofolio merupakan hasil seleksi yang anggap karya terbaik dan berarti bagi siswa. Setiap bukti yang dikumpulkan diberi tanggal, sehingga melalui sedereretan bukti tersebut dapat menggambarkan perkembangan pemahaman, ketrampilan dan sikap siswa pada suatu bidang dalam kurun waktu tertentu. Portofolio dapat dibuat bersama oleh guru dan siswa. Karya siswa yang akan dikumpulkan sebagai dokumen portofolio terlebih dahulu direviu oleh guru. Dengan demikian siswa dibantu oleh guru dalam “mencari” bukti yang menggambarkan perkembangan dalam diri siswa dalam hal kecakapan memecahkan masalah, menalar dan berpikir kritis, komunikasi tertulis,serta menghubungkan materi pelajaran disekolah dengan dunia nyata. Melalui karya siswa yang terpilih tersebut guru dapat memahami pandangan siswa terhadap dirinya sendiri sebagai pebelajar.

Kemp dan Toperoff (1998) menyebutkan beberapa karakteristik portofolio sebagai berikut: 1) portofolio merupakan model asesmen yang menuntut adanya kerja sama antara siswa dan guru, 2) portofolio bukan sekedar koleksi tugas siswa, tetapi merupakan hasil seleksi dimana siswa dilibatkan dalam memilih dan mempertimbangkan karya yang akan dijadikan bukti dalam portofolio, 3) portofolio merupakan kumpulan hasil karya siswa yang menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu; koleksi karya tersebut digunakan oleh siswa untuk melakukan refleksi sehingga siswa dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan pada dirinya; hasil refleksi tersebut sekaligus dapat digunakan sebagai acuan pada proses pembelajaran berikutnya, 4) isi criteria penyeleksian dan penilaian portofolio harus jelas bagi guru dan siswa dalam proses pelaksanaannya.

Portofolio dapat digunakan untuk mengases kinerja siswa dalam tugas-tugas suatu bidang (mata pelajaran). Melalui penerapan portofolio diperoleh informasi siswa secara holistic (menyeluruh) tentang siswa baik kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Abdillah (2004) dalam Nonika, dkk. (2005) yang menunjukkan bahwa penerapan portofolio dapat digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor. Demikian juga temuan Mahanal, dkk. (2005) bahwa penerapan portofolio pada pembelajaran sains di kelas III SD Laboratorium Universitas Negeri Malang dapat menggambarkan perkembangan pemahaman sains, aktivitas pembelajaran serta kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas-tugas sains.

Menurut Gronlund (1998) dalam Rusoni (2001) penerapan portofolio sebagai asesmen otentik memiliki beberapa keuntungan, antaralain sebagai berikut: 1) kemajuan belajar siswa dapat terlihat dengan jelas, 2) menekankan pada hasil pekerjaan terbaik siswa dapat memberikan pengaruh positif dalam belajar, 3) membandingkan pekerjaan sekarang dengan yang lalu memberikan motivasi yang lebih besar dari pada membandingkan dengan pekerjaan orang lain,
4) siswa dilatih keterampilan asesmen sendiri yang mengarah pada seleksi contoh pekerjaan dan menentukan pilihan karya terbaik, 5) memberikan kesempatan kepada siswa bekerja sesuai dengan perbedaan individu, 6) dapat menjadi alat komunikasi yang jelas tentang kemajuan belajar siswa kepada siswa itu sendiri, orang tua dan pihak lain yang terkait.

Portofolio sebagai asesmen otentik dapat diguakan untuk berbagai keperluan, seperti yang dikemukakan oleh Berenson dan Certer (1995) dalam Rusoni (2001), yaitu 1) mendokumentasikan kemajuan sissa selama kurun waktu tertentu, 2) mengetahui bagian-bagaian yang perlu diperbaiki, 3) membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar, 4) mendorong tanggung jawab siswa untuk belajar.

 

Bagaimanakah perancangan dan Pengembangan Portofolio?

Menurut Susilo dan Zubaidah (2004) dalam menyusun portofolio meliputi dua hal yaitu perancangan dan pengembangan. Perancangan portofolio adalah suatu proses penentuan tujuan dan penggunaan portofolio. Perancang portofolio dalam pembelajaran adalah guru atau dosen.

Pengembangan portofolio adalah suatu proses pengumpulan dan pengadaan dokumen, penataannya sebagai bukti, dan pengumpulannya menjadi suatu kumpulan bukti yang sesuai dengan tujuan. Sebagai pengembang portofolio dalam pembelajaran adalah siswa.

Menurut Slater (1997), penyusunan portofolio bertujuan untuk mengumpulkan dan menyajikan bukti tentang apa yang telah dikuasai oleh siswa. Jadi dalam hal ini portofolio dikembangkan siswa bertujuan untuk memberikan bukti kepada guru bahwa siswa telah menguasai tujuan suatu pembelajaran.

Sedangkan penggunaan portofolio dimaksudkan untuk apa portofolio itu akan dimanfaatkan. Misalnya sebagai salah satu penentu nilai akhir suatu mata pelajaran , atau penentu nilai akhir mata pelajaran tertentu.

 

Macam Bukti Apa yang Dikumpulkan dalam Portofolio?

Macam bukti yang dikumpulkan dalam portofolio bergantung pada tujuan dari penyusunan portofolio itu sendiri. Misalnya portofolio dikembangkan sebagai bukti belajar sains.

Mahanal, dkk. (2005) memberikan contoh tujuan pembelajaran mata pelajaran sains kelas III SD yaitu siswa menguasai beberapa kompetensi sebagai berikut:

  • Mengidentifikasi perubahan-perubahan tubuh manusia melalui pengamatan gambar.

  • Menafsirkan berdasarkan data pengukuran bahwa bertambahnya tinggi dan berat badan menunjukkan adanya pertumbuhan.

  • Mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seseorang.

  • Menjelaskan pentingnya makanan bergizi seimbang untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

  • Menjelaskan pengaruh bahan makanan tambahan buatan ( pengawet, penyedap, pewarna) terhadap kesehatan.

  • Menjelaskan hubungan rekreasi, istirahat, dan olah raga dengan kesehatan.

  • Membedakan hewan muda dan hewan dewasa melalui gambar.

  • Mengamati pertumbuhan biji dan hal yang mempengaruhinya.

 

Jadi dalam hal ini portofolio yang dikembangkan siswa bertujuan untuk memberikan bukti kepada guru bahwa siswa telah menguasai ke delapan kompetensi tersebut.

Menurut Collins (1992), macam bukti yang mungkin dikumpulkan dalam portofolio ada empat macam, yaitu: 1) benda atau barang hasil kecerdasan manusia misalnya laporan praktikum, kliping artikel, hasil ulangan, 2) hasil reproduksi misalnya rekaman diskusi, 3) hasil pengesahan dan produksi (hasil).

Sementara itu menurut Hart (1994) sembarang item yang menampilkan bukti-bukti kemampuan dan perkembangan kemampuan siswa dapat dimasukkan dalam portofolio. Umumnya item-item yang digunakan adalah sebagai berikut: contoh-contoh dari pekerjaan tertulis, jurnal dan catatan harian, video penampilan siswa, kaset presentasi, laporan kelompok, tes dan kuis, peta grafik, daftar buku bacaan, hasil kuisioner, tinjauan teman sejawat, dan evaluasi diri.

Di dalam portofolio juga terkandung pernyataan refleksi diri dari siswa. Pernyataan ini menggambarkan bagaimana siswa mempelajari bahan tersebut, mengapa penyajian bukti itu menunjukkan penguasaan materi dan mengapa hal itu relevan dengan kontek di luar kelas. Refleksi diri itu menunjukkan dengan jelas kepada pembaca proses belajar yang terjadi pada diri siswa.

Masing-masing item dalam portofolio harus diberi tanggal sehingga memungkinkan evaluasi perkembangan sampai setahun (Hart, 1994). Asesmen portofolio ini dapat dilakukan selama periode tertentu, misalnya asesmen portofolio bulanan, triwulan (tengah semester), semester atau tahunan.

 

Bagaimana Mengevaluasi Portofolio?

Mengevaluasi portofolio memberi peluang kepada guru dan siswa masuk dalam dialog tentang apa yang telah dipelajari siswa. Harus selalu diingat bahwa setiap lembar yang ada di dalam portrofolio itu adalah hasil pilihan siswa sebagai wakil dari pekerjaan terbaiknya. Jadi portofolio sesungguhnya adalah evaluasi diri oleh siswa yang telah membuatnya. Tujuan guru melakukan asesmen menggunakan portofolio adalah untuk membantu siswa meningkatkan pemahamannya terhadap kinerja ilmiah atas tugas yang dipamerkan di dalam portofolio. Pemahaman ini mencakup pertumbuhan pemahaman tentang mata pelajaran tert
entu (sains), kekuatan dan kelemahan pendekatan dan prosedur (Nur, 2001:19).

Mengevaluasi portofolio bukanlah suatu hal yang mudah, sebab tidak ada dua portofolio yang sama persis. Hal ini disebabkan siswa mengumpulkan dan menyajikan mengenai apa yang sudah mereka kuasai dan di tata secara khas menurut pribadi masing-masing.

Pembelajaran yang menerapkan asesmen portofolio tidak memerlukan nilai yang permanen. Karena sifat dari asesmen portofolio adalah bagian dari keseluruhan dari proses pembelajaran. Cara yang dapatdipertanggung jawabkan untuk memberi nilai sebagai bukti siswa telah menguasai suatu program atau mata pelajaran tertentu yaitu dengan menggunakan rubric scoring.

Rubric biasanya dibuat dalam bentuk tabel dua lajur, yaitu baris yang berisi criteria dan kolom yang berisi mutu. Criteria dapat dinyatakan secara garis besar, kemudia dirinci menjadi kompoinen-kompenen penting. Atau dapat pula komponen-kompenen ditulis langsung tanpa dikelompokkan dalam garis besar. Sedangkan mutu dapat berupa penilaian subyektif dinyatakan secara deskripsi (description) seperti sempurna, sangat baik, baik, kurang, kurang sekali. Selain itu dapat dinyatakan dengan angka (numeric) misalnya 5, 4, 3, 2, 1. Atau kombinasi dari keduanya, deskripsi maupun angka.

 

Bagaimana Mengimplementasikan Portofolio?

Portofolio sebagai asemen otentik dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran dan berbagai jenjang pendidikan. Seperti yang telah dilakukan Susilo (2004) portofolio diterapkan pada mahasiswa jurusan Biologi FMIPA UM untuk matakuliah Bahasa Inggris Profesi dan Metodologi Penelitian Pendidikan; Nonika, dkk. (2005) untuk siswa kelas I SMA pada materi Lingkungan Hidup, dan Mahanal, dkk (2005) untuk siswa kelas III SD pada mata pelajaran sains.

Terdapat 3 langkah dalam menerapkan portofolio menurut Manoy (2001) sebagai berikut.

  1. Persiapan yang meliputi:

    • Menentukan jenis portofolio yang akan dikembangkan.

    • Menentukan tujuan penyusunan portofolio.

    • Memilih kategori-kategori pekerjaan yang akan dimasukkan portofolio.

    • Meminta siswa untuk memilih tugas-tugas yang akan dimasukkan dalam portofolio.

    • Guru mengembangkan rubric untuk menyekor pekerjaan siswa.

  2. Mengatur portofolio

Pengembang mengatur portofolio selama satu cawu atau satu semester (sesuai kesepakatan). Siswa menyelesaikan tugas-tugas (dokumen) dan mereka harus tahu bahwa semua tugas atau beberapa tugas tersebut akan dijadikan bukti dalam portofolio. Tugas-tugas yang dijadikan dokumen harus sesuai dengan tujuan portofolio kemudian ditata dan diorganisir sesuai dengan ciri khas pribadi masing-masing.

  1. Pemberian nilai akhir portofolio.

Portofolio yang sudah lengkap dan diorganisir dengan baik diberi nilai (nilai akhir portofolio). Menurut Hibbard (1999) selain isi portofolio yang dinilai juga selayaknya menilai kelengkapan portofolio yang meliputi pemberian sampul, nama pengembang dan perencana (siswa dan guru), daftar isi serta refleksi diri.

 

Contoh Implementasi portofolio

 

Mata Pelajaran : Sains

Kelas/Semester : III (tiga)/gasal 2005

Sekolah : SD Laboratorium Universitas Negeri Malang.

 

Langkah-Langkah Penyusunan Portofolio

a. Persiapan

  • Menentukan jenis portofolioyang akan dikembangkan yaitu portofolio individu.

  • Menentukan tujuan penyusunan portofolio yaitu mengetahui gambaran perkembangan pemahaman siswa tentang sains, mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa, serta mengetahui perkembangan kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas-tugas sains.

  • Memilih kategori-kategori pekerjaan yang akan dijadikan dokumen bukti portofolio, yaitu hasil kerja LKS, kliping, poster, hasil tes formatif, hasil observasi guru tentang aktivitas belajar, hasil pengamatan guru tentang kemandirian, dan pernyataan refleksi diri.

  • Guru mengembangkan rubric untuk menilai pekerjaan siswa sesuai dengan jenis pekerjaan (lihat lampiran). Selanjutnya guru memutuskan bagaimana menilai portofolio yang sudah lengkap dan terorganisasi dengan baik (nilai akhir portofolio).

  • Guru menjelaskan kepada siswa ke empat poin di atas.

b. Mengatur Portofolio.

Siswa mengembangkan portofolio selama satu semester. Tugas-tugas yang akan dijadikan bukti dalam portofolio seperti LKS, tes formatif, kliping, poster dimasukkan dalam map plastic. Setiap bukti yang dikumpulkan harus diberi tan
ggal. Selanjutnya siswa diminta untuk menata dan mengorganisir tugas-tugas yang sudah terkumpul tersebut dilengkapi dengan sampul dan diberi identitas, serta daftar isi.

 

c. Memutuskan bagaimana portofolio tersebut dinilai. Guru memutuskan bagaimana menilai portofolio yang sudah lengkap dan terorganisasi dengan baik (nilai akhir portofolio). Penilaian akhir portofolio meliputi isi yang mengacu pada rubric yang di kembangkan guru serta kelengkapannya (lihat lampiran).

 

Apa kendalanya dalam Mengimplementasikan Portofolio?

Berdasarkan pengalaman penulis kendala-kendala yang ditemui dalam menerapkan portofolio yaitu 1) memerlukan waktu yang lama terutama untuk mempersiapkan instrumen, 2) penulis mengalami kesulitan dalam membuat rubric, karena setiap item yang jadikan bukti portofolio perlu dibuatkan rubric, 3) sebagai alat penilaian sulit membandingkan portofolio satu dengan yang lainnya.

 

Penutup.

Sebaiknya mulai mencoba menerapkan portofolio dalam pembelajaran yang ibu/bapak bina. Mulailah dengan portofolio sederhana untuk salah satu atau dua topic. Susilo dan Zubaidah (2004) menganjurkan untuk mempertimbangkan prosedur yang disarankan oleh Glencoe (1999) sebagai berikut.

  • Mintalah siswa untuk menggunakan map untuk menyimpan semua hasil karyanya.

  • Diskusikan dengan siswa apa yang sebaiknya dimasukkan dalam portofolio

  • Diskusikan format portofolio yang baik.

  • Berikan berbagai tugas yang dapat menghasilkan kumpulan bukti dalamportofolio yang merefleksikan berbagai macam hasil perkembangan siswa.

  • Mintalah siswa untuk saling mereview portofolio siswa lainnya.

  • Diskusikan bagaimana portofolio dievaluasi.

DAFTAR RUJUKAN

Collins,A, 1992. Potofolio for Science Education: Issues in Purpose, Structure, and Authenticity. Science Eduducation. 76(4): 451-463.

Doran, R. et al., 1998. Science Educator’s Guide to Assesment. Virginia: NSTA

Glencoe, 1999. Alternative Assessment in the Science Classroom. New York: Mc Graw Hill.

Gronlund, N. E., 1998. Assesmen of Student Achievement Sixth Edition. Boston:

Allyn Bacon.

Hart, D., 1994. Authentic Assesment: A Handbook for Educator. California: Addison-Wesley Publishing Company.

Hibbard, K. Michael. 1999. Performance Assessment in the Classroom. New York: Mc Graw Hill.

Kemp. J and Toperoff. 1998. Guidelines for Portofolio Assesment in Teching

English. Kemp @ netvision, net, il. Diakses 25 november 2003.

Mahanal, S. 2005. Penerapan Portofolio Sebagai Asesmen Autentik pada PembelajaranPA dengan Strategi Kontekstual Bagi Siswa Kelas III SD Laboratorium Universitas Negeri Malang. Malang: Lembaga Penelitian

Nonika, Vera, dkk. 2005. Asesmen Portofolio dalam Pembelajaran Biologi padaMateri Lingkungan Hidup di Kelas I6 SMAN Mojosari, Mojokerto. Proseding Seminar Nasional MIPA dan Pembelajarannya dan Exchange Experience of IMSTEP. Malang: Universitas negeri Malang 5-6 September.

Nur, M., 2001. Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual. Makalah disajikan pada

Pelatihan Calon Guru Pelatih SLTP. Surabaya: 21 Juni-6 Juli 2001.

Paulson, F.L and Mey
er, C.A., 1991.
What Make Portofolio? Eight Thoughtfulo Guidelines Will Help Educations Encourage Self Directed Learning: Educational Leardership. Februari 1991.

Rosoni, E., 2001. Portofolio dan Paradigma Baru dalam Penilaian Matematika.

(Online),(http://www.pdk.go.id/Publikasi Buletin/pppg, tertulis/-08

2001/Portofolio paradigma Baru. Htm). Diakses 25 November 2003.

Slater, F. T., 1997. The Effectiveness of Portofolio Assesment in Science.

Integrating an Alternative, Holistic Aproachto Learning into The

Classroom. Journal of College Science Teaching XXXVI (5): 315-318.

Susilo, H. 2004. Jurnal Belajar dan portofolio Sebagai sarana Asesmen otentik dalam

pembelajaran matematika dan sains. Makalah disampaikan pada Workshop Authentic Assessment dalam Pembelajaran MIPA bagi Guru-Guru MGMP MIPA SMP dan SMA di Kota Malang. Malang: Universitas Negeri Malang 28 Juli.

Susilo, H dan Zubaidah, S. 2004. Asesmen portofolio dalam Matematika dan sains.

Makalah disampaikan pada seminar dan workshop:Peningkatan pendidikan Matematika dan sains Melalui Penerapan paradigma Pembelajaran Konstrukstivistik. Malang: Universitas negeri Malang 19-20 Maret

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1

RUBRIK SKORING KLIPING

 

Kliping harus memenuhi ketentuan:

a. Tanggal pembuatan

b. Judul kliping sesuai tema

c. Bibliografi (sumber, nama penulis, tanggal dan tahun)

d. Analisis Kritis/komentar

 

Rubrik

Skor

Kriteria

5

(Sangat Baik)

Judul kliping sesuai tema, bibliografi lengkap dan benar, analisis kritis benar, memuat tanggal dan pembuatan kliping.

4

(Baik)

Judul kliping sesuai tema, bibliografi lengkap dan benar, tidak terdapat satu ketentuan (“a atau b”)

3

(Cukup)

Judul kliping sesuai tema, bibliografi tidak lengkap (salah), tidak terdapat satu ketentuan (“a atau b”)

2

(Kurang)

Judul kliping tidak sesuai tema, bibliografi lengkap dan benar, tidak terdapat satu ketentuan (a atau b”)

1

(Sangat Kurang)

Judul kliping tidak
sesuai tema, bibliografi tidak lengkap (salah), tidak terdapat satu atau dua ketentuan (“a dan/atau b”)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2

RUBRIK SKORING REFLEKSI DIRI

 

Refleksi harus memenuhi ketentuan:

  1. Tanggal penulisan refleksi

  2. Konsep yang sudah dipelajari

  3. Hal yang ingin dipelajari lebih lanjut

  4. Hal yang paling disukai dengan alasannya

  5. Hal yang ingin dipelajari di masa akan datang dengan alasannya

 

Rubrik

Skor

Kriteria

5

(Sangat Baik)

Menuliskan tanggal, konsep yang sudah dipelajari, hal yang ingin dipelajari lebih lanjut, hal yang paling disukai dengan alasannya, hal yang ingin dipelajari dimasa akan datang dengan alasannya.

4

(Baik)

Tidak menuliskan salah satu ketentuan dari lima ketentuan yang harus ada (a,b,c,d, atau e)

3

(Cukup)

Tidak menuliskan dua ketentuan dari lima ketentuan yang harus ada (a,b,c,d, atau e)

2

(Kurang)

Tidak menuliskan tiga ketentuan dari lima ketentuan yang harus ada (a,b,c,d, atau e)

1

(Sangat Kurang)

Hanya menuliskan salah satu ketentuan dari lima ketentuan yang harus ada (a,b,c,d, atau e)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 3.

 

RUBRIK SKORING POSTER

 

Poster harus memenuhi ketentuan:

  1. Judul sesuai tema

  2. Informasinya komunikatif

  3. Memuat kebenaran konsep

  4. < span style="font-family: Trebuchet MS,sans-serif;">Tulisannya jelas dan rapi

  5. Kreatif dan menarik

 

Rubrik

Skor

Kriteria

5

(sangat baik)

Judul mencerminkan tema, informasinya komunikatif, memuat konsep yang benar, tulisan jelas dan rapi, kreatif, dan menarik

4

(Baik)

Judul mencerminkan tema, informasinya komunikatif, memuat konsep yang benar, tulisan jelas dan rapi, tetapi kurang kreatif dan menarik

3

(cukup)

Secara umum poster tampak menarik tetapi 1 sampai 2 ketentuan tidak dikembangkan

2

(kurang)

Poster kurang menarik tetapi 1 sampai 2 ketentuan tidak dikembangkan

1

(sangat kurang)

Poster tidak kreatif dan tidak menarik dengan 1 sampai 3 ketentuan tidak dikembangkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 4

 

LEMBAROBSERVASI KEAKTIFAN SISWA

 

Aspek Yang diamati : keaktifan siswa

Materi Pelajaran :

Tanggal/hari :

 

No

Nama Siswa

Deskriptor

Total

Skor

Nama

Pengamat

1

2

3

4

5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

* Berilah tanda (√ ) pada descriptor yang muncul !

 

Ketererangan

Deskriptor

1 = mau mengajukan pertanyaan tentang materi/konsep yang belum dimengerti

2 = mau berdiskusi dan bekerja sama

3 = mau menjawab pertanyaan guru/teman

4 = mau mengemukakan ide-ide

5 = mau melaporkan hasil kerja kelompok tanpa ditunjuk

 

Total Skor

5 = sangat baik

4 = baik

3 = cukup

2 = kurang

1 = sangat kurang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 5

Konversi Skor LKS dan Tes Formatif

 

Skor

Kriteria

5 (Sangat Baik)

Mendapat skor 85 -100

Menyertakan hari dan tanggal

4 (Baik)

Mendapat skor 70 – 84

Menyertakan hari dan tanggal

3 (Cukup)

Mendapat skor 55 – 69

Menyertakan hari dan tanggal

2 (Kurang)

Mendapat skor 40 – 54

Menyertakan hari dan tanggal

1 (Sangat Kurang)

Mendapat skor kurang dari 40

Menyertakan hari dan tanggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 6

 

 

NILAI AKHIR PORTOFOLIO MATA PELAJARAN IPA

SD LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

 

Nama :

Kelas :

 

 

No

 

 

Uraian

Siklus I

 

Bobot

(B)

Skor

(S)

Nilai (BXS)

I

Isi (dokumen)

 

 

 

 

 

– LKS

3

 

 

 

 

Kliping

3

 

 

 

 

Tes Formatif

3

 

 

 

 

– Poster

4

 

 

 

 

Aktivitas

3

 

 

 

II

Kelengkapan

 

 

 

 

 

– Refleksi diri

2

 

 

 

 

Sampul & kerapian

2

 

 

 

 

Total

 

 

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

REFLEKSI AKHIR PEMBELAJARAN

 

Nama : ………………………………

Kelas : ………………………………

 

  • Ingat kembali mengenai seluruh tugas yang telah kamu selesaikan. Apa saja yang telah kamu pelajari selama mengerjakan tugas-tugas IPA tersebut?

 

Jawabanmu:

…………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Apakah kamu ingin mempelajari lebih lanjut?

 

………………………………………………………………………

………………………………………………………………………

  • Diantara hal-hal yang telah kamu pelajari tersebut, manakah yang paling istimewa bagimu?

Jawabanmu:

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Mengapa?

…………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………

Hal apa yang ingin kamu pelajari secara lebih mendalam di masa yang akan datang?

Jawabanmu:

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Mengapa?

…………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………

 

 

 

 

Diadaptasi dari Susilo (2002)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *