Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Pondok Pesantren dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

0

Pondok Pesantren dan  Peningkatan  Kualitas Sumber Daya Manusia

Pembangunan sumberdaya memang cukup mendasar sebagai sasaran pembangunan manusia dengan segenap perangkat fisik dan batinnya. Penyerapan sumber daya alam dan lingkungan tanpa mengikut sertakan pembangunan sumber daya manusia, akan berakibat tumbuhnya eksploitasi yang berlebihan. Bahkan akan merusak lingkungan, juga akan memusnahkan  sumber-sumber potensial bagi kemakmuran kemanusiaan. Tetapi perlu diingat bahwa pembangunan sumber daya manusia tak bisa dilepaskan dengan pengembangan sosial kemasyarakatan. Karena apa artinya limpahan sumber daya alam, tanpa suatu wujud masyarakat yang harmonis. Secara moril bagaimana melibatkan spritualitas sosial tersebut dalam menata lingkungan sosialnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Sehingga pesantren harus lebih terbuka dan fleksibel dalam melihat realitas sosial, alam dan lingkungan serta sistem kelembagaannya, dengan segala kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada secara praktik harus mampu mendidik dan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas yang sesuai dengan tuntutan zaman.[1]

Pada kehidupan pesantren yang terdapat nilai-nilai, etos dan budaya sesungguhnya sangat tepat untuk membangunan peradapan yang luhur. Nilai-nilai yang dikembangkan itu misalnya: nilai-nilai tauhid, kemanusian, keadilan dan kejujuran, kepedulian terhadap makhluk lain, kemandirian dan kebersahajaan dan lain-lain. Pesantren dengan etos yang disandang, melakukan amal sholeh sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Atas dasar maksud-maksud memandu dan menjaga keharmonisan, pesantren tampil dan tumbuh tanpa menunggu dan berharap imbalan dari siapa pun. Inilah yang kemudian melahirkan sejumlah besar pesantren dengan segala kekuatan dan keterbatasannya.[2] 

 Kemajuan dunia modern yang ditandai dengan lahirnya era reformasi dan globalisasi telah menghadirkan sejumlah tantangan dan masalah. Hakikat tantangan tersebut yang utama adalah bagaimana mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas, yang mampu mengejawantahkan nilai-nilai keagamaan dalam setiap aktivitas.

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan agama Islam yang tumbuh dan berkembang telah mendapat pengakuan dari masyarakat sekitar. Keunikan sistem pondok pesantren dengan segala potensi yang dimilikinya menjadikan pondok pesantren tetap survive dan dianggap sebagai solusi alternatif bagi kehidupan masyarakat modern. Keberadaan pondok pesantren dalam era globalisasi ini, perkembangannya semakin menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang berusaha menjawab segala tantangan perubahan zaman. Dengan melakukan pembenahan dan pembaharuan pada sistem yang dianutnya.

Dalam kaitannya dengan pengembangan sumber daya manusia, pondok pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang berada diluar jalur sekolah, mempunyai potensi dan kedudukan serta peran penting. Sifat kekeluargaan dan keakraban yang menjadi ciri khas pondok pesantren menjadikan masyarakat percaya bahwa pondok pesantren mampu mempertahan nilai-nilai tradisi yang baik dan mengambil sesuatu yang baru yang lebih baik.

Pada era globalisasi sudah menjadi keharusan adanya sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini merupakan upaya  pembangunan manusia seutuhnya. Dalam artian, manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi  landasan yang digunakannya adalah keimanan dan ketaqwaan. Adanya ilmu pengetahuan dan tehnologi adalah merupakan cerminan dari kemantapan keimanan dan ketaqwaan seorang hamba kepada Allah SWT.

Sebagai solusi alternatif, pondok pesantren yang telah dianggap mampu mewujudkan manusia seutuhnya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini, seiring dengan perkembangan pondok pesantren yang mulai membekali anak didik dengan berbagai kegiatan yang mengarah ketujuan pembentukan kepribadian tersebut. Sehingga, terhapuslah anggapan sebagian masyarakat yang menganggap bahwa pondok pesantren itu kuno dan terbelakang yang hanya mengurusi dan mempelajari urusan yang berkaitan dengan akhirat saja.



[1] H.M. Yusuf Hasyim, Peranan dan Potensi Pesantren dalam Pembangunan, (Jakarta: P3M, 1988), hlm.95-96

[2] Imam Suprayogo, Pendidikan Berparadigma Al-Qur’an, (Malang: UIN Malang Press, 2004 ), hlm.223

Leave A Reply

Your email address will not be published.