Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Persepsi

0

Persepsi

2.4.1 Pengertian Persepsi

       Menurut Kotler (2000) persepsi adalah

       “perception is the process by which on individual selects, organizes, and interprets information inputs to create a meaningful picture of the word”

 

       Sedangkan menurut Gibson (1996) mengemukakan bahwa persepsi merupakan proses kognitif, dimana persepsi membantu individu dalam memilih, mengatur, menyimpan, dan menginterpretasikan rangsangan menjadi dunia yang utuh dan berarti, karena setiap orang memberi arti sendiri terhadap rangsangannya.

       Dari kedua pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah apa yang orang pikirkan, yang orang kira mengenai suatu keadaan atau benda, persepsi ini dapat berupa persepsi yang baik atau buruk terhadap sesuatu.

2.4.2 Proses Terjadinya Persepsi

              Gibson (1996) menguraikan tentang terjadinya persepsi sebagai berikut: persepsi berhubungan dengan cara mendapatkan pengatahuan khusus tentang obyek sehingga persepsi terjadi bila stimulus menggerakkan indra. Karena persepsi mencakup kognisi maka juga mencakup penafsiran obyek tanda dan orang dari sudut pengalamannya yang bersangkutan sehingga dikatakan bahwa persepsi mencakup penerimaan, pengorganisasian dan penerjemahan stimulus yang telah diorganisir dengan cara yang dapat mempengaruhi prilaku dan pembentukan sikap.

       Gambar proses terjadinya persepsi:

 

 

 

 
   


Gambar 2.2

Proses Terjadinya Stimulus

 

 

 

              Dari gambar ini dapat dijelaskan bahwa ketika rangkaian stimulus (informasi dan pengetahuan) mengenai alat indra seseorang, lalu diadakan seleksi atas stimulus tersebut, selanjutnya di dalam otak dilakukan pengorganisasian dan penerjemahan stimulus, yang diikuti faktor-faktor pengaruh persepsi, kemudian dilanjutkan dengan melakukan evaluasi dan penafsiran kenyataan.

              Setelah mengalami tahap proses tersebut diatas, di dapat hasil berupa prilaku tanggapan dan pembentukan sikap, yang selanjutnya menjadi dasar pengetahuan dalam proses persepsi, sikap adalah determinan prilaku sebab sikap berkaitan dengan persepsi kepribadian dan motivasi, sikap adalah perasaan positif dan negatif atau keadaan mental yang selau disiapkan, dipelajari dan diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh khusus pada respon seseorang terhadap orang obyek dan keadaan (Gibson;!996).

              Secara garis besar Gibson membagi proses persepsi ini menjadi tiga keadaan yaitu: tahap kenyataan yang dialami, proses persepsi itu sendiri (pemahaman dan penerjemahan) dan hasil (sikap dan prilaku).

              Tahap kenyataan yang dimaksud adalah tanggapan, rangsangan yang diterima oleh individu dalam lingkungan hidupnya, rangsangan ini diartikan luas karena dapat berbentuk sebuah fenomena, perlakuan atau rangsangan lainnya yang mengena secara langsung atau tidak langsung kepada individu, selanjutnya rangsangan tersebut mampu menarik perhatian bagi individu itu sendiri sehingga masuk pada tahapan yang lebih mendalam.

              Tahapan selanjutnya adalah pengorganisasian dan penerjemahan sebagai aspek penting dari persepsi. Pada tahap ini terdapat tiga mekanisme yang membawa individu pada proses persepsi. Mekanisme pertama yaitu: observasi rangsangan, dilakukan untuk lebih memperjelas stimulan yang ada, tetapi tidak semua rangsangan mencapai kesadaran seseorang dengan kejelasan yang sama karena hal tersebut tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi adalah:

  1. Steriotipe, adalah ciri yang dianggap mengikuti individu.
  2. Selektifitas, adalah aktivitas individu untuk memilah informasi yang dapat mendukung pendapatnya.
  3. Konsep diri, yaitu proses penilaian terhadap fenomena dengan mencerminkan pada konsep diri.
  4. Keadaan, yaitu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ketepatan persepsi seperti tekanan waktu, sikap orang lain, dan lain-lain.
  5. Kebutuhan, diartikan sebagai proses pembentukan persepsi dipengaruhi secara nyata oleh kebutuhan dan keinginan konsumen.
  6. Emosi, keadaan psikis yang mampu mempengaruhi pembentukan persepsi.

              Selanjutnya dari proses pemahaman tersebut akan masuk pada tahap hasil yang merupakan akhir dari proses evaluasi dan interpretasi. Ingatan ini akan mempengaruhi dua hal yaitu: prilaku tanggapan dan pembentukan sikap, sikap diposisikan sebagai determinan terhadap prilaku, sikap itu terdiri dari tiga hal yaitu:

  1. Afeksi, yaitu merupakan segmen emosi dari sebuah sikap.
  2. Kognisi, yaitu pemikiran yang melahirkan pendapat
  3. Prilaku, yang mengacu pada kecenderungan seseorang untuk menentukan karakter tindakan seperti: ramah, hangat, agresif, apatis dan lain sebagainya.

                        Evaluasi atas banyak produk adalah subyektif, karena hal ini di pengaruhi banyak faktor di luar aspek fisik. Termasuk juga didalamnya bagaimana suatu produk disajikan, pengalaman masa lalu, dan pendapat orang lain. Karenanya walupun kharakteristik fisik yang sama pada dua lembaga bahasa yang berlainan, dapat di terima lain karena perbedaan sejarah, nama, dan bagaimana diiklankan (kotler;1996).

            Persepsi tidak hanya bergantung pada stimulus fisik tetapi juga oleh stimulus relasi atau hubungan dengan lingkungan sekitarnya dan kondisi dari individu itu sendiri.

2.4.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

            Orang-orang dapat membentuk persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama karena dipengaruhi oleh tiga faktor persepsi yaitu:

  1. Eksposur selektif

Adalah kecenderungan orang untuk mengabaikan sebagian besar informasi yang diterimannya. Orang-orang dihadapkan pada sejumlah besar rangsangan setiap hari, tidak mungkin bagi seseorang untuk memperhatian pada seluruh rangsangan yang ia terima, sebagian besar akan terabaikan. Eksposur selektif berarti bahwa pemasar harus bekerja keras untuk menarik perhatian konsumen. Pesan-pesan mereka akan lenyap pada sebagian besar orang yang tidak ada dalam pasar produk tersebut, terlebih dari itu bahlan orang-orang yang ada di dalam pasar tersebut tidak melihat pesan itu kecuali jika iklan tersebut lebih menonjol dari iklan yang lainnya.

  1. 2.      Distorsi selektif

Adalah kecenderungan orang-orang dalam mengadaptasi informasi kedalam pengertian pribadi. Orang-orang cenderung meninterpretasikan informasi dalam cara yang akan mendukung apa yang mereka yakini. Distorsi selektif berarti bahwa pemasar harus berupaya memahami kerangka berfikir konsumen dan bagaimana pengaruhnya terhadap interpretasi iklan dan promosi penjualan.

  1. Retensi selektif

Merupakan kecenderungan orang-orang untuk mempertahankan hanya sebagian informasi yang akan mereka buka, biasanya informasi yang mendukung sikap dan kepercayaan. (kotler, 1997)

       Menurut Robbins (1996) faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi berasal dari pelaku persepsi (perceiver), target yang dipersepsikan, dan konteks situasi persepsi itu dilakukan.

  1. Pelaku persepsi

Jika individu memandang pada suatu target dan mencoba menafsirkan apa yang dilihatnya maka penafsirannya tersebut akan dipengaruhi karakteristik pribadi dari pelaku persepsi. Karakteristik pribadi yang dapat mempengaruhi persepsi antara lain sikap, motivasi, kepentingan, pengalaman, dan pengharapan.

  1. Faktor pada target

Karakteristik pada target yang akan diamati dapat mempengaruhi apa yang dipersepsikan, antara lain berupa hal baru, gerakan, bunyi, ukuran, latar belakang dan kedekatan target dipandang tidak dalam keadaan sendirian tetapi dalam kelompok bersama, oleh karena itu semakin besar kemiripan suatu produk dengan produk lain makin besar kemungkinan dipersepsikan sebagai kelompok bersama.

  1. Faktor situasi

Unsur-unsur dalam lingkungan sekitar akan mempengaruhi persepsi seseorang antara lain: waktu, keadaan, tempat kerja, dan keadaan sosial.

       Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pesepsi merupakan penilaian individu mengenai kesamaan dan ketidaksamaan diantara seperangkat obyek antara lain dapat berupa variabel-variabel yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut.

2.5 Hipotesis

            Berdasarkan latar belakang, tinjauan teori, dan beberapa penelitian terdahulu maka hipotesis yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah :

“Diduga ada pengaruh yang signifikan antara variabel (produk, biaya, lokasi, penyampaian jasa, promosi, dan bukti fisik) terhadap pembentukan persepsi konsumen YPIA Malang”.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.