Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Periklanan

0

Periklanan

1. Pengertian Periklanan

Selain memilih saluran distribusi yang tepat dan sesuai, perusahaan juga memperhatikan periklanan (periklanan) yang digunakan, agar nantinya pesan yang disampaikan oleh media promosi dapat dimengerti oleh masyarakat.

Banyak pengertian tentang periklanan yang dikemukakan oleh para ahli ekonomi dan kebanyakan orang percaya periklanan bekerja mengirimkan suatu pesan lewat suatu media cetak maupun elektronika akan diperoleh jumlah konsumen yang cukup besar dalam jangka waktu yang tidak begitu lama. Suatu hal yang tidak mungkin bila perusahaan mengharapkan penjualan yang meningkat hanya karena memasang iklan. Seperti yang dikemukakan oleh S. Nitisumito (1993:134) menjelaskan bahwa periklanan adalah : “Suatu usaha untuk mempengaruhi konsumen dalam bentuk tulisan, gambar, suara atau kombinasi dari semuanya itu diarahkan pada masyarakat secara luas dan secara tidak langsung”.

 

Dari difinisi tersebut dapat disimpulkan bahwa periklanan berusaha untuk menarik minat dan perhatian orang banyak pada suatu barang atau jasa dan dalam perekonomian modern periklanan media promosi yang tidak dapat dipisahkan dari proses penjualan.

2. Tujuan Periklanan

Tujuan periklanan yang terutama adalah menjual atau meningkatkan penjualan barang atau jasa. Dari segi lain tujuan periklanan yang riil adalah mengadakan komunikasi secara efektif. Masyarakat sebagai penerima berita atau iklan diharapkan bisa tertarik dan terpengaruhi untuk mengubah sikap dan tingkah lakunya. Tetapi masyarakat atau bahkan pengusaha sendiri tidak menyadari adanya kenyataan tersebut. Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan periklanan adalah untuk meningkatkan penjualan.

Menurut Basu Swasta DH (1990:353) tujuan periklanan adalah sebagai berikut :

a.  Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain.

b.  Mencapai orang-orang tertentu yang tidak dicapai oleh tenaga penjual atau salesman dalam waktu tertentu.

c. Mengadakan hubungan dengan para penyalur.

d.         Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik langganan baru.

e. Memperkenalkan produk baru.

f. Menambah penjual industri.

g. Mencegah timbulnya barang-barang tiruan.

h. Memperbaiki reputasi perusahaan dengan memberikan pelayanan umum melalui periklanan.

 

 

3. Fungsi Periklanan

Periklanan tidaklah sama dengan iklan. Iklan adalah beritanya itu sendiri, sedangkan periklanan adalah prosesnya, yaitu suatu program kegiatan untuk mempersiapkan tersebut dan menyebarluaskan kepada pasar, masyarakat perlu diberi tahu adanya produk.

Sedangkan fungsi periklanan itu sendiri menurut Soehardi Sigit (1991:52) adalah sebagai berikut :

a. Membantu memperkenalkan barang baru dan kepada siapa atau dimana barang itu dapat diperoleh.

b. Membantu ekspansi pasar.

c. Membantu dan mempermudah penjualan yang dilakukan oleh dealer.

d.         Membantu salesman dalam mengenal adanya barang tertentu dan pembuatannya.

e. Memberikan keterangan agar penjelasan kepada pembeli atau calon pembeli.

f. Membantu kepada mereka yang melakukan penjualan.

 

4. Media Periklanan

Sedangkan media yang dapat digunakan untuk melaksanakan periklanan menurut Soehardi Sigit (1992:57) adalah :

a. Pada media massa bacaan

1) Harian untuk umum atau golongan tertentu.

2) Majalah untuk umum atau golongan tertentu.

3) Katalog, buletin dan sebagainya.

b. Pada kendaraan atau bangunan

1) Kereta api, mobil, truk dan kapal.

2) Tembok, lantai dan jembatan.

3) Papan yang dipasang.

 

c. Melalui alat hiburan

1) Radio.

2) Televisi.

3) Bioskop.

4) Slides.

d. Direct periklanan

1) Folders.

2) Booklets.

3) Kalender.

4) Kartu pos, surat edaran dan sebagainya.

5. Masalah Utama Periklanan

Berhasilnya sebuah iklan tergantung pada daya tarik atau kemampuan untuk menarik calon pembeli. Sehingga pembeli akan merasa membutuhkan dan kemudian akan membeli. Berhubungan dengan hal tersebut, maka dapat menarik konsumen. Menurut Marwan Asri (1991:388) sebagai berikut :

a. Penentuan tujuan periklanan

b. Menunjukkan kreativitas

c. Pemilihan waktu yang tepat

d. Pemilihan media iklan yang tepat

e. Penentuan anggaran periklanan

 

Pada dasarnya perusahaan mengadakan promosi, khususnya melalui periklanan bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan. Dan apabila penjualan meningkat maka kegiatan periklanan tersebut dapat dikatakan efektif. Kemampuan perusahaan dalam mengukur efektifitas periklanan adalah penting, hal tersebut dapat meningkatkan pengeluaran dana tersedia serta mengalokasikan dana yang tersedia untuk periklanan.

6. Tujuan Periklanan

Setiap kegiatan pastilah mempunyai suatu tujuan yang hendak dicapai. Begitu pula halnya dengan Periklanan , secara umum tujuan dari Periklanan itu adalah untuk meningkatkan omzet penjualan, yang mana hal tersebut dilakukan dengan jalan mempengaruhi konsumen secara tidak langsung. Dengan periklanan ini diharapkan akan dapat meningkatkan penjualan, sedang bagi perusahaan yang sudah baik diharapkan agar omzet penjualan yang telah dicapai minimal dapat dipertahankan. Dari segi lain, tujuan Periklanan yang riil adalah mengadakan komunikasi yang efektif.

Sedangkan sasaran dalam Periklanan adalah masyarakat atau pasar, jadi bukannya seorang individu. Masyarakat sebagai penerima berita atau iklan sering dapat terpengaruh dan ingin merubah sikap dan tingkah laku mereka. Tetapi masyarakat atau bahkan pengusaha sendiri tidak menyadari adanya kenyataan tersebut.

Tujuan Periklanan menurut Basu Swastha DH (1996 : 252) adalah sebagai berikut :

  1. Mendukung program penjualan pribadi dan kegiatan promosi lain.
  2. Mencapai orang-orang yang tidak dapat dijangkau oleh tenaga penjual atau salesman dalam jangka waktu tertentu.
  3. Mengadakan hubungan dengan penyalur, misal mencantumkan nama dan alamatnya.
  4. Memasuki daerah pemasaran baru atau menarik langganan baru.
  5. Memperkenalkan produk baru.
  6. Penambah penjual industri.
  7. Mencegah timbulnya barang tiruan.
  8. Memperbaiki reputasi perusahaan dengan memberikan pelayanan umum melalui periklanan.

 

Tujuan Periklanan menurut RHA Rahman Prawiraajaja (1991:32), adalah :

  1. Pengenalan dan penerimaan brand.
  2. Pembelian Percobaan.
  3. Mencapai pembeli yang tidak dapat didekati.
  4. Menambah nilai produk.
  5. Membantu pelaksanaan penjualan pribadi.

 

a. Pengenalan dan penerimaan brand

Agar suatu produk yang baru muncul atau lama tidak kelihatan di pasaran tetap diingat brand dari hasil produk perusahaan maka cara yang digunakan adalah maksud bahwa barang atau produk yang dihasilkan telah beredar di pasaran.

b. Pembelian percobaan.

Dengan mengadakan pembelian yang merasa senang terhadap barang tersebut akan menjadi salah satu langganan.

c. Mencapai pembelian yang tidak dapat didekati.

Maksudnya adalah para pembeli tersebut sangat jauh letaknya, apabila salesman perusahaan mendatagi, maka akan makan waktu dan biaya yang besar, oleh karena itu satu-satunya cara yang digunakan adalah dengan melaksanakan Periklanan .

d. Menambah nilai produk

Dengan diadakan Periklanan diharapkan nilai dari produk meningkat dan kemudian para konsumen mengharapkan adanya suatu keadaan dimana produknya dapat disesuaikan dengan permintaan pasar. Bertambahnya nilai produk baru akan berhasil apabila telah diberikan beberapa penjelasan mengenai kelebihan-kelebihan nilai produk tersebut.

 

e. Membantu melaksanakan penjualan pribadi

Periklanan yang dilaksanakan dengan baik sangat membantu tugas para salesman akan lebih mudah untuk memperkenalkan barangnya apabila barang yang ditawarkan tersebut pernah didengarkan atau dilihatnya dibandingkan dengan barang lain apabila barang tersebut sama sekali terasa asing bagi konsumen, karena belum pernah di Periklanan kan. Disini baru terasa letak pentingnya Periklanan untuk membantu pelaksanaan penjualan pribadi.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.