Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Perbedaan Tawa dan Humor

0

Perbedaan Tawa dan Humor

            Menurut Kataria (2004: 131), tawa dan humor berjalan bersama; keduanya tidak dapat dipisahkan. Humor lebih halus dan merupakan kesadaran dan kemampuan seseorang untuk melihat sesuatu yang lucu atau mengungkapkan sesuatu dengan cara yang lucu. Tawa adalah salah satu ungkapan humor. Tawa dan humor mempunyai hubungan sebab akibat. Humor adalah sebabnya dan tawa adalah akibatnya, yang membawa perubahan fisiologis dan biokimia dalam tubuh kita. Humor adalah merupakan fenomena yang menuntut pemikiran dan kecerdasan. Dan seperti kebanyakan orang, sangat sedikit orang yang menyatakan diri mereka mempunyai rasa humor yang tinggi. Oleh karena itu klub tawa adalah tempat bagi kebanyakn orang untuk membawa lebih banyak tawa dalam hidup mereka tanpa terlalu memusingkan rasa humor mereka. Dalam klub tawa, tawa adalah sebabnya dan humor adalah akibatnya.

            Lebih lanjut, President Tawa dari AS, Steve Wilson (dalam Kataria, 2004) memaparkan dengan panjang lebar tentang tawa dan humor. Berikut ini pokok pemikirannya:

v  Klub tawa menggunakan sebuah pendekatan kegiatan sistematis yang berdasarkan kedua praktek kuno, seperti yoga dan meditasi, serta ilmu pengetahuan medis modern.

v  Para anggota Klub Twa terlibat sebagai peserta yang katif dan interaktif, bukan sebagai pendengar pasif yang sedang dihibur. Orang yang aktif berpartisifasi dalam kegiatan humor dan tawa apapun akan mendapatkan lebih banyak manfaat daripada mereka yang hanya secara pasif merima humor dan tawa.

v  Klub tawa mempromosikan tawa sebagai bentuk latihan asli berdasarkan peregangan yoga, bersama teknik-teknik pernapasan berirama dan dinamis berdasarkan yoga.

v  Program tawa penyembuhan yang disebut Klub Twa membuat daya tawa yang alami dan positif menjadi sebauh pilihan kesehatan yang mudah dijangkau oleh kalangan luas. Tawa adalah sebagai obat pencegah. Tidak ada pengganti untuk perawatan medis konvensional, tetapi tawa bisa ditambahkan sebagai obat pelengkap.

v  Kegiatan tawa paling sering dilakukan dalam kelompok yang datang bersama dengan satu tujuan dan saling memberikan dukunga. Oleh karena itu, metode dan pandangan kelompok tawa bisa diterapkan dalam berbagai komunitas sebagai perekat sosial sebagai bentuk dari persaudaraan dan persahabatan.

v  Karena merupakan kegiatan kelompok, Klub Tawa membantu orang-orang saling mengilhami dan memotivasi untuk mengolah rasa takut dan malu mereka sampai mereka menemukan rasa humor mereka.

v  Model penyembuhan Klub Tawa mempunyai sebuah struktur yang bisa dipelajari; koordinator bisa dilatih. Para koordinator memperagakan, memotivasi, memdidik, dan mengilhami. Koordinator Tawa Berijazah bertindak dengan pedoman-pedoman etis.

v  Jika humor terjadi dalam sesi Klub Tawa, hal ini merupakan peristiwa spontan dalam kelompok, tidak dipaksakan, diharapkan, atau diawajibkan.

v  Humor bersifat pribadi dan subjektif; tawa bersifat universal. Ketika lelucon digunakan untuk merangsang tawa, banyak orang tidak memahami kelucuannya, atau tidak menyukainya. Menggunakan lelucon berarti mengambil resiko menyinggung atau melukai.

v  Humor sulit didefinisikan dan ”kelucuan” nyaris mustahil diukur. Namun demikian, perubahan-perubahan fisiologis yang meruapakan dampak tawa relatif lebih mudah diukur dan manfaatnya bisa lebih mudah diamati serta dipelajari.

v  Tidak seperti lawakan, Klub Tawa bisa bertemu sesering yang diinginkan kelompok tawa tanpa menjadi membosankan. Hal ini karena ada ribuan orang terlibat, yang terus menerus menambah variasi dan menghidupkan sesi tawa.

v  Karena Klub Twa mempunyai metode dan nilai-nilai yang sama, para koordinator dan anggota Klub Tawa bisa membentuk sebuah jaringan global untuk berbagi ide dan saling memberikan dorongan serta ilham.

v  Klub Tawa terbuka untuk umum, tidak ada perkecualiaan. Bebas dari ikatan politik dan agama, serta tidak mengeksploitasi dan tidak komersial

v  Berbagai metode tawa yang bersifat menyembuhkan dan sistematis sesuai untuk semua umur, latar belakang, dan bahkan sesuai untuk berbagai keterbatasan fisik dan mental.

v  Berbagai metode tawa ini mengolah tubuh, pikiran, dan jiwa. Filosof yang digunakan adalah ”Tertawalah dan buatlah orang lain tertawa”, ”Tertawalah dan milikilah semangat tawa”.

v  Klub Tawa tidak dibatasi perbedaan bahasa. Tawa tidak mempunyai aksen.

v  Klub Tawa memberikan rasa memiliki dan rasa terlibat dalam pencapaian tujuan luhur.

Leave A Reply

Your email address will not be published.