Perbedaan Pembuatan Web dengan Hard Code (Website Custom) dan Open Source CMS

Perbedaan Pembuatan Web dengan Hard Code (Website Custom) dan Open Source CMS

Pada kesempatan ini kami akan memberikan sedikit informasi berkaitan dengan jenis pembuatan website. Memang untuk membuat website kita bisa menggunakan beberapa cara, dan tergantung kebutuhan atau kegunaan website tersebut.

Mungkin kita sering menemukan jasa pembuatan website dengan harga super murah dan waktu pembuatan dengan durasi yang sangat cepat. Bisa hitungan jam bahkan menit website sudah bisa online.  Memang banyak yang menyediakan jasa seperti itu. Namun, Anda jangan salah persepsi dulu, mengapa banyak juga jasa pembutan website yang mengenakan tarif lebih mahal dan waktu pembuatan yang lebih lama?.  Tentu saja karena sistem atau cara yang digunakan berbeda. Kebanyakan dari website yang memberikan tarif lebih mahal, mereka menggunakan sistem hardcode (Website Custom) atau pengkodingan dari awal.

Mereka yang mempunyai jasa pembuatan website super murah dan super kilat kemungkinan besar menggunakan CMS (Content Management System) Open Source.  Website ini dibangun menggunakan software Open Source atau software gratisan yang telah tersedia di internet. Software ini bisa didownload dan di instal dengan mudah oleh siapa saja walaupun tidak memiliki keahlian pemograman website yang memadai. Hanya dengan sekali install, kita sudah mendapatkan front end website dinamis dan  Dashboard atau Admin Area. Diantara jenis cms yang sering digunakan untuk pembuatan website adalah  WordPress , Joomla dan Drupal.

Hard Code atau Website custom  adalah website yang dibangun secara manual dari awal. Mulai dari desain tampilannya, pembuatan database hingga coding (script) untuk membuat front end dan halaman admin (Admin Area). Dengan mengerjakan semua secara manual, sistem yang dihasilkan akan sangat jauh lebih sederhana dan user-friendly dibandingkan website Open Source. Dari tampilan front end hingga admin area semuanya disesuaikan dengan kebutuhan klien. Dan tentu saja hasilnya original. Pembuatan website jenis ini memang membutuhkan waktu lebih lama, namun dari segi kualitas front end dan Admin Area akan sangat jauh berbeda dibanding website Open Source.

 

Kelebihan hardcode (Website Custom)

  • code bisa lebih efisien, karna dibuat Bener-benar sesuai kebutuhannya
  • relatif lebih aman dari segi security webnya
  • dapat dikembangkan sesuai keinginan
  • mudah di-maintenance dan mudah dilakukan perbaikan jika terjadi error pada system.

 

Kekurangan Hardcode (Website Custom)

  • waktu develop atau pembuatan  yang lebih lama
  • membutuhkan developer Web untuk menambahkan fitur atau fasilitas baru

 

Kelebihan CMS Open Source

  • Bisa lebih cepet developnya
  • Bisa dipelajari walaupun kita tidak mengetahui bahasa pemrograman
  • untuk CMS yg populer biasanya sudah banyak plugin/theme/komunitas, jadi kedepannya harus sering memantau perkembangan dari komunitas

 

Kekurangan CMS Open Source

  • sistem yang sudah standar, sehingga design tampilan cenderung standar dan kurang variasi.
  • template-template gratisan yang bisa diunduh secara gratis oleh siapapun. Jangan heran jika tiba-tiba anda menemukan website lain yang tampilannya persis sama dengan website Open Source anda.
  • Admin Area yang rumit, tidak sedikit yang kemudian merusak tampilan websitenya sendiri dan kemudian patah semangat karena kesulitan dalam mengupdate halaman-halaman websitenya. Hal inilah yang jarang disampaikan oleh para penjual jasa webdesign Open Source kepada klien. Biasanya mereka hanya menekankan pada harga yang murah.
  • mungkin ada fitur2 yg ga kepake, kurang efisien
  • Karena script Open Source yang bersifat terbuka dan banyak diketahui umum (para pengguna dan pengembang Open Source) maka website Open Source menjadi rentan untuk diserang (hacked) atau defacer.

Kapan pake CMS/hardcode?

  • tergantung fitur websitenya, kalo memang cukup dikembangkan dengan CMS Open Source, mengapa kita harus membuat ulang?
  • tergantung permintaan & dana dari klien tentunya setelah mebaca ualasan diatas

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *