Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Pengertian Pengambilan Keputusan

0

Pengertian Pengambilan Keputusan

 

Pengambilan keputusan telah menjadi perhatian yang cukup luas baik dalam  pengembangan  teori  atau  penelitian  dalam  Psikologi  sosial  (Wolman,

1977). Bagi penelitian sosial, pengambilan keputusan baik pada tingkat individu maupun pada tingkat kelompok menjadi daerah penelitian yang penting (Hofsteede, 1971). Hal ini memang terbukti dengan adanya studi-studi tentang pengambilan keputusan yang sudah banyak dilakukan oleh orang dari pelbagai latar belakang disiplin ilmu. Dalam bidang Psikologi biasanya studi pengambilan keputusan ini banyak dikaitkan dengan pengaruh persepsi, ingatan, pola berpikir, proses kognisi, emosi dan variabel-variabel kepribadian seseorang terhadap keputusan yang diambilnya (Suharman, 1999).

Menurut     Mckeachie      (1986),      pengambilan      keputusan     adalah pertimbangan beberapa tujuan dan pengukuran atas kemungkinan keberhasilan dari beberapa alternatif yang diketahui. William Biddle (dalam Hofsteede, 1971) menyatakan bahwa pengambilan keputusan sebagai selection of proposed action to solve the problem, yaitu suatu pilihan dari tindakan yang ditawarkan untuk memecahkan persoalan. Hal yang senada dengan pernyataan tersebut, yaitu pengambilan keputusan diartikan sebagai pembuatan pilihan atas dua atau lebih

alternatif yang ada. Pengambilan keputusan ini terjadi sebagai reaksi terhadap

 

 

 

 

11

 

 

 

 

 

 

suatu masalah . Ada kesenjangan antara keadaan saat ini dan keadaan yang diinginkan, dan hal ini menuntut pertimbangan arah tindakan yang dipilih (Robbins, 1996).

Seseorang yang telah mengambil keputusan, dengan demikian dapat diartikan ia telah melakukan pemilihan terhadap alternatif-alternatif yang ditawarkan kepadanya. Hal yang tidak dapat dipungkiri adalah kemungkinan atau pilihan  yang  tersedia  bagi  tindakan  itu  dibatasi  oleh  kondisi  dan  kemampuan orang-perorangan,  lingkungan  sosial,  ekonomi,  budaya,  lingkungan  fisik  dan aspek psikologis (Roepke, 1982).

Siahaan (1992) memberikan batasan pengambilan keputusan sebagai pemilihan terhadap obyek perilaku tertentu dari dua alternatif atau lebih. Batasan yang lain menyatakan bahwa pengambilan keputusan diartikan sebagai proses berpikir dan bertindak yang diwujudkan dalam bentuk perilaku tertentu (Dunette,

1976). Definisi yang diberikan oleh Dunette ini nampak lebih menekankan adanya keterkaitan        antara                     proses       berpikir  seseorang    dengan        perbuatan                  yang dilakukannya.

Chang (1972) menyatakan hal yang hampir sama dengan batasan di atas, yaitu  bahwa  pengambilan  keputusan  tidak  hanya  meliputi  proses  kognisi  dan afeksi saja, melainkan juga meliputi perilaku seseorang. Pengambilan keputusan yang diambil oleh seseorang akan mengontrol tindakannya. Berdasarkan hal tersebut dapat ditafsirkan perilaku seseorang merupakan produk dari keputusan yang diambil. Simatupang (1986) mengatakan pada saat seseorang sedang melakukan analisa, mempertimbangkan serta melibatkan emosinya maka orang

 

 

 

 

 

 

lain tidak bisa melihatnya, sedangkan pada saat ia melakukan suatu perilaku tertentu sebagai hasil dari keputusan yang diambilnya maka orang lain baru bisa melihatnya. Jadi memahami pengambilan keputusan yang telah diambil seseorang seharusnya melihat dari sisi yang “bisa dilihat” dan dari sisi yang “tidak bisa dilihat”.

Berdasarkan   uraian   di   atas,   maka   diketahui   bahwa   pengambilan keputusan itu berkaitan dengan alternatif yang dihadapi individu (terutama pemecahan masalah) dan pilihan yang diambil individu terhadap alternatif yang ada. Setiap individu memiliki kondisi yang berbeda-beda, hal ini mempengaruhi atau ikut menentukan pilihan yang ada pada individu.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.