Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Pengertian kecemasan berbicara di muka umum

0

Pengertian kecemasan berbicara di muka umum

 

Kecemasan tidak selalu bersifat negatif terhadap perkembangan dan perilaku individu. Kecemasan dapat menjadi pemicu terhadap kemajuan individu seperti dikemukakan Burgon dan Ruffner (1978), bahwa   kecemasan dapat menjadi faktor pendorong dan meningkatkan usaha agar memperoleh hasil pekerjaan lebih baik. Sebaliknya, apabila kecemasan berlebihan dapat menjadi faktor pengganggu karena akan mengurangi atau menghambat  kinerja individu.

Burgon dan Ruffner (1978)   menyebut individu yang mengalami kecemasan berbicara di depan umum sebagai unwillingness communication, yaitu kecemasan pada  saat      melakukan  komunikasi  di  muka  umum  (public  setting).  Speaker apprehension adalah istilah yang dikemukakan Devito (1995) untuk individu yang mengalami kecemasan berbicara di depan orang banyak.

Philips  (dalam  McCroskey,  1977)  menyebut  kecemasan  berbicara  di  muka umum   atau   orang   banyak   karena   ketidakmampuan   menyusun   pesan   sebagai reticence. Kesulitan utama dalam kasus  reticence bukan pada pengetahuan akan tetapi        ketidakmampuan       dalam  menyampaikan     susunan            kata-kata                yang      telah disipakan.

De Vito (1995) mengungkapkan ada dua aspek yang menjadikan individu mengalami  kecemasan  berbicara  di  depan  umum,  yaitu,  (a)  kognitif,  berwujud

 

 

 

 

 

kemampuan berpikir individu mengalami kemunduran sehingga tidak mampu melakukan transaksi komunikasi secara baik di muka umum; (b) perilaku, terlihat pada  frekuensi  dan  intensitas  keterlibatan  individu  dalam  transaksi  komunikasi menjadi rendah.

Spielberger dan Lamb (dalam McCroskey, 1977) menggolongkan kecemasan

 

berbicara  di muka umum menjadi dua kategori, yaitu  state anxiety dan trait anxiety. Kategori state anxiety hanya mengalami kecemasan pada situasi tertentu, seperti pada saat wawancara dengan banyak wartawan. Kecemasan yang dialami individu pada kategori ini relatif pendek, yaitu hanya pada saat peristiwa wawancara berlangsung. Apabila proses tersebut sudah selesai, individu akan mampu berkomunikasi dengan baik lagi. Pada kategori state anxiety perasaan kecemasan terjadi pada segala bentuk komunikasi.

Kecemasan berbicara di depan umum dapat dikategorikan sebagai state anxiety, bila kecemasan hanya bersifat sementara dan tidak mengalami gangguan kepribadian. Menurut  Calhoun  dan  Acocella  (1990)  individu                                                                            yang  mengalami  kecemasan berbicara di muka umum tidak perlu menghindari dan menarik diri dari kegiatan tersebut, karena proses menghindari hanya akan menjadi pengawet kecemasan.

Berdasar uraian yang telah dikemukakan, kecemasan berbicara di muka umum dirumuskan sebagai perasaan tertekan yang dialami individu dan bersifat sementara pada saat menyampaikan dan menanggapi pesan secara lisan di depan orang banyak.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.