Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Pengertian Identitas Ego

0

Pengertian Identitas Ego

 

Menurut Fuhrmann (1990), seseorang telah dikatakan mempunyai identitas  ego  berarti  ia  mempunyai  suatu  konsep  diri  yang  realistik,  yang meliputi baik penguasaan fisik maupun kognitif terhadap lingkungan serta mempunyai kesadaran sosial di dalam suatu masyarakat tertentu. Individu yang mempunyai identitas yang kuat menyadari adanya kontuinitas dirinya dengan orang lain maupun keunikan individualitasnya.

Atwater (1992) mengatakan bahwa identitas ego remaja adalah suatu perasaan tentang siapa dirinya dan akan menjadi apa dirinya kelak. Disamping itu identitas ego juga memberikan suatu perasaan adanya kesamaan dan kontuinitas ditengah-tengah perubahan yang terjadi didalam hidup remaja. Adanya perasaan ini penting, terutama karena dewasa ini terjadi perubahan yang   terus-menerus   di   dalam   masyarakat   yang   akibatnya   banyak   nilai tradisional yang berubah, misalnya : terjadi perubahan terhadap apa yang diharapkan   sebagai   seorang   laki-laki   atau   sebagai   seorang   wanita   atau terjadinya perubahan terhadap apa yang diharapkan masyarakat dari seorang

 

 

 

 

 

 

 

 

remaja dan seorang yang telah dewasa. Dengan adanya suatu identitas ego, individu tidak akan terombang-ambing dalam menghadapi perubahan di dalam hidupnya.

Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Scarr (1986) bahwa identitas ego merupakan suatu perasaan mengenai keunikan diri dan munculnya kesadaran diri       terhadap  perbedaannya  dengan  orang  lain  yang  meliputi kemampuan dan kebutuhannya serta kesadaran diri terhadap bagaimana seharusnya remaja di dalam lingkungan sosial.

Erikson (dalam Berszonsky, 1981) mendefinisikan identitas ego sebagai kelanjutan              dari                 tahap perkembangan   psikososial     sebelumnya                 (sebelum mencapai usia remaja) dan bagaimana remaja mensintesiskan pengalaman yang didapatkan          sebelumnya,                        sehingga                 remaja   mampu menjawab   pertanyaan mengenai “siapa dirinya” dan “akan kemana dirinya kelak”. Untuk meraih identitas    ego    ini,  menurut Erikson     semua  individu       harus    menyadari kemampuan, keunikan, kekuatan dan kelemahan-kelamahan yang dimiliki yang mana berbeda dengan individu lainnya di lingkungan remaja tersebut hidup. Individu yang mampu menyelesaikan tugas-tugasnya tersebut dengan sukses adalah individu yang secara aktif menguasai lingkungannya, yang menunjukkan keutuhan kepribadian dan mampu untuk menerima dunia dan dirinya sendiri secara tepat.

Identitas menurut Marcia (dalam Irmawati,1996) adalah suatu struktur diri,  konstruksi  diri  yang  bersifat  internal,  organisasi  yang  dinamis  dan dorongan-dorongan, komponen-komponen dan kepercayaan-kepercayaan serta

 

 

 

 

 

 

 

 

sejarah individu yang bersangkutan. Semakin baik berkembangnya struktur ini, semakin sadar individu akan menjadi apa ia kelak dengan keunikan-keunikan yang ada pada dirinya dan dengan kesamaannya dengan orang lain dan dengan kekuatan-kekuatan          dan                  kelemahannya.       Sebaliknya       semakin                                    buruk berkembangnya struktur ini semakin bingung individu dalam membedakan dirinya dengan orang lain serta semakin sering ia harus mencari dukungan pada sumber-sumber eksternal di dalam mengevaluasi dirinya. Selanjutnya menurut Marcia struktur identitas ini bersifat dinamis dalam arti elemen-elemen di dalamnya senantiasa bertambah dan berganti.

Identitas ego, dengan demikian dapat disimpulkan adalah struktur diri yang berisi kesadaran individu mengenai kekuatan-kekuatan dan kelemahan- kelemahan  serta  keunikan  maupun  kesamaan-kesamaannya  dengan  individu lain,  yang  pada  akhirnya  membantu  individu  tersebut  sadar  tentang  siapa dirinya dan akan menjadi apa dia kelak.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.