Pemuda Terkaya di Indonesia

Pemuda Terkaya di Indonesia

Siapa saja orang-orang muda di daftar 40 terkaya majalah Forbes Indonesia? Ada dua orang yang masih berusia 30-an tahun, dan seorang berusia 41 tahun.

Di posisi 20 ada Ciliandra Fangiono, 34 tahun, dengan kekayaan sebesar USD 1,1 miliar. Dia mengepalai First Resources yang mengelola 100 ribu hektar lahan minyak kelapa sawit di Sumatra dan Kalimantan. Bersama sejumlah saudaranya, Ciliandra menguasai 85 persen saham perusahaan itu. First Resources didirikan Martias, ayah Ciliandra, yang sejak 2003 tak banyak melibatkan diri di perusahaan itu.

Agus Lasmono Sudwikatmono, 39 tahun, memiliki kekayaan sebesar USD 845 juta. Dia adalah wakil presiden komisaris di Indika Energy, penambang batu bara. Agus adalah putra eksekutif papan atas dari grup Salim, Sudwikatmono–sepupu mantan presiden Soeharto.

Lalu ada Sandiaga Uno, 41 tahun. Ia tercatat berkekayaan USD 795 juta, hampir dua kali lipat tahun sebelumnya yang USD 400 juta. Ia ikut mendirikan Saratoga Capital bersama Edwin Soeryadjaya (di posisi 13 terkaya) pada 1998. Ia juga turut mengangkat Adaro Energy ke salah satu perusahaan penambang batu bara kedua terbesar di Indonesia. Tahun ini, ia sempat mencalonkan diri menjadi kepala Kamar Dagang Indonesia, tapi gagal.

 

Sekilas tentang Agus Lasmono Sudwikatmono.

Kekayaan Agus mencapai US$845 juta atau sekitar Rp7,6 triliun. Melalui bisnisnya di industri batu bara, pria berusia 39 tahun itu kini menjadi wakil presiden komisaris pada perusahaan penambang batu bara, PT Indika Energy Tbk.

Indika Energy adalah perusahaan energi terpadu di Indonesia. Perusahaan menyediakan layanan solusi energi terintegrasi melalui diversifikasi investasi dalam bidang sumber daya energi, jasa, dan infrastruktur energi melalui investasi strategis di bidang produksi batu bara lewat PT Kideco Jaya Agung.

Sementara itu, di bidang rekayasa, pengadaan, dan konstruksi jasa melalui Tripatra, serta rekayasa, pertambangan, dan konstruksi serta jasa kontraktor lewat PT Petrosea Tbk. Untuk proyek pembangkit listrik, perusahaan menjalankan bisnis melalui PT Cirebon Electric Power.

Akhir November lalu, Indika telah menandatangani opsi perjanjian untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Mitrabahtera Segara Sejati, sebuah transportasi batu bara terpadu dan jasa logistik perusahaan dari keluarga Prasatya .

Setelah perjanjian itu, Indika Energy akan melakukan uji tuntas (due diligence) pada perusahaan pelayaran dan pengangkutan yang menyediakan jasa logistik batu bara domestik maupun internasional itu.

Sebelumnya, Indika melalui anak usahanya telah mengakuisisi 100 persen kepemilikan saham PT Satya Mitra Gas. Anak usaha perseroan tersebut adalah PT Indika Energy Infrastructure dan PT LPG Distribusi Indonesia.

Perseroan mengambil alih saham, termasuk aset perusahaan berupa tanah, peralatan, mesin, dan bangunan sebesar Rp5,37 miliar. Satya Mitra Gas merupakan perseroan yang bergerak di bidang bulk elpiji.

Transaksi besar Indika Energy lainnya adalah ketika telah merampungkan pengambilalihan 81,95 persen saham PT Petrosea Tbk pada Juli 2009.

Selama 2009, laba bersih konsolidasi Indika mencapai Rp725,67 miliar atau turun sebesar 33,10 persen dibandingkan perolehan 2008 sekitar Rp1,08 triliun.
Meski laba bersih turun, perseroan mampu mencatatkan kenaikan pendapatan sekitar Rp2,17 triliun atau naik 5,9 persen dari sebelumnya Rp 2,04 triliun.

Berdasarkan data Forbes itu, Agus Lasmono berada di peringkat ke-24. Kekayaan Agus melampaui beberapa taipan senior seperti pendiri Grup Lippo, Mochtar Riady (US$730 juta), Ciputra (US$725 juta), Hashim Djojohadikusumo (US$680 juta), Hary Tanoesoedibjo (US$595 juta), dan Prajogo Pangestu (US$455 juta).

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *