Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual

0

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual

Covey mengemukakan cara untuk mengembangkan SQ kita. Setidaknya ada tiga cara yang dapat digunakan untuk melatih SQ:

 1. Integritas-menyatu dengan nilai, keyakinan, dan nurani tertinggi seseorang, serta membentuk hubungan dengan Tuhan. Kunci dari langkah pertama ini adalah dengan membiasakan dari hal yang terkecil;

    1. Integritas-Membuat dan memenuhi janji yang tulus dan baik terhadap diri maupun terhadap yang lain. Ini penting dilakukan karena setiap pemenuhan janji atau komitmen sedikit demi sedikit, dalam waktu singkat kehormatan pribadi akan menjadi lebih kuat dari pada suasana hati. Integritas akan lebih berkembang dan ini berarti anda akan memiliki keutuhan pribadi yang akan menjadi sumber kekuatan dahsyat. Misalnya berkomitmen selalu memaafkan orang lain dengan tulus, berterima kasih dan mengirimkan salam kepada orang yang dikenal dekat atau tidak, dan lain sebagainya.
    2. Integritas-Mendidik dan mematuhi hati nurani. Dengan membiasakan diri mempelajari literatur kebijaksanaan, serta meneladani kehidupan orang mulia yang menimbulkan inspirasi dan teladan dalam kehidupan, maka sedikit demi sedikit suara hati yang akan menuntun akan semakin terdengar.
  1. Makna-memiliki keinginan untuk memberikan konstribusi terhadap orang lain dan pada tujuan yang bermakna. Kunci dari langkah ini adalah dengan membiasakan diri bertanya ”Apa yang dituntut situasi hidup saya saat ini; yang yang harus saya lakukan dalam tanggung jawab saya, tugas-tugas saya saai ini; langkah bijaksana apa yang akan saya ambil?” Jika kita hidup dengan hati nurani kita yang berbisik mengenai jawaban atas pertanyaan kita diatas maka, “ruang antara stimulus dan respon menjadi semakin besar dan nurani akan makin terdengar jelas”. Menetapkan tujuan hidup pada jalan yang tulus dan penuh kasih sayang adalah cara terbaik untuk menemukan jalan bermakna, karena yang akan kita lakukan akan berpengaruh terhadap orang lain.
  2. Suaramenyerlaraskan pekerjaan kita dengan bakat atau anugerah unik kita, dan panggilan diri kita. Menetapkan fikiran kita untuk menjadi orang yang bermanfaat adalah langkah bijaksana untuk menjalani kehidupan. Ingatlah untuk selalu mempertimbangkan empat hal yang paling esensial yaitu: fisik, mental, sosial, dan spiritual, dalam menetapkan dan memandang diri, visi dan misi kita untuk hidup di dunia. Dengan melihat keseluruhan faktor tadi dalam segala situasi kita, maka kita akan mendapatkan gambaran yang holistik mengenai sesuatu, kita lebih peka, lebih tertuntun oleh prinsip dan suara hati. karena kita menyeimbangkan komponen esensial dari segala sesuatu. Akhirnya fokus kita bukan berpusat pada salah satu aspek tadi namun berpusat pada prinsip yang lebih benar dan abadi.[1]

Tony Buzan menawarkan latihan otak untuk mengembangkan kecerdasan spiritual:

  1. Melatih kecerdasan pribadi. Mengenal diri sendiri adalah salah satu landasan untuk mengembangkan kecerdasan spritual. Sebelum kita tahu orang lain dan alam hendaknya kita mengetahui dan mengenal secara mendalam mengenai kita sendiri agar kita lebih mencintai, bersyukur dan berkomitmen dengan diri mengenai kehidupan yang akan kita jalani. Kecerdasan pribadi mencangkup; Pengetahuan mengenai pengetahuan dan pemenuhan diri, pemahaman mengenai diri sendiri-tentang model atau peta mental diri secara baik dan jujur, dan mampu belajar dari dasar pengetahuan tersebut.
  2. Mengembangkan kecerdasan sosial. Pemahaman mendalam mengenai orang lain akan berkembang menjadi kasih sayang yang tumbuh dan penuh tenggang rasa kepeda mereka.
  3. Jalan Spiritual. Kenalilah berbagai jalur rohani yang banyak sekali jumlahnya, memikat dan indah. Kenalilah berbagai kekayaan dalam berbagai agama yang indah dan nikmati manfaat dari keajaiban berbagai agama dan kepercayaan.
  4. Membaca berbagai bacaan keimanan dunia. Membaca kisah yang membangkitkan semangat spiritual, membaca ungkapan peribahasa dan kata mutiara, lalu resapi hingga menerapkannya dalam kehidupan.
  5. Mempelajari kehidupan mikrokosmos dan makrokosmos. Lihatlah hal kompleks, rumit, indah agung, luas dan cantik. Pelajaran darinya akan membangkitkan rasa semangat untuk bersyukurdan kagum terhadap Maha yang Tak Terbatas. Pelajari juga betapa sebenarnya menakjubkan hal yang kita jumpai sehari-hari apapun itu, nikmatilah alam dan luangkan waktu untuk ini.
  6. Luangkan waktu dengan alam adalah hal yang sangat menyegarkan. Berkomunikasilah dengan meluangkan banyak waktu untuk pergi keluar rumah, lihat keindahan alam pedesaan, dan sebagainya.
  7. Kembangkan rasa humor anda. Orang spiritual bukanlah pribadi yang murung masam dan serius. Namun dia adalah pribadi yang lues, luas dan terbuka, ia riang gembira, meluap-luap, rasa humor tinggi, dan senang akan kejenakaan dan keajaiban disekitarnya. Hal ini karena ia memiliki sandaran fondasi yang kuat, sehingga ia bisa melihat sesuatu dengan cara luas kedetail-detailnya, ia mampu menangkap kegelian  yang ada dalam suatu peristiwa. Dengan kuatnya fondasi dan cara pandangnya maka ia pun lebih ceria dan bahagia karena ia memilih untuk berbahagia dan bersemangat dalam menjalani hidup. Tawa adalah hal yang membebaskan jiwa karena didalamnya terdapat pergeseran perspektif yang akahirnya membuat kita geli dan tertawa.[2]
  8. Kembangkan kemiripan anda dengan kanak-kanak. Bukan seperti anak- anak tapi kemiripan dengan anak-anak, yaitu; rasa takjub dan kagum akan misteri kehidupan, ingin tahu yang tak pernah terpuaskan, kemurahan hati yang sangat alami dan spontan, pikiran terbuka, antusiasme yang wajar tentang kehidupan. Kembangkanlah hal ini maka kecersdasan spiritual akan semakin menguat.
  9. Renungkan segala yang ada dalam kehidupan anda hingga yang terkecil dan hal yang ada diluar anda, maupun aktifitas anda. Temukan hal baik didalamnya dan berkomitmenlah untuk menemukan manfaat terbaiknya sebagai rasa syukur atas pemberian semesta.
  10. Kenalilah nilai-nilai anda. Kodrat rohani seseorang seringkali diperlihatkan oleh apa yang dihargainya. Luangkan waktu untuk merenungkannya dan mencatat nilai-nilai, sikap dan cita-cita yang anda hargai. Tanyalah “Mengapa?” lalu bertindaklah sesuai dengan nilai yang hakiki tadi.
  11. Beramal. Beramal berarti peduli terhadap sekitar terutama masyarakat yang lebih luas dan mengambil bagian dalam kehidupannya. Kembangkanlah kepedulian ini sebagai kasih sayang terhadap kehidupan. Beramal bisa berupa hal yang tampak dan hal tidak tampak, beramal dapat dilakukan dari hal yang terkecil hingga besar.
  12. Benda-benda materiil. Sikap untuk melihat material sebagai penyusun semesta dan sadar bahwa sifatnya adalah fana dan nilai yang melekat hanyalah pilihan pribadi manusia, akan membangkitkan kesadaran kita pula untuk berusaha menjaga dan memanfaatkan hal yang kita terima, lalu akan merasa lebih bahagia jika saling berbagi.
  13. Puasa otak. Periksalah hal apa yang mengganggu ketenangan rohani dengan cara tertentu. Apakah itu televisi, atau radio. Pertimbangkan untuk beristirahat dari gangguan berkala tersebut, dan menghususkan waktu untuk jiwa anda.
  14. Lepaskan beban lebih anda. Dalam hidup kita membawa beban materiil dan mental secara berkeliling. Kurangi beban anda untuk mencapai puncak kesadaran batin.
  15. Isi kembali rohani setiap hari. Temukan cara untuk menyegarkan kembali jiwa, apaun itu lakukanlah secara rutin setiap hari. Hal ini bisa meluangkan waktu bersama alam, hening beberapa saat, menolong orang lain, mengejar suatu tujuan rohani, meditasi, dan sebagainya.
  16. Tulislah visi misi anda untuk memperjelas keberadaan anda di planet ini. Bawalah versi mini catatan tersebut kemanapun anda melangkah dan bertindaklah berdasarkan tujuan akhir tersebut. Lalu tentukan dan hayatilah hidup berdasarkan visi tersebut. [3]


[1] Stephen R. Covey, The8th Habit., hal 522-526

[2] lebih detainya silahkan lihat dalam pemaparan Tony Buzan,The Power Of Spiritual Intelegence, Sepuluh Cara Jadi Orang Cerdas Secara Spiritual, ( Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2003), hal 73-86

[3] Tony Buzan, Head First., hal 82-88

Leave A Reply

Your email address will not be published.