Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Majalah

0

Majalah

“Majalah adalah kumpulan berita, artikel, cerita, iklan, dan sebagainya yang dicetak dalam lembaran kertas ukuran karto atau folio, dijilid dalam bentuk buku. Majalah biasanya terbit teratur seminggu sekali, dua minggu sekali, atau satu bulan sekali.”[1]

Sejarah keberadaan remaja sebagai media massa di Indonesia dimulai pada masa menjelang dan pada awal kemerdekaan indonesia. di Jakarta pada tahun 1945 terbit majalah bulanan dengan nama Pantja Radja pimpinan Markoem Djojohadisoeaparto (MD) dengan prakata dari Ki Hajar Dewantara selaku menteri pendidikan pertama RI[2].

Tipe suatu majalah ditentukan oleh sasaran khalayak yang dituju. Artinya, sejak awal redaksi sudah menetukan siapa yang akan menjadi pembacanya, apakah anak-anak, perempuan remaja, laki-laki remaja, wanita dewasa, pria dewasa, atau untuk pembaca umum dari remaja sampai dewasa. Bisa juga majalah itu mempunyai ssasaran pembaca dengan profesi tertentu, seperti pelaku bisnis, atau pembaca dengan hobi tertentu, seperti hobi bertani, beternak, dan memasak[3].  

Majalah-majalah yang terbit pada massa orde baru dapat dikategorikan sebagai berikut:

  1. majalah berita                      :     Tempo, Gatra, Sinar, Tiras
  2. majalah keluarga                :     Ayahbunda, Famili
  3. majalah wanita                    :     Femina, Cosmopolitan
  4. majalah pria                         :     FHM, Rolling Stone
  5. majalah remaja wanita       :     Gadis, Cosmogirl, Gogirl!
  6. majalah anak-anak            :     Bobo, Ganesha

 

  1. 1.    Fungsi Majalah

Fungsi informasi dan mendidik adalah prioritas media massa termasuk media cetak, selain itu media mempunyai fungsi sebagai alat propaganda, jiga pembentuk opini publik.

  1. 2.    Karakteristik Majalah

Majalah merupakan media yang paling sederhana organisasinya, relatif lebih mudah mengelolanya, serta tidak membutuhkan modal yang banyak. Majalah juga diterbitkan oleh setiap kelompok masyarakat, dimana mereka dapat dengan leluasa dan luwes menentukan bentuk, jenis dan sasaran khalayaknya. Meskipun sama-sama sebagai media cetak, majalah tetap dibedakan dengan surat kabar, karena majalah memiliki karakteristik yang berbeda dengan surat kabar.[4] 

 

  1. 3.    Penyajian Lebih Dalam

Frekuensi terbit suatu majalah pada umumnya adalah mingguan, selebihnya adalah dwi mingguan, bahkan bulanan (sekali dalam sebulan). Isi pesan dalam majalah disajikan lebih lengkap, begitu juga peristiwanya atau proses terjadinya peristiwa dikemukakan secara kronologis atau lebih mendalam. Dengan demikian para reporter mempunyai waktu lebih panjang untuk melakukan analisis informasi yang akan disampaikannya nanti, sehingga penyajian berita dan informasinya dapat dibahas secara lebih dalam. Analisis informasinya dapat dipercaya dan didasarkan pada buku referensi yang relevan dengan peristiwa. 

 

 

  1. 4.    Nilai Aktualitas Lebih Lama

Nilai aktualitas majalah lebih lama apabila dibandingkan dengan surat kabar, karena majalah memuat berita dalam bentuk feature sedangkan surat kabar memuat berita dalam bentuk aktual, sehingga surat kabar kemarin sudah tidak memiliki nilai aktualitas, dan majalah masih mempunyai nilai aktualitas karena masih ada topik bahasan dalam majalah yang menarik untuk dibaca berkali-kali.

 

  1. 5.    Gambar dan Foto Lebih Banyak

Selain penyajian berita yang mendalam majalah juga dapat menampilkan gambar dan foto yang lebih banyak sebagai daya tarik majalah karena kualitas kertas majalah yang jauh lebih baik dibandingkan surat kabar.

 

  1. 6.    Halaman Muka (Cover) Sebagai Daya Tarik

Selain foto, cover atau halaman muka majalah adalah daya tarik utama sebuah majalah. Halaman muka diibaratkan pakaian dari sebuah majalah. Halaman muka majalah biasanya menggunakan kertas dengan kualitas yang baik dengan gambar dan warna yang menarik pula. Menarik atau tidaknya halaman muka sebuah majalah sangat bergantung pada tipe majalahnya, serta konsistensi majalah tersebut dalam menampilkan ciri khasnya. Halaman muka majalah remaja pada umumnya lebih menggunakan nilai artistik, keindahan, serta kecantikan wajah atau tubuh model wanita. Model wanita yang digunakan untuk mempopulerkan tata rambut, pakaian, dan aksesori masa kini atau waktu-waktu tertentu seperti hari-hari besar. Sedangkan informasi materi lainnya dikemukakan secara tidak mencolok pada lahan kosong dalam halaman muka tersebut. Pada intinya dapat dikemukakan bahwa halaman muka majalah merupakan salah satu faktor daya tarik sebuah majalah dengan menunjukan ciri khas dari majalah tersebut, sehingga hanya dengan secara sepintas saja melihat, khalayak dapat mengidentifikasikan majalah tersebut.

 

  1. 7.    Perwajahan dan Tata Letak

Dalam Kamus Ilmu Komunikasi, perwajahan dan tata letak (layout) merupakan pengaturan huruf, gambar, kolom, dan sebagainya pada halaman surat kabar atau majalah yang akan diterbitkan.

Perwajahan dan tata letak merupakan rancangan visual, proses menampilkan bentuk dan rupa media komunikasi dengan menyusun elemen visual grafis (huruf, ilustrasi, ukuran, warna) menjadi suatu bentuk siap cetak yang komunikatif.

Peran perwajahan dan tata letak adalah memikat pembaca melalui tampilan visual yang dilakukan dengan mengefektifkan fungsi estetik desain. Bagaimana fungsi estetik itu berperan, haruslah dibayangkan ketika suatu media cetak di tempatkan di antara setumpukan majalah yang berbeda. Desain tata letak perlu mendapatkan perhatian yang lebih karena beberapa alasan, yakni:

  1. Membantu kelancaran produksi

Perwajahan dan tata letak yang didesain secara baik dapat membantu kelancaran kerja produksi karena ada sejumlah pekerjaan desain grafis atau artistik dalam proses pra cetak yang dapat dilaksanakan lebih dulu tanpa perlu menunggu kegiatan lain selesai.

  1. Membantu pembaca agar lebih mudah menemukan informasi yang diperlukan.

Setiap halaman media cetak memuat sejumlah informasi. Perwajahan dan tata letak yang ditata secara baik akan memberi ciri bagi setiap halaman, begitu pula ciri informasi yang dimuat di dalamnya sehingga tampil beda satu sama lain. Penempatan suatu informasi pada halaman yang diberi identitas jelas membuat informasi yang dimuat pada halaman itu mudah ditemukan.

  1. Membantu agar penyampaian informasi lebih komunikatif dan efektif.

Bentuk visual lebih mudah ditangkap maknanya oleh pembaca ketimbang tulisan. Sejumlah informasi yang berupa foto maupun tulisan turut mempengaruhi apakah pembaca dapat lebih mudah dan cepat menangkap makna pesan yang disampaikan

Fungsi komunikasi desain harus dapat diefektifkan ketika mendesain perwajahan dan tata letak suatu media cetak, karena perwajahan dalam hal ini difungsikan sebagai pereangkat yang mempermudah pembaca untuk memahami pesan yang disampaikan melalui sejumlah informasi yang dimuat. Agar komunikasi desain dapat lebih efektif perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu:

  1. “Keseimbangan

Desain perwajahan dan tata letak yang berkaitan dengan sejumlah unsur yang didesain haruslah memperlihatkan keseimbangan. Unsur yang didesain (teks, foto, dan gambar) selalu ditempatkan pada posisi yang pas. Teks atau foto harus dipandang sebagai bagian dari unsur yang berkat sentuhan desain secara bersama-sama membentuk tampilan visual yang menarik dan seimbang.

  1. Proporsi

Proporsi pada perwajahan dan tata letak juga harus pas. Ukuran foto atau ilustrasi perlu diperhitungkan dengan cermat. Penempatan foto dan teks sangat penting karena membawa makna bagi pembaca, jika penempatannya tidak pas maka fungsi komunikasi pun terganggu.

  1. Urutan

Perwajahan dan tata letak yang menampilkan sebuah objek harus memperlihatkan urutan setiap objek agar tidak menimbulkan kebingungan terhadap pembaca. Urutan yang jelas membantu memperjelas keterkaitan antar objek. Urutan disusun untuk mencerminkan waktu, urutan ukuran, dan sebagainya.

  1. Kesatuan

Desain perwajahan dan tata letak secara keseluruhan harus memperlihatkan kesatuan. Kesatuan ini harus dapat dilihat dalam satu halman, atau pada suatu media cetak secara keseluruhan. Jadi media cetak adalah suatu unit, seluruh halaman termasuk cover turut membantu unit tersebut. Tiap halaman dibangun oleh teks dan gambar.

  1. Kontras

Teks, gambar, dan fotosebaiknya didesain dengan kontras yang pas. Foto ilustrasi secara alamiah tampil lebih tegas dan jelas, karena itulah lebih mudah ditangkap mata ketimbang teks. Tujuan utama menampilkan foto, teks, dan gambar adalah menyampaikan pesan. Karena itu kontras antara ketegasan dan kejelasan foto terhadap teks haruslah dibuat sedemikian rupa sehingga teks tidak menjadi terlalu kabur atau sebaliknya tidak terlalu dominan

  1. Membantu pembentukan karakter

Perwajahan dan tata letak yang ditata secara baik disebut membantu pembentukan karakter atau ciri sebuah majalah. Ciri itu bukan saja tampak dari warna yang digunakan, jenis kertas, garis pembatas dari setiap halaman, jenis serta ukuran huruf, dan sebagainya. Tergantung pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, selalu ada makna tertentu  yang ditangkap pembaca dari setiap unsur grafis yang digunakan. Tata letak suatu media cetak sesungguhnya adalah bagian dari pesan yang hendak disampaikan. Artinya penataan perwajahan itu secara implisit mencerminkan karakter dari pemberi pesan, karakter ini akan menumbuhkan citra di mata pembaca terhadap media tersebut.”[5]  



[1]    Totok Djuroto, Manajemen Penerbitan Pers, Bandung, Remaja Rosdakarya, 2004, hal.11

[2]    Elvinaro Ardianto dan Lukiati Komala Erdinaya, Komunikasi Massa Suatu Pengantar, Bandung, Simbiosa Rekatama Media, 2005, hal.110

[3]    Ibid, hal.112

[4]    Ibid, hal.113

[5]    Ashadi Siregar dan Rondang Pasaribu, Media Korporasi Organisasi, Kanisius, Yogyakarta,  2000, hal.19

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.