LESSON STUDY

LESSON STUDY

Lesson study yang di dalam bahasa Jepang disebut jugyokenkyu adalah bentuk kegiatan yang di lakukan oleh guru / sekelompok guru yang bekerjasama dengan orang lain (dosen, guru mata pelajaran yang sama, guru satu tingkat kelas yang sama, atau guru lainnya) merancang kegiatan untuk meningkatkan mutu belajar siswa dari pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru dari perencanaan pembelajaran yang dirancang bersama/sendiri, kemudian diobservasi oleh teman guru yang lain dan setelah itu mereka melakukan refleksi bersama atas hasil pengamatan pembelajaran yang baru saja dilakukan. Refleksi bersama merupakan diskusi oleh para pengamat dan guru pengajar untuk menyempurnakan proses pembelajaran di mana titik berat pembahasan pada bagaimana siswa belajar, kapan siswa belajar, kapan siswa mulai bosan, kapan siswa mendapatkan pengetahuanya dan kapan siswa mampu menjelaskan kepada temannya dan kapan siswa mampu mengajarkan kepada teman-temanya di kelas. Pelaksanaan diskusi pada saat refleksi yang mengkritik penampilan guru sejauh mungkin dihindari, dikarenakan hal tersebut tidak mempunyai manfaat bagi kesinambungan kegiatan lesson study.

Untuk dapat memulai kegiatan lesson study maka diperlukan perubahan dari dalam diri guru sehingga memiliki sikap sebagai berikut:

1.  Semangat  introspeksi terhadap apa yang sudah dilakukan selama ini di dalam melaksanakan proses pembelajaran. Pertanyaan seperti: Apakah saya sudah melakukan tugas mendidik dengan baik? Apakah saya sudah melakukan tugas seoptimal mungkin? Adalah merupakan serangkaian pertanyaan yang harus dijawab secara jujur. Jawaban tersebut tentu akan mendorong pada proses pencarian cara untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan atas jawaban tersebut.

2.  Keberanian membuka diri untuk dapat menerima saran dari orang lain untuk peningkatan kualitas diri.

3.  Keberanian untuk  mengakui kesalahan diri sendiri.

4.  Keberanian mengakui dan memakai ide orang lain yang  baik

5.  Keberanian memberikan masukan yang jujur dan penuh penghormatan

 

Kelima sikap tersebut menjadi persyaratan yang harus dipahami dan mulai dipertajam sebelum kita melakukan kegiatan lesson study.  Selain sikap dasar yang harus disiapkan oleh guru tersebut, maka juga sangat penting peranan dari berbagai komponen yang terkait dalam bidang pendidikan: pengelola sekolah, MGMP,  kantor dinas pendidikan, universitas, dan para pemerhati pendidikan pada komitmen nyata dalam mendukung kegiatan lesson study.

 

Tahapan Pelaksanaan Lesson Study

Pada dasarnya lesson study dapat dilaksanakan melalui beberapa tahapan antara lain: 1) membentuk group lesson study misalnya guru dalam satu rumpun di sekolah,  MGMP di kota /kabupaten , 2) menentukan fokus kajian dari lesson study,

3) merencanakan research lesson, 4) mengajar dan guru/anggota group  lain mengamati pembelajaran, 5) mendiskusikan dan menganalisis hasil observasi dan, 6) refleksi dan penyempurnaan untuk kegiatan berikutnya. Kegiatan lesson study secara sederhana dapat disingkat menjadi kegiatan Plan (merencanakan), Do (melaksanakan), dan See (refleksi).

 

Membentuk group lesson study

Paling tidak ada empat kegiatan yang dilakukan dalam pembentukan group. Kegiatan tersebut antara lain adalah: 1) merekrut anggota, yang bisa bearasal dari guru satu mata pelajaran atau lain, satu tingkat kelas, pengawas dari diknas, pemerhati pendidikan, atau dosen, 2) menyusun komitmen waktu, untuk pertemuan rutin merancang, melaksanakan, mengamati dan merefleksi lesson study, 3) menyusun jadwal pertemuan, 4) menyetujui aturan di dalam  group.

 

Menentukan fokus Lesson study

Tahapan yang dilakukan untuk menentukan fokus lesson study antara lain adalah: 1) menyepakati tema penelitian, 2) menentukan mata pelajaran (kalau anggota group guru lintas mata pelajaran), 3) menentukan satuan (unit) pelajaran.

 

Merencanakan Research lesson

Di dalam merencanakan research lesson, senantiasa berpedoman pada fokus yang sudah ditentukan sebelumnya. Dengan mendiskripsikan  tema penelitian kemudian mengintegrasikan dalam lesson plan maka akan diperoleh kegiatan research lesson yang diharapkan. Untuk memandu penyusunan perencanaan research lesson , pertanyaan berikut ini bisa menjadi acuan:

1)  Apa yang saat ini dipahami oleh siswa tentang topik ini?

2)  Apa yang kita harapkan dikuasai siswa pada akhir pelajaran?

3)  Apa saja rangkaian pertanyaan dan atau pengalaman belajar siswa yang akan mendorong siswa memperoleh pengetahuan yeng lebih lanjut?

4)  Kegiatan apa yang mampu memotivasi dan bermakna bagi siswa?

5)  Apa bukti tentang hasil belajar siswa, motivasi siswa, perilaku siswa yang harus dikumpulkan untuk data diskusi pada saat refleksi dan bagaimana instrumen pengumpulnya?

 

Pembuatan instrumen pengumpul data yang digunakan pada saaat research lesson menjadi sangat penting. Keberadaan instrumen pengumpul data yang berupa format isian tentang: denah tempat duduk siswa, anggota kelompok siswa, catatan tentang pemikiran awal siswa, daftar cek  untuk mencatat hal-hal penting yang dilakukan siswa misalnya partisipasi siswa dalam diskusi, sangat mendukung ketersediaan data yang akan dijadikan dasar di dalam kegiatan diskusi setelah pembelajaran selesai diamati.

Pengumpulan data  utamanya difokuskan pada bagaimana siswa belajar, walaupun catatan penting tentang ucapan guru, alokasi waktu setiap tahapan pembelajaran  juga perlu di lakukan.

 

 

 

Mengajar dan Mengobservasi (tahap Do)

Pada tahap Do, guru pengajar yang sudah disepakati pada saat plan dan juga para  anggota team LS yang bertindak sebagai observer melakukan tugasnya pada kelas sesungguhnya, bukan kelas  yang dirancang untuk di teliti. Pada kegiatan ini Guru melaksanakan tugas sesuai dengan hasil rancangan saat plan. Sedangkan  Observer bertugas mengamati apakah siswa melaksanakan proses belajar. Sehingga fokus pengamatan hendaknya pada aktivitas siswa dalam belajar baik secara mandiri, kelompok maupun dengan objek. Pengamatan hendaknya dilakukan dengan memposisikan sebagai peneliti, sehingga perlu dijaga intervensi pengamat dalam proses belajar mengajar. Selain itu pengamatan harus dilakukan dengan membuat catatan fakta riil di dalam kelas, misalnya siswa A sedang melamun saat guru meminta siswa lain memaparkan hasil kegiatannya. Disamping memosisikan diri sebagai peneliti, maka juga aktivitas observer jangan sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar, baik kepada siswa maupun kepada guru.

 

Merefleksi ( tahap See)

Pada tahap See, pada lesson study maknanya adalah untuk melihat kembali proses lesson study mulai saat Plan dan Do, melihat dalam makna yang lebih dalam dan luas yaitu upaya mengelaborasikan hasil kegiatan Plan dan Data observasi pada saat Do yang muaranya adalah dalam rangka meningkatkan kompetensi semua tim lesson study. Dengan demikian diskusi  harus dilaksanakan dalam suasana penuh penghargaan dan penghormatan kepada semua anggota tim lesson study khususnya kepada Guru pengajar. Untuk itu peran moderator  dalam mengatur jalannya diskusi tahap See ini sangat penting.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *