Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Konsep Pembangunan

0

Konsep  Pembangunan

            Ada lima paradigma pembangunan yang mendasari proses pelaksanaan pembangunan dalam suatu negara, yaitu pertumbuhan, yang menekankan pada trickle down effect dan teori pertumbuhan (Rostow,  Rodan), walfere state, yang menekankan pada redistribution with growth / basic needs (Chenery), neo ekonomi, yang menekankan pada ekonomi yang mementingkan rakyat kecil (Ul Haq,  Seers), structuralize, yang menekankan pada kondisi keterbelakangan yang disebabkan struktur ekonomi (Frank, Dos Santos)  dan humanizing, yang menekankan pada wawasan manusia (Goulet, Korten), sebagaimana ditulis dalam Tjokrowinoto, 1996 : 4-10). Namun dari kelima tersebut secara global hanya bergerak pada tiga dimensi yaitu pertumbuhan, kesejahteraan dan people centered development. Dan yang saat ini masih populer sebagai acuan pembangunan di negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia adalah paradigma people centered development.

 Pusat perhatian dari people centered development ini adalah perkembangan manusia (human growth), kesejahteraan (well being), keadilan (equity) dan  keberlanjutan (sustainability). Logika yang mendominasi paradigma ini adalah keseimbangan ekologi manusia (balanced human ecology), sumber pembangunannya yang utama adalah informasi dan prakarsa yang kreatif yang tak akan pernah habis, dan tujuannya yang utama adalah perkembangan manusia dalam arti aktualisasi yang optimal dari potensi manusia (Korten, 1984 : 300).

Paradigma ini memberikan peranan kepada individu, bukan sebagai obyek, akan tetapi sebagai pelaku (aktor) yang menentukan tujuan yang hendak dicapai, menguasai sumber-sumber, mengarahkan proses yang menentukan hidup mereka. Karenanya paradigma ini memberi tempat yang penting bagi prakarsa dan keanekaragaman lokal. Paradigma ini menekankan pentingnya masyarakat lokal yang mandiri (self reliant communities) sebagai suatu sistem yang mengorganisir mereka sendiri. Disamping itu paradigma ini kemudian melandasi wawasan Pengelolaan Sumber Daya Lokal (PSDL) atau Community Based Resource Management, yang merupakan suatu sosok manajemen pembangunan yang mencoba menjawab tantangan pembangunan, yaitu kemiskinan, memburuknya lingkungan hidup, dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan yang menyangkut diri mereka sendiri. Pengelolaan sumber daya lokal merupakan mekanisme perencanaan people centered development yang menekankan pada social learning dan strategi perumusan program yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengaktualisasikan diri mereka (empowerment).                        

Leave A Reply

Your email address will not be published.