Kedahsyatan Hari Kiamat

Kedahsyatan Hari Kiamat

Abdullah Saleh Hadrami

Allah ?Subhanahu Wa Ta?ala berfirman: ?Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras.?
(Surat 22 Al-Hajj (Ibadah Haji) Ayat 1-2)

Kandungan Ayat:

– Ayat ini adalah seruan untuk seluruh manusia tanpa pandang agama, suku, ras, warna kulit dan bangsa.
– Perintah untuk bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
– Allah adalah Rabb (Tuhan) manusia yang memelihara manusia dengan berbagai macam nikmat lahir dan batin.
– Allah memerintahkan kepada manusia untuk bertakwa dengan mengkabarkan kedahsyatan hari kiamat.
– Pada hari kiamat bumi bergoncang dengan kegoncangan yang tiada tara, gunung-gunung hancur lebur sehingga menjadi seperti debu yang bertebaran, langit terpecah, matahari digulung, bulan mengalami gerhana dan bintang-bintang berserakan.
– Keadaan mencekam dan menakutkan seakan jantung pecah olehnya.
– Seorang ibu yang secara fitrah sangat menyayangi anak yang disusuinya menjadi lalai dan membiarkan anaknya begitu saja padahal sang anak sangat membutuhkan susunya dan tidak bisa hidup tanpa susu itu.
– Wanita yang sedang hamil mengalami keguguran dikarenakan ketakutan dan kedahsyatan hari itu.
– Manusia seakan mabuk oleh minuman keras padahal mereka tidak meminumnya akan tetapi akal mereka hilang, hati mereka kosong dan mata mereka terbelalak dikarenakan adzab Allah yang sangat keras.
– ?Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa dan gembira ria dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutupi lagi oleh kegelapan (mereka ditimpa kehinaan dan kesusahan). Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.? (QS. ?Abasa: 33-42).
– ?Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya (menyesali perbuatannya), seraya berkata: ?Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.? Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).? (QS. Al-Furqaan: 27-28).
– Pada hari itu ditimbang amal kebaikan dan keburukan, diberikan catatan amal masing-masing manusia dan semuanya melewati jembatan yang berada diatas neraka jahannam.
– Allah marah dengan kemarahan yang luar bisa dan belum pernah Allah marah seperti itu.
– Adapun orang-orang yang bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya serta bersabar dalam kehidupan dunia yang sebentar ini, mereka berada di taman-taman surga dengan segala kenikmatan yang menyenangkan hati dan menyejukkan mata yang demikian itu dikarenakan mereka tidak berangan-angan panjang sehingga lalai dan tidak beramal, bahkan mereka menjalani kehidupan sebagaimana yang telah Allah gariskan melalui jalan para Rasul ?Alaihimus Salam.
– Berbahagialah mereka dan sukseslah mereka. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka, amien.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *