Kawin silang antar-individu

Kawin silang antar-individu

Di sini saya harus sedikit menyimpang dan pokok masalah. Dalam masalah binatang dan tumbuhan dengan jenis kelamin yang berbeda, tentu jelas bahwa dua individu melakukan perkawinan untuk setiap kelahiran (dengan pengecualian bentuk-bentuk partenogenesis/biak daru: yang ganjil dan tidak dapat dipahami ), tetapi pada bentuk hermafrodit) ini sama sekali tak jelas. Meskipun demikian ada alasan untuk percaya bahwa pada semua bentuk hermafrodit, dua individu kadang-kadang atau selalu, setuju untuk mereproduksi jenis mereka. Pendapat ini sejak lama sudah dinyatakan tapi dengan sedikit keraguan oleh sprengel. )cnight dan kôlreuter. Sekarang kita akan melihat makna pengaruhnya. Tetapi di sini saya harus melihat masalah ini dengan singkat sekalipun saya memiliki materi yang siap untuk didiskusikan secara panjang lebar.

Semua binatang vertebrata, serangga, dan beberapa kelompok binatang berderajat tinggi lainnya, selalu berpasangan sebelum melahirkan keturunan, penelitian modem telah banyak mengurangi jumlah ,yang dianggap bentuk hermafrodit, dan yang sungguh-sungguh hermafrodit sejumlah besar pasangan, yaitu dua individu yang secara teratur bersatu untuk bereproduksi, itu saja yang menjadi perhatian kita. Tetapi masih banyak juga binatang hermafrodit yang Tidak jelas berpasangan secara biasa dan mayoritas dan tumbuh-tumbuhan adalah hermafrodit. Mungkin orang akan bertanya, apa yang menjadi alasan dalam soal ini untuk memperkirakan bahwa kedua individu itu setuju untuk bereprodksi? karena di sini kita tak mungkin membahas sesuatu sampai pada yang sekecil-kecilnya, maka saya harus percaya pada pertimbangan umum saja.

Pertama, saya telah mengumpulkan begitu banyak fakta, dari membuat begitu banyak penelitian, sesuai dengan keyakinan umum para petemak, yang menunjukkan bahwa pada binatang dan tumbuhan, kawin silang antara varietas yang sama tetapi dari strain yang lain memberikan kekuatan dan kesuburan pada keturunannya, dan sebaliknya bahwa pembastaran yang dekat mengurangi kekuatan dan kesuburan. Fakta-fakta ini saja membuat saya cenderung percaya bahwa adalah hukum yang universal bagi alam bahwa tidak ada makhluk hidup yang membuahi dirinya sendiri untuk meneruskan generasinya. Sekali-sekali mengadakan persilangan dengan individu lain-barangkali setelah selang waktu yang lama — adalah suatu kebutuhan yang mutlak perlu.

dengan keyakinan bahwa hal ini adalah hukum alam, saya berpendapat bahwa kita dapat memahami beberapa kelas besar fakta seperti berikut ini , yang menurut pandangan ahli lain, tidak dapat dipahami . Setiap ahli hibrida tahu betapa merugikannya pemaparan (exposure) terhadap kebasahan bagi penyerbukan sekuntum bunga, tetapi betapa banyaknya bunga yang memiliki kepala sari dan kepala putik yang terpapar terhadap cuaca! Jika suatu penyilangan yang kebetulan tidak terhindarkan, sekalipun benang sari dan putik tumbuhan itu sendiri berada begitu dekat satu sama lain seakan-akan hampir pasti terjadi penyerbukan dan sendiri, kebebasan penuh untuk masuknya tepungsani dari individu lain akan menjelaskan tentang keadaan seperti tersebut di atas tentang organ-organ yang terpapar.

Sebaliknya, banyak bunga yang memiliki organ pembuahan yang tertutup rapat, seperti pada jenis besar papilionacea atau keluarga kacang-kacangan; tetapi semua ini tetap memberikan penyesuaian yang bagus dan ganjil sehubungan. Dengan kunjungan serangga-serangga. Begitu pentingnya kunjungan lebah untuk bunga papilionacea, sehingga pembuahan mereka gagal jika kunjungan tersebut dihalang-halangi. Nah, memang hampir tak mungkin bagi serangga untuk terbang dari bunga ke bunga, dengan tidak membawa serbuk sari dari satu bunga ke bunga lain, yang berguna bagi tumbuh-tumbuhan itu . Serangga bertindak seperti sebuah pinsil bulu unta (camel-hair pencil), dan adalah cukup untuk memastikan pembuahan, hanya dengan menyentuh benang sari sekuntum bunga kemudian menyentuh lagi kepala putik bunga yang lain dengan sentuhan yang sama; tetapi jangan dikira bahwa dengan demikian lebah akan menghasilkan sejumlah besar hibrida di antara spesies-spesies. Sebab jika tepungsari milik tumbuhan itu sendiri dan,tepungsari spesies lain diletakkan pada kepala putik yang sama, tepung sari milik sendiri itu begitu memiliki prapotensi (lebih kuat dalam mewariskan sifat-sifat tertentu kepada keturunannya), sehingga sebagaimana ditunjukkan oleh gartner, selalu menghilangkan pengaruh tepung sari asing.

Jika benang-benang sari sekuntum bunga tiba-tiba melompat pada sebuah putik. Atau secara perlahan satu persatu bergerak ke arah putik, cara itu rupanya diterapkan semata-mata untuk memastikan penyerbukan sendiri (self-fertilization). Dan tentu tak ada keraguan tentang tujuan ini . Tetapi serangga sebagai perantara sering sekali ini mutlak tetap diperlukan untuk menyebabkan benang-benang sari itu melompat maju, sebagaimana telah diperlihatkan kolreuter dalam kasus barberry (sejenis buah murbei dengan wama merah dan asam rasanya), dan genus inilah, yang rupa-rupanya memiliki cara untuk pemyerbukan sendiri. Diketahui benar bahwa,jika bentuk-bentuk atau varietas-varietas kerabat serumpun ditanam berdekatan satu sama lain, sangat sedikit kemungkinan untuk mendapat bibit yang mumi, sebab begitu banyaknya mereka bersilang secara alami .

Dalam banyak kasus lain, yang sama sekali tidak menyenangi penyerbukan sendiri, ada cara-cara khusus yang secara efektif melindungi putik untuk tidak menerima tepungsari dari bunganya sendiri sebagaimana dapat saya tunjukkan dari karya sprengel dan pakar-pakar lain, maupun dan hasil pengamatan saya. upamanya, pada lobelia fillgens terdapat suatu cara yang sangat bagus dan rinci, yaitu meluruhkan semua butir-butir tepungsari yang tidak terhitung banyaknya dari kumpulan kepala sari yang ada pada setiap bunga, sebelum kepala putik bunga itu sendiri siap untuk menerima mereka; dan karena bunga ini tak pemah dikunjungi serangga, setidaknya di kebuñ saya, bunga ini tak pemah menghasilkan biji, kendati dengan menaruh tepung sari dan sekuntum buñga ke kepala putik bunga lain, saya berhasil mempero!eh banyak bibit. Lobelia dan spesies lain yang banyak dikunjungi lebah menghasilkan bibit secara bebas di kebun saya.

Dalam banyak sekali kasus, sekalipun tak ada cara mekanis khusus untuk menghindarkan kepala putik dari pemyebukan oleh tepungsari kembag yang sama, namun sebagaimana ditunjukkan sprengel dan juga belakangan ini oleh hildebrand dan orang-orang lain, dan sebagaimana saya dapat pastikan, apakah tepung sari yang pecah sebelum pütik siap untuk penyerbukan, atau kepala pulik telah siap sebelum tepung sari bunga itu siap, sedemi kian rupa sehingga tumbuh-tumbuhan yang disebut dikogami ini secara faktawi memang memiliki jenis kelamin terpisah, dari harus secara teratur disilangkan,

demikian juga halnya dengan tumbuh-tumbuhan dimorfik (berbentuk dua) dan trimorfik (berbentuk liga) yang bersifat timbal-balik yang telah disinggung terdahulu. Betapa ganjilnya fakta-fakta ini ! Betapa anehnya bahwa bènang sari permukuan putik bunga yang sama, sekalipun ditempatkan begitu dekat, seakan.-akan mau sungguh-sungguh membuat penyerbukan-sendiri, dalam banyak kasus sebetulnya bagi satu sama lain sama sekali tak ada gunanya! Betapa sederhananya fakta ini diterangkan dengan memperlihatkan suatu persilangan yang kadang-kadang terjadi dengan individu yang jelas menguntungkan atau sangat dibutuhkan .

Jika beberapa varietas kubis (radish), bawang dan beberapa tumbuhan lain, dibiarkan menghasilkan biji berdekatan satu sama lain, sebagian besar dan bibit-bibit yang dibesarkan dengan cara demikian , seperti yang saya dapati akan menjadi baster (hasil campuran). Saya menanam 233 bibit kubis dan beberapa varietas yang berbeda yang tumbuh berdekatan satu sama lain, dan dari semua ini , 78 buah yang sama dengan jenis asalnya, beberapa di antaranya tidaklah betul-betul sama, sekalipun putik setiap kembang kubis dikelilingi tidak saja oleh benang-benang sarinya sendiri tetapi juga oleh banyak bunga lain dan tanaman yang sama; dan tepung sari setiap bunga siap langsung menempel pada putiknya sendiri tanpa perantara serangga, saya menemukan bahwa tumbuh-tumbuhan yang dilindungi dengan hati-hati dari serangga menghasilkan jumlah buah kacang polong (pods) yang banyak. Kalau begitu apa sebabnya banyak jumlah bibitnya yang basteran? Hal itu mesti dihasilkan oleh tepung sari dari varietas yang berbeda yang mendapat pengaruh dari prapotensi tepung sari sendiri; dan bâhwa hal ini adalah bagian dari hukum umum bahwa yang baiklah yang akan diambil dari hasil kawin silang individu-individu yang berbeda dan spesies yang sama.

Jika spesies berbeda disilang, kasusnya terbalik, sebab tepung sari tumbuh-tumbuhan sendiri hampir selalu lebih kuat dari tepung sari asing; tetapi mengenai masalah ini kita akan kembali nanti di bab berikut.

Dalam kasus sebuah pohon besar yang sangat lebat bunganya, dapat dikemukakan bahwa tepung sari jarang dapat dibawa dari satu pohon ke pohon lain, paling jauh hanya dan bunga yang satu ke bunga lain pada pohon yang sama; dan bunga dan pohon yang sama itu dapat dianggap sebagai individu yang berbeda dalam arti sempit. Saya yakin keberatan terhadap hal ini adalah benar, tetapi alam telah siap untuk menentangnya dengan memberikan kepada pohon-pohon untuk kecenderungan untuk menghasilkan bunga-bunga dengan jenis kelamin yang terpisah. Jika jenis kelamin terpisah, sekalipun bunga-bunga jantan dan betina mungkin dihasilkan oleh pohon yang sama, tepung sari mesti dibawa secara telap dari bunga ke bunga; dan hal ini akan memberikan peluang lebih besar bahwa tepung sari kadang-kadang dibawa dari pohon ke pohon. Bahwa pohon-pohon datang seluruh ordo sangat sering memiliki jenis-jenis kelamin yang terpisah dari pada tumbuh-tumbuhan lain, saya menemukan bahwa kasus ini terdapat di daerah pedesaan negeri ini . Dan atas permintaan saya , dr. Hooker menyusun tabel tentang pohon-pobon di new zealand, sedangkan dr. Ass gray menyusun tabel pohon-pohon di amerika serikat, dan hasilnya persis sebagaimana yang saya perkirakan.

Sebaliknya, dr. Hooker memberi informasi bahwa hukum itu tidak berlaku di australia, tetapi jika kebanyakan pohon-pohon di australia adalah berumah dua, hasil yang sama akan terjadi seakan-akan mereka menghasilkan bunga dengan jenis kelamin yang berbeda. Saya membuat sedikit komentar tentang pohon-pohon ituu hanya untuk menarik perhatian anda pada masalah ini .

Kembali sejenak kepada dari ia binatang ; pelbagai spesies terrestrial (yang hidup di darat) adalah hermafrodit. Seperti mollusca darat dan cacing tanah, tetapi semuanya berpasangan. Sampai sekarang saya belum menemukan seekorpun binatang darat yang membuahi diri sendiri. Kenyataan yang menarik ini, yang memperlihatkan kontras kuat dengan tumbuh-tumbuhan darat, dapat dipahami dengan pandangan bahwa tampaknya persilangan kadang sangat dibutuhkan . Hal ini disebabkan oleh sifat unsur pembuahan yang tidak menyediakan suatu sarana yang dapat disamakan dengan tingkah laku serangga dan angin bagi tumbuh-tumbuhan, sehingga kadang-kadang dapat dihasilkan suatu persilangan atcara binatang -binatang darat tanpa ada persaingan antara dua individu pada binatang air,- banyak terdapat bentuk hermafrodit yang membuahi diri sendiri, tetapi di sini arus air jelas menjadi perantara untuk pesilangan yang kadang terjadi.

Sebagaimana halnya dengan kasus pada bunga-bungaan, saya telah gagal, setelah berkonsultasi dengan salah seorang ahli yang paling terkemuka, yaitu professor huxley, untuk menemukan seekor binatang hermafrodit yang memunyai organ-organ reproduksi sedemikan tertutup sempurna, sehingga kemungkinan akan masuknya sesuatu dari luar, dan pengaruh yang sesekali datang dari satu individu yang berbeda, tidak mungkin dapat diperlihatkan secara fisik. Menurut pandangan ini , cirripedes bagi saya lama merupakan suatu kasus yang sangat sulit, tetapi untunglah secara kebetulan, saya dapat membuktikan bahwa dua individu, sekalipun keduanya adalah hermafrodit yang membuahi diri sendiri, kadang-kadang masih melakukan kawin silang juga.

Bahwa beberapa spesies binatang maupun tumbuhan dari famili bahkan dari genus yang sama, sekalipun memiliki banyak kecocokan satu sama lain dalam seluruh organisasi mereka, adalah hermafrodit dan beberapa adalah berkelamin tunggal, bagi para peneliti alam tentu merupakan keganjilan. Tetapi jika benar semua hermarrodit kadang-kadang melakukan kawin silang, perbedaan antara mereka dan spesies yang berkelamin tunggal. Sejauh menyangkut soal fungsinya, adalah sangat kecil.

Dari pertimbangan-petimbangan ini , dan dari banyak fakta khusus yang telah saya kumpulkan, tetapi yang di sini tak dapat saya kemukakan karena keterbatasan ruang, maka tampaknya, bagi binatang -binatang dan tumbun-tumbuhan, terjadinya kawin silang antara individu yang berbeda, sekalipun tidak universal, adalah hukum alam.

 

 

Keadaan-keadaan yang menguntungkan untuk menghasilkan bentuk-bentuk baru melalui seleksi alam

 

Masalah ini sangatlah rumitt. Sejumlah besar variabilitas, yang di dalam istilah ini selalu mencakup perbedaan-perbedaan invidividu,jelas lebih diuntungkan. Sejumlah besar individu, kar
ena diberi kesempatan lebih baik oleh seleksi alam di saat kapan saja untuk memunculkan variasi-variasi yang menguntungkan, akan melakukan kompensasi dengan mengurangi variabilitas (kecenderungan untuk berubah) pada setiap individu, dan hal ini saya yakin , merupakan suatu unsur keberhasilan yang sangat penting. Sekalipun alam menjimin adanya periode-periode yang lama untuk berlangsungnya seleksi alam, dia tidak menjamin periode yang tak terbatas. Karena semua makhluk hidup berjuang untuk merebut setiap tempat dalam ekonomi alam, maka jika salah satu spesies tidak mengalami modifikasi dan menjadi lebih sempurna sesuai dengan tingkat para pesaingnya, dia akan punah. Kecuali jika variasi-variasi yang paling mcnguntungkan setidaknya diwariskan pada beberapa keturunannya, tak ada yang dapat dihasilkan oleh seleksi alam. Kecenderungan untuk kembali ke asal muasal mungkin sering mengendalikan atau menghalangi berlangsungnya proses seleksi alam, tetapi karena kecenderungan ini tidak dapat menghalangi manusia untuk membuat bentuk-bentuk sejumlah ras peliharaan dengan seleksi buatan . Bagaimana mungkin kecenderungan itu akan menang melawan seleksi alam.

Dalam kasus seleksi buatan , seorang pembiak memilih sasaran tertentu, dan jika individu-individu itu dibiarkan untuk kawin silang secara bebas, pekerjaannya akan gagal total. Tetapi jika banyak orang tanpa maksud untuk memodifikasi jenis peliharaannya memiliki tolok ukur yang umum tentang bagaimana wujud binatang peliharaan yang sempurna, dan semua pembiak berusaha untuk memperoleh dan membiakkannya dari binatang -binatang yang paling baik peningkatan pembiakan secara pasti tetapi perlahan, akan berhasil dari proses seleksi yang tak disengaja ini , sekalipun tak ada pemisahan dari individu-individu yang terpilih. Jadi hal ini bersifat alami juga; sebab dalam area yang terkurung. Dengan beberapa tempat di alam bebas yang tidak sepenuhnya dihuni, semua individu berbeda pada arahnya yang benar, sekalipun dalam pelbagai tingkat yang berbeda. Akan cenderung untuk bertahan. Tetapi jika area itu luas, beberapa kawasannya hampir dapat dipastikan memiliki kondisi-kondisi hidup yang berbeda, dan kemudian, jika spesies yang sama itu mengalami modifikasi di kawasan kawasan yang berbeda. Varietas yang baru tcrbentuk itu akan melakukan kawin silang karena terisolasi,

Tetapi kita akan lihat nanti di bab VI bahwa varietas-antara yang menghuni kawasan-kawasan perbatasan, dalam jangka panjang akan digantikan oleh varietas yang berdampingan dengannya. Kawin silang terutama akan mempengaruhi binatang -binatang yang akan kawin untuk setiap kelahiran dan banyak berkelana, dan yang tidak berkembang biak terlalu cepat. Jadi dengan binatang -binatang yang sifatnya demikian , umpamanya burung, varietas pada umumnya hanya akan terbatas pada daerah-daerah yang terpisah; dan kasus inilah yang saya temukan.

Sementara bentuk-bentuk hermafrodit yang hanya melakukan kawin silang sesekali saja, demikian juga dengan binatang-binatang yang kawin untuk setiap musim. Tetapi tak banyak bertebaran dan dapat berkembang biak dengan cepat, suatu varietas yang baru dan lebih baik . Mungkin dengan cepat dapat terbentuk di mana saja. Dan mungkin akan bertahan di sana dalam satu kelompok, kemudian tersebar. Sehingga individu-individu dan sebagian besar varietas ini dapat melakukan kawin silang antar mereka sendiri. Dengan dasar ini para pembiak selalu lebih suka menyimpan bibit sekelompok besar tumbuh-tumbuhan, sehingga kesempatan untuk melakukan kawin silang dikurangi.

Bahkan dengan binatang-binatang yang kawin untuk setiap kelahiran, dan yang tidak berkembang biak dengan cepat, kita tak boleh berasumsi bahwa kawin silang bebas akan menghilangkan pengaruh hasil seleksi alam, sebab saya dapat mnengemukakan banyak fakta, yang menunjukkan bahwa dalam area yang sama, dua varietas dan binatang yang sama untuk waktu yang lama akan tetap,berbeda. Dalam hal mendatangi lingkungan-lingkungan yang berbeda, dalam hal berkembang biak pada musim yang sedikit berbeda, atau dalam hal individu individu dan setiap varietas lebih suka untuk benpasangan.

Dengan mcmpertahankan individu-individu dari spesies yang sama atau dan varietas yang cocok dan seragam sifatnya, kawin silang memainkan bagian peran yang sangat penting dalam alam. Jadi intercrossing (kawin silang timbal balik) akan berlangsung !ebih efisien pada binatang-binatang yang kawin untuk setiap kelahiran. Tetapi, sebagaimana telah dikemukakan tadi, kita punya alasan untuk percaya bahwa kawin silang terjadi dengan semua binatang dan tumbuh-tumbuhan.

Sekalipun jika hal ini terjadi hanya setelah selang waktu yang lama, keturunan yang dihasilkannya itu akan memperoleh keuntungan karena memiliki kekuatan dan kesuburan yang melebihi keturunan dari pembuahan-yang dilakukan-sendiri, bahwa mereka akan punya peluang lebih baik untuk bertahan dan mengembangbiakkan jenisnya, dan dalam jangka panjang pengaruh kawin silang, sekalipun selang waktunya jarang, akan sangat baik .

Adapun mengenai makhluk hidup yang sangat rendah tingkatnya, yang tidak berkembang biak lewat hubungan seksual,juga tidak dengan kawin. dan mungkin tidak dapat melakukan kawin silang, persamaan istilah mungkin dapat mereka pertahankan dalam kondisi hidup yang sama, hanya melalui prinsip keturunan dan melalui seleksi alam, yang akan membinasakan setiap individu yang menyimpang dan tipe yang baik . Jika kondisi hidup berubah dan bentuk itu mengalami modifikasi, kesamaan (uniformitas) sifat dapat diwariskan pada keturunan yang telah diubah hanya dengan seleksi alam yang mempertahankan variasi-variasi menguntungkan.

Isolasi juga adalah unsur penting dalam modifikasi spesies melalui seleksi alam. Dalam area yang terkurung atau terkucil (isolated), jika tidak terlalu luas, kondisi-kondisi hidup yang organik maupun yang tidak umurnya akan sama (uniform); sehingga seleksi alam cenderung akan memodifikasi semua individu yang berubah dari spesies yang sama dengan cara yang sama. Kawin silang dengan penghuni daerah-daerah sekelilingnya, dengan demikian juga akan terhindarkan.

Monitz Wagner belum lama ini menerbitkan suatu pasal yang sangat menarik mengenal tema ini , dan menunjukkan bahwa manfaat yang disebabkan isolasi dalam menghalangi perkawinan silang antar varietas-Varietas yang baru jadi itu mungkin lebih besar dari pada apa yang saya duga. Tetapi dengan alasan yang tadi telah saya tegaskan, saya sama sekali tidak dapat menyetujui pendapat pakar alam ini , bahwa ini migrasi dan isolasi adalah unsur-unsur yang mutlak perlu untuk pembentukan spesies baru. Pentingnya isolasi juga sangat besar dalam menghindarkan -— setelah terjadi suatu perubahan fisik dalam kondisi-kondisi seperti iklim, elevasi tanah dan sebagainya — imigrasi organisme-organisme yang lebih dapat menyesuaikan diri .

Jadi, dengan demikian tempat-tempat baru dalam wilayah ekonomi alam akan dibiarkan terbuka untuk dihuni oleh modifikasi penghuni yang lama, Akhirnya isolasi akan memberikan waktu pada varietas baru untuk ditingkatkan perlahan-lahan dan hal ini ka
dang-kadang dapat menjadi sangat berarti. Tetapi, andaikan suatu area itu begitu kecilnya, apakah karena dikelillngi oleh penghalang penghalang, atau karena memiliki kondisi-kondisi fisik yang sangat ganjil jumlah seluruh penghuni itu akan kecil, dan ini akan memperlambat produksi spesies-spesies baru melalui seleksi alam dengan mengurangi kesempatan munculnya varietas –varietas yang menguntungkan

Selang waktu yang sebentar saja tidak berarti apa-apa,. untuk kelangsungan maupun terhentinya seleksi alam. Saya menyatakan ini karena secara keliru telah dinyatakan bahwa unsur waktu saya anggap memainkan peran sangat penting dalam memodifikasi spesies, seakan-akan semua bentuk kehidupan harus mengalami perubahan melalui hukum bawaan. Selang waktu hanya penting sejauh itu, dan pentingnya itu dalam hal bahwa dia rnemberikan kesempatan yang lebih baik bagi munculnya variasi-variasi yang menguntungkan diri kesempatan bagi mereka untuk terpilih, berakumulasi,lalu tetapp Juga selang waktu cenderung untuk meningkatkan tindakan Iangsung kondisi-kondisi fisik kehidupan, dalam hubungan dengan kondisi fisik setiap organisme.

Jika kita kembali pada alam untuk menguji kebenaran pendapat-pendapat ini dan melihat pada setiap area yang terkucil seperti pulau kecil ditengah lautan sekalipun jumlah spesies yang menghuninya sedikit sebagaimana yang akan kita lihat nanti dalam bab Geografical Distribution ( distribusi geografis ) tetapi dari antara spesies ini sebagian yang sangat besar adalah endemic – maksudnya dihasilkan disitu saja dan tidak ada lagi dimanapun didunia ini . sebab itu pulau dilautan sepintas lalu tampak sangat menguntungkan untuk menghasilkan spesies-spesies baru. Tetapi mungkin kita akan terkecoh sendiri, sebab untuk memastikan apakah area kecil yang terkucil itu ataupun sebuah area yang luasnya seperti benua, sangat menguntungkan untuk menghasilkan bentuk-bentuk organik baru, kita harus membuat perbandingan itu dalam waktu yang sama, dan ini tak mungkin kita lakukan.

Sekalipun pengucilan adalah sangat penting dalam rnenghasilkan spesies baru, pada keseluruhannya saya cenderung untuk percaya bahwa luasnya area adalah tetap lebih penting khususnya untuk menghasilkan spesies-spesies yang akan membuktikan bahwa mereka akan sanggup bertahan untuk periode yang lama dan untuk tersebar secara luas. Di suatu area yang luas dan terbuka, di sana tidak saja ada kesempatan yang lebih baik untuk munculnya variasi-variasi yang menguntungkan bagi sejumlah besar individu dan spesies yang sama yang telah hidup disana. Tetapi kondisi-kondisi kehidupannya lebih kompleks karena adanya sejumah besar spesies yang telah ada di situ; dan jika beberapa dari spesies yang banyak itu termodifikasi dan menjadi lebih baik, yang lain harus juga menjadi lebih baik dalam tingkat yang sesuai, atau mereka harus punah.

Juga bagi setiap bentuk baru, begitu menjadi lebih baik, mereka akan dapat bertebaran di area yang terbuka dan uas, dan dengan demikian akan bersaing dengan banyak bentuk lain. Apalagi, area yang luas sekalipun sekarang telah menyatu akibat oscilasi (goyangan) permukaan bumi pada-waktu dahulu, akan string berada dalam kondisi terpecah sehingga pengaruh isolasi yang baik, sampai taraf tertentu, umumnya akan cocok.

Akhirnya saya berkesimpulan, sekalipun area-area yang sempit dan terkucil dalam beberapa hal akan sangat menguntungkan untuk menghasilkan spesies baru , namun berlangsungnya modifikasi umumnya akan lebih cepat di area-area yang luas, dan yang lebih penting lagi, bentuk-bentuk baru yang dihasilkan di area-area yang luas, yang telah berhasil mengalahkan banyak pesaingnya, mereka itulah yang akan lebih cepat tersebar paling luas, dan akan menyebabkan munculnya jumlah varietas dari spesies baru yang paling banyak. Jadi mereka akan memainkan peran yang lebih penting dalam merubah sejarah dunia makhluk hidup,

 

Sejalan dengan pandangan ini , kita barangkali dapat memahami beberapa fakta yang akan disinggung juga dalam bab mengenai Geographical Distribution (Penyebaran Geografis) nanti, umpamanya, kenyataan bahwa produk produk benua Australia yang lebih kecil sekarang kalah dari produk-produk benua Eropa-Asia yang lebih besar. Jadi, ini lagi sebabnya mengapa produk produk kontinental di mana-mana banyak ditemukan di pulau-pulau. Di sebuah pulau kecil, struggle for existence tidak terlalu berat, sehingga tidak menyebabkan terjadinya modifikasi dan kepunahan. Karena itu kita dapat rnemahami apa sebabnya flora dari Madeira, menurut Oswald Heer, sampai batas tertentu menyerupai flora tersier dari Eropa yang telah musnah. Semua wadah air tawar bila disatukan, merupakan area yang sempit dibanding dengan lautan atau daratan. Karena itu, kompetisi antar produksi air tawar tidak akan segawat kompetisi di tempat lain; dengan demikian bentuk-bentuk baik yang akan dihasilkan terlihat lebih-lambat, dan bentuk-bentuk lama pun lebih lambat menghilangnya. Dan di dalam wadah-wadah air tawarlah kini temukan tujuh genera ikan-ikan Ganoid, sisa satu ordo yang pernah sangat banyak jumlahnya; dan di air tawar kita menemukan bentuk-bentuk anomali, yang sekarang diketahui sebagai Oriuthorhyncizus dan Lepidosiren, yang sebagaimana fosil-fosil, berkaitan dengan ordo-ordo yang sampai batas tertentu sekarang telah terputus dalam skala alami . Bentuk-bentuk anomali ini dapat disebut fosil hidup, mereka telah bertahan sampai sekarang, karena hidup dalam area yang terkurung (terbatas), dan karena telah mengalami persaingan yang tak terlalu keras, juga karena kompetisinya tidak terlalu kejam.

Ringkasnya, sejauh masalah yang sangat rumit ini mengizinkan, keadaan-keadaan yang menguntungkan dan tidak dalam rangka rnenghasilkan spesies baru melalui seleksi alam, saya berkesimpulan bahwa untuk hasil-hasil daratan, sebuah area benua yang luas, yang telah menjalani banyak goncangan di permukaan, akan sangat rnenguntungkan dalam menghasilkan banyak bentuk baru yang cocok untuk bertahan selama waktu yang panjang dan untuk tersebar luas. Sebab bila areanya adalah sebuah benua, penghuninya akan memiliki jumlah individu dari berbagai jenis, dan harus menghadapi persaingan yang berat. Jika karena air surut, lalu pulau-pulau yang luas itu menjadi terpisah, maka masih tetap akan ada banyak individu dari spesies yang sama di tiap-tiap pulau; kawin silang yang terbatas pada deretan setiao spesies baru akan dapat di ketahui setelah terjadi perubahan fisik dan segala macam , imigrasi akan dapat dihindarkan, sehingga setiap alam baru, tiap pulau akan telah di huni sepenuhnya oleh penghuni lama yang telah di modifikasi dan harus di beri waktu bagi setiap varietas untuk berubah secara baik dan sempurna.

Jika ada elevasi baru, sehingga pulau-pulau itu berubah kembali menjadi bagian dari benua lain akan muncul lagi persaingan yang berat varietas – varietas yang paling menguntungkan atau varietas yang lebih baik akan sanggup menyebar dan akan terjadi banyak kepunahan bentuk-bentuk yang kurang mengalami peningkatan atau perbaikan, dan jumlah yang relatif proporsional dari berbagai penghuni benua yang bersatu kembali akan berubah lagi. dan akan terbuka lagi medan yang sportif bagi seleksi alam untuk terus lebih meningkatkan mutu penghuninya, dan dengan demikian menghasilkan spesies baru .

Sejujurnya saya mengakui bahwa seleksi alam akan berlangsung dengan sangat lamban. Seleksi alam hanya dapat berlangsung jika ada tempat-tempat di alam bebas. Suatu kawasan akan lebih baik dihuni oleh beberapa modifikasi dari penghuni yang telah ada. Timbulnya tempat-tempat semacam itu sering bergantung pada perubahan fisik yang pada umumnya berlangsung sangat lamban, dan pada penghindaran imigrasi bentuk-bentuk yang Iebih cocok. Ketika beberapa bentuk penghuni lama telah termodifikasi, relasi yang saling menguntungkan dengan yang lain yang telah ada jadi terganggu. Hal ini akan menciptakan tempat-tempat baru yang siap diisi oleh bentuk-bentuk yang telah beradaptasi lebih baik . Tetapi semua ini sekali lagi akan berlangsung sangat lamban. Sekalipun semua individu dari spesies yang sama, agak berbeda dalam beberapa tingkat satu dari yang lain, akan memakan waktu juga sebelum perbedaan-perbedaan dari keadaan yang tepat akan terjadi pada pelbagai bagian organisasi itu . Kawin silang bebas sering akan sangat memperlambat hasilnya. Banyak yang akan beranggapan bahwa beberapa penyebab ini cukup untuk netralisir kekuatan seleksi alam. Tetapi saya yakin sekali bahwa seleksi alam tetap akan berlangsung meski sangat lamban, dan hanya terjadi pada sedikit dari penghuni daerah yang sama. Selanjutnya saya percaya bahwa hasil-hasil yang lambat dan munculnya sebentar-sebentar ini cocok dengan apa yang dikatakan geologi tentang kecepatan dan cara-cara bagaimana penghuni dunia ini mungkin telah berubah.

Sekalipun proses seleksi itu lambat jika manusia yang Iemah dapat melakukan banyak dengan seleksi buatan (artificial), saya tak melihat batas bagi banyaknya perubahan. bagi keindahan dan kesulitan adaptasi antar makhluk hidup satu dengan yang lain dan dengan kondisi fisik kehidupannya. yang mungkin dihasilkan dalam selang waktu yang lama melalui kekuatan seIeksi alam, yaitu survival of the fittest.

 

 

 


Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *