Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Karakteristik Ideal Sumber Daya Manusia Berkualitas

0

Karakteristik Ideal Sumber Daya Manusia Berkualitas

 Tentunya kualitas manusia Indonesia tersebut nerupakan nilai-nilai final yang perlu dijabarkan dalam suatu pola dan tingkatan nilai-nilai sementara maupun nilai instrumental, termasuk tahap-tahap pencapaiannya. Keseluruhan upaya untuk mewujudkan nilai-nilai kualitas manusia Indonesia ini perlu diruangkan Jadi kemampuan untuk memahami alam harus dipandang tidak semata-mata dari segi potensi manusia untuk mengeksploitasi alam saja, tapi juga dari potensinya untuk mendapatkan peningkatan keinsafan trasendental. Dengan kata lain kelengkapan IMTAQ dan IPTEK.

Menurut H. A. R.Tilaar dapat ditemukan ciri-ciri manusia yang berkualitas yaitu:

  1. Manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa;
  2. Berbudi luhur;
  3. Berkepribadian;
  4. Berdisiplin;
  5. Bekerja keras;
  6. Tangguh;
  7. Bertanggung jawab;
  8. Mandiri;
  9. Cerdas dan terampil;
  10. Sehat jasmani dan rohani;
  11. Cinta tanah air;
  12. Semangat kebangsaan yang tinggi;
  13. Mempunyai rasa kesetiakawanan sosial;
  14. Sikap inovatif dan kreatif.[1]

Dalam rumusan yang pendek bahwa manusia yang berkualitas adalah manusia yang beriman dan bertaqwa, kreatif, inovatif, roduktif, mandiri berdisiplin serta memiliki motivasi kerja yang tinggi. Dalam suatu rekayasa pencapaian dalam dimensi waktu (tahapan) dan berbagai ruang lingkup kehidupan dari keluarga sampai dengan nasional

Manusia sebagai khalifah dimuka bumi berkewajiban untuk menjaga kemakmuran dan mencegah kehancurannya. Dalam hal ini, menciptakan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berprestasi untuk mengelola bumi seisinya, bahkan luar angkasa atau planet luar bumi yang kita diami ini. Yaitu sumber daya manusia yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

  1. Mampu menjalankan peran manusia sebagai khalifah Allah dimuka bumi;
  2. Alam yang tunduk dan dikuasai oleh manusia bukan manusia yang tunduk pada alam;
  3. SDM yang mampu berkompetisi dengan yang lain, sesuai dengan tantangan yang berkembangan.[2]

           

Menurut Nurcholish Madjid sebagaimana yang dikutip Yasmadi, yang dinamakan dengan manusia berkualitas memiliki persyaratan sebagai berikut:

(1) Berpikiran mendalam ( Ulul Albab), (2) Memiliki kesadaran tujuan dan makna hidup abadi, (3) Menyadari penciptaan alam raya sebagai manifestasi wujud transendental,  dan (4) Berpandangan positif dan optimis terhadap alam raya, (5) Menyadari bahwa kebahagiaan dapat hilang dan karena pandangan negatif pesimis terhadap alam.[3]

 

Sumber Daya Manusia yang berkualitas sebagaimana yang dikatakan oleh Prof. Dr. Ir. H. Hidayat Syarief mencakup kualitas fisik jasmani dan mental rohani, dengan menyebutkan ciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dicirikan antara lain    dengan kejujuran dan akhlak mulia;
  2. Berbudaya IPTEK sehingga mampu menerapkan, mengembangkan dan menguasai IPTEK yang berakar pada nilai-nilai budaya bangsa Indonesia;
  3. Menghargai waktu dan mempunyai etos kerja dan disiplin yang tinggi  kreatif, produktif, efisiensi dan berwawasan keunggulan;
  4. Mempunyai wawasan kewiraswastaan dan kemampuan manajemen yang handal;
  5. Mempunyai daya juang yang tinggi;
  6. Mempunyai wawasan kebangsaan yang mengutamakan kesatuan dan persatuan bangsa;
  7. Mempunyai tanggung jawab dan solidaritas yang tinggi;
  8. Mempunyai ketangguhan moral yang kuat,sehinggatidak tergusur oleh arus negatif globalisasi;
  9. Mempunyai kesehatan fisik yang prima sehingga dapat berpikir dan  bekerja secara produktif.

.

Dari uraian diatas, karakteristik tersebut adalah karakteristik ideal bagi sumber daya manusia berkualitas dalam landasan legal-yuridis, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Sisdiknas no 20 tahun 2003 bahwa tujuan pendidikan nasional adalah berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.[4]

Namun kriteria yang ditetapkan tersebut menurut Abdur Rahman Wahid terlalu ideal, sesuatu yang ideal sulit bahkan riskan untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, untuk bisa merealisasikan program kualitas diatas, hendaknya diberi batasan sesederhana mungkin agar program itu membumi, dengan mengusulkan 3 ciri kualitas sumber daya manusia, yaitu:

Pertama, bagaimana membuat manusia memiliki etos kerja yang benar, antara lain memiliki kejujuran, berdisiplin, bertanggungjawab atas akhir pekerjaannya.

Kedua, untuk bisa memiliki etos kerja, manusia Indonesia harus memiliki otonomi dalam mengambil keputusan, yaitu membiarkannya menentukan dan mengidentifikasikan kehidupannya sendiri.

Ketiga, dengan memiliki etos kerja dan otonomi ini, manusia Indonesia dimungkinkan memiliki sikap dan perilaku yang kompetitif, dengan jalan:

  1. Taat menjalankan ibadah (ritual) sesuai denagn tuntutan agama masing-masing;
  2. Berakhlak dan bermoral yang mulia dan luhur dengan sikap keteladanan yang terpuji;
  3. Berperilaku kreatif dan profesional;
  4. Memberikan resonansi kebenaran sekitarnya. [5]

 Sedangkan menurut Syahminan Zaini dalam bukunya Prinsip-Prinsip Dasar Konsepsi Pendidikan Islam, menjelaskan syarat-syarat untuk mencapai kehidupan yang makmur, sejahtera kehidupan dunia akhirat, dengan beberapa ciri yang harus dimiliki oleh manusia yang berkualitas:

  1. Mempunyai jasmani sehat dan kuat;
  2. Mempunyai jasmani yang terampil dan professional;
  3. Mempunyai akal yang cerdas dan ilmu pengetahuan yang banyak;
  4. Mempunyai semangat kerja yang tinggi dan bersungguh-sungguh;
  5. Mempunyai disiplin yang tinggi;
  6. Mempunyai hati yang tunduk kepada Allah dan rasulNya;
  7. Mempunyai pendirian yang teguh (istiqomah).[6]

 

 Dari beberapa ciri ideal kualitas sumber daya manusia yang telah disebutkan baik dalam Undang-Undang Sisdiknas, Ahli pendidikan dapat penulis perjelas dari beberapa ciri ideal kualitas sumber daya manusia yang  yang sebagaimana telah disebutkan diatas sebagai berikut:

  1. a.  Memiliki jasmani dan rohani yang kuat

Kualitas sumber daya manusia yang ideal itu adalah harus memiliki jasmani yang sehat dan kuat, sehingga mampu melaksanakan aktivitas hidupnya dengan baik, sebab jika seseorang mempunyai badan dan jiwa yang lemah maka tidak mampu menjalankan aktifitas dengan baik. Oleh karena itu, Islam menganjurkan agar segala sumber daya yang dimiliki oleh jasmani itu harus sehat dan kuat. Sebagaimana pepatah mengatakan: “Al-’Aqlu as-saliim fil jismi as-salim”[7] . Jika badan seseorang  sehat, maka  jiwa pun sehat.

  1. Memiliki ketrampilan yang memadai

        Dengan adanya jasmani yang sehat dan kuat tersebut, kualitas sumber daya manusia yang diharapkan memiliki ketrampilan yang memadai, agar sumber daya jasmani yang memadai tadi bisa bermanfaat bagi kehidupannya. Dalam Islam dianjurkan agar sumber daya jasmaninya itu dipergunakan dengan sebaik-baiknya, dengan ketrampilan yang memadai. Sebagaimana dalam surat Al-Anfal ayat 60:

وأعدّوا لهم مااستطعتم من قوّة ومن رباط الخيل ترهبون به عدوّ الله وعدوّكم واخرين من دونهم لاتعلمونهم الله يعلمهم وما تنفقوا من شيئ في سبيل الله يوفّ إليكم وأنتم لاتظلمون

Artinya: “hendaklah kamu sekalian sediakan untuk melawan mereka, sekedar tenagamu, kekuatan dan kuda yang terpaut, dengan demikian kamu menakuti musuh Allah dengan musuhmu, begitu juga orang lain selain mererka yang tidak kalian ketahui, sedang Allah mengetahui mereka”[8]

 

  1. Memiliki intelektual atau akal yang cerdas

        Intelektualitas yang cerdas yang dimaksud disini adalah akal yang memiliki atau menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek.) yang kreatif sehingga ketrampilan yang dimilikinya itu bisa bermanfaat dengan baik yaitu dengan mengetahui cara (metode) menggunakan ketrampilan itu, Islam pun menganjurkan agar daya intelek yang dimiliki manusia harus menguasai dan memiliki Iptek.

            Dalam ayat Al-Qur’an antara lain dijelaskan dalam surat Ali Imron ayat 190-191, yang menjelaskan tentang manusia diperintahkan untuk menggunakan sumber daya inteleknya dengan kegiatan dzikir dan berfikir tentang segala ciptaan Allah di alam ini, sehingga manusia mampu memperolah kesimpulan bahwa alam semesta ini bermanfaat, tidak ada yang tidak berguna.

  1. Memiliki semangat, kesungguhan kerja dan professional

        Dengan adanya ketrampilan dan IPTEK yang dimilikinya, maka dia diharu kan untuk merealisasikannya dalam kehidupannya. Dalam arti, harus mengerjakan perbuatannya  dengan sebaik-baiknya dan sungguh-sungguh serta dikerjakan secara professional sehingga bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masyarakat, maupun negaranya. Dalam al-Qur’an disebutkan pada surat al-Hajj ayat 78, yang berbunyi:

وجاهدوا في الله حقّ جهاده هو اجتباكم وما جعل عليكم في الدّين من حرج ملّة ابيكم إبراهيم

Artinya:”Berjuanglah kamu pada agama Allah dengan sebenar-benar perjuanagn. Dia telah memilihmu dan tiada mengadakan kesempatan bagimu dalam agama, seperti agama bapakmu Ibrahim”

 

Bekerja dengan sungguh-sungguh itu harus profesional agar bisa berhasil dengan baik, sebab jika tidak maka tidak akan tercapai dengan sukses.[9]

  1. Memiliki akhlak yang mulia dan berdisiplin

        Dalam pelaksanaan perbuatan itu, dia harus bekerja sesuai denagn norma-norma atau nilai-nilai moral  yang tinggi, agar pekerjaan itu bisa berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu kualitas sumber daya manusia dituntut untuk mempunyai akhlak yang mulia dan disiplin. Dalam Islampun menganjurkan agar manusia dalam melaksanakan pekerjaan itu harus dengan cara yang baik. Dalam  arti harus memiliki nilai moral dan akhlak karena segala sesuatu yang ada didunia ini diatur oleh sebuah aturan yang telah disepakati bersama. Jika hal ini tidak diperhatikan akan terjadi pelanggaran nilai-nilai agama yang dapat mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara bahkan dirinya sendiri.[10]

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi disebutkan bahwa:

 

وعن ابي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا، وخياركم خياركم للنّسائهم. (رواه الترميذى)

Artinya:”Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulalah SAW bersabda: orang mukmin yang sempurna imannya adalah yang terbaik budi pekertinya. Dan sebaik-baik kamu adalah yang terhadap istrinya”(H.R. Tirmidzi)[11]

 

 

 

  1. Memiliki pendirian yang teguh (istiqomah dan bertanggung jawab)

        Kualitas sumber daya manusia juga dituntut untuk memiliki pendirian yang teguh terhadap segala ucapan dan perbuatannya, agar tidak mudah terjerumus kedalam hal-hal yang bisa mencelakakan dirinya. Dalam surat Hud ayat 112:

واستقم كما أُمِرت ومن تاب معك ولا تطغوا إنّه بما تعملون بصير

Artinya:”Sebab itu berlakulah luruslah engkau sebagaimana diperintahkan, serta orang yang bertaubat bersama engkau dan janganlah melampaui batas. Sesungguhnya Allah Maha melihat apa-apa yang  kamu kerjakan.”[12]

 

            Kalau pendirian kita sudah teguh, maka diajarkan pula untuk mempertanggungjawabkannya, yaitu kalau ucapan dan perbuatan itu baik, maka dia harus mempertahankan dan meningkatkannya agar tetap baik dan benar, akan tetapi kalau jelek harus diperbaiki.

  1. Memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat terhadap Allah

                     Kualitas sumber daya manusia yang ideal adalah yang beriman dan bertaqwa kepada Allah dengan benar dan sungguh-sungguh melalui hati yang tunduk, patuh dan taat menjalankan agamanya dengan amal ibadah kepada Tuhannya, baik amal ibadah yang bersifat duniawi seperti bekerja keras untuk memenuhi hidupnya, membangun bangsa dan negaranya. Maupun amal yang bersifat ukhrowi seperti sholat, zakat, puasa dan haji. Taqwa juga memelihara diri yaitu memelihara diri dari amarah dan murka Allah  dengan menjalankan perintahNya.[13]

            Dengan demikian semua ciri ideal kualitas sumber daya manusia yang disebutkan diatas, semuanya mencakup keimanan dan ketaqwaan ini, sebab dalam Islam ciri yang terakhir ini merupakan ciri yang paling menentukan kualitas tidaknya sumber daya manusia. Keimanan dan ketaqwaaan inilah yang mengantarkan segala usaha manusia berhasil dengan baik, didunia maupun di akhirat. Sebagaimana firman Allah dalam surat  al-‘Araf ayat 96, yang berbunyi:

ولو أنّ أهل القرى امنوا واتقّوا لفتحنا عليهم بركاتٍ من السّماء والأرض

Artinya:”Kalau sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa, niscaya Kami tumpahakan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.”

 

Ayat diatas menjelaskan kualitas sumber daya manusia yang memiliki keimanan  dan ketaqwaan itu akan mendapatkan keuntungan didunia dan akhirat. Dari sini jelas bahwa keimanan dan ketaqwaan merupakan ciri ideal kualitas sumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan bagi segala aktifitas manusia, baik yang bersifat duniawi maupun yang bersifat ukhrowi.

Demikianlah ciri-ciri ideal kualitas sumber daya manusia yang harus diwujudkan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional kita yaitu menjadikan negara maju dan mandiri, adil dan makmur serta bahagia lahir dan batin. Pendidikan sebagai sektor yang paling menentukan terhadap arah tujuan pembangunan ini, maka pengupayaan pembentukan kualitas sumber daya manusia sangat dibutuhkan.



[1] H. A. R. Tilaar, Pendidikan dalam Pembangunan Nasional Menyongsong Abad XXI,

 (Jakarta: Balai Pustaka, 1990),  hlm. 116.

[2]  A. Qodry Azizy, op.cit., hlm.112.

[3] Yasmin, op.cit., hlm. 242.

[4] Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, (Bandung : Umbara, 1996), hlm. 76.

[5] Fuad Amsyari, op.cit., hlm. 75.

[6] Syahminan Zaini, Prinsip-Prinsip Dasar Konsepsi Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia,1986), hlm. 48.

[7] Ibid, hlm. 37.

[8] H. Mahmud Yunus, op.cit., ,hlm.167.

[9] Syaminan Zaini, Kehidupan Sosial Seorang Muslim, (Jakarta: PT. Kalam Mulia, 1995), hlm. 40

[10] Syahminan Zaini, Penyakit Rohani dan Pengobatannya, (Surabaya: al-Islah, tanpa tahun      ), hlm.116.

[11] Salim Bahreisy, Terjemah Riyadush Shalihin, (Bandung: al_Ma’arif, 1086), hlm. 511.

[12] H. Mahmud Yunus, op.cit.,  hlm. 21.

[13] Harun Nasution, Islam Rasional, Gagasan dan Pemikiran, (Bandung: Mizan, Tanpa Tahun), hlm. 409.

Leave A Reply

Your email address will not be published.