Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Jasa

0

Jasa

2.3.1 Pengertian Jasa

Menurut Cravens, Hill dan Wooddruff (1989) jasa didefinisikan sebagai berikut:

                “Service is identifiable, intangiable, activities that are the main object of a transaction designed to provide wants and satisfaction to customer.”

 

            Sedangkan menurut kotler (1995) jasa adalah:

“Setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, di mana dasarnya tidak memiliki suatu wujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Produksi jasa dapat di kaitkan atau tidak dapat dikaitkan pada suatu produk fisik.”

 

Dari kedua pendapat diatas, dapat pula dikatakan bahwa jasa merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang bersifat abstrak dan tidak dapat di nilai melalui aspek fisik. Jasa merupakan sesuatu yang hanya dapat di rasakan oleh pemakainya pada saat jasa tersebut digunakan, tanpa dapat dimiliki. Aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk memberikan jasa dilakukan dengan tujuan untuk memberikan kepuasan terhadap penggunanya. Kepuasan tersebut dapat di nilai dari sejauh mana jasa tersebut memenuhi keinginan pemakainya. Aspek jasa dapat dikaitkan dengan suatu produk fisik.

2.3.2 Kharakteristik Jasa

            Jasa menurut kotler(1995) jasa memiliki empat kharakteristtik yang utama yang membedakannya dengan barang. Kharakteristik-kharakteristik jasa tersebut adalah :

  1. intangiability, maksudnya jasa tidak dapat dilihat, dicium, didengar, diraba, sebelum  jasa tersebut dikonsumsi. Dengan demikian orang tidak dapat menilai kwalitas jasa sebelum ia merasakan atau mengkonsumsinya sendiri. Bila konsumen membeli suatu jasa, ia hanya menggunakan, memanfaatkan, menyewa jasa tersebut. Mereka akan menyimpulkan kwalitas jasa dari tempat (place), orang (people), peralatan (equipment), bahan konsumsi, simbol dan harga yang mereka amati.
  2. inseparability, interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan merupakan ciri khas khusus dalam pemasaran jasa. Dalam hubungan penyedia jasa dan pelanggan ini efektifitas individu yang menyampaikan jasa merupakan unsur penting. Dengan demikian kunci keberhasilan bisnis jasa ada pada proses rekruitmen, kompensasi, pelatihan, dan pengembangan karyawan.
  3. variability, jasa bersifat variabel karena merupakan non-standarized output artinya banyak variasi bentuk, kwalitas jasa dan jenis tergantung pada siapa, kapan dan di mana jasa tersebut dihasilkan. Para pembeli jasa sangat peduli dengan variabilitas yang tinggi ini dan sering meminta pendapat orang lain sebelum memutuskan untuk memilih.
  4. perishability, jasa merupakan komoditas tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Kursi kereta api yang kosong, kamar hotel yang tidak dihuni atau jam tertentu tanpa pasien di tempat praktek seorang dokter akan berlalu atau hilang begitu saja karena tidak dapat disimpan untuk penggunaan di waktu lain.

2.3.3 Dimensi Jasa

            Gervin (dalam lovelock;1994), Prepard dan Ronald (1995) yang dikutip oleh Novadjaja (1998), mengemukakan bahwa jasa memiliki dimensi :

  1. Kinerja (performance) kharakteristik pokok dari produk ini
  2. Ciri atau keistimewaan tambahan (feature)
  3. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to spesification)
  4. Kehandalan (reability)
  5. Daya tahan (durability)
  6. Serviceablity (kecepatan, kenyamanan, kompetensi)
  7. Estetika (daya tarik)
  8. Kwalitas yang dicitrakan (perceived quality)

Leave A Reply

Your email address will not be published.