Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Isi konsep diri

0

Isi konsep diri

 

Konsep diri merupakan suatu asumsi-asumsi mengenai kualitas diri (personal) yang  meliputi  penampilan  fisik,  motivasi  dan  pencapaian  tujuan.  Konsep  diri merupakan sekumpulan informasi kompleks yang dipegang atau diyakini individu tentang dirinya (Baron & Byrne, 1994).

Snygg dan Combs, 1949, (dalam Lauer dan Handel, 1983)    mengemukakan bahwa konsep diri dapat untuk memprediksi perilaku individu. Walaupun konsep diri mengalami perubahan, tetapi perubahan tersebut relatif gradual dan cenderung untuk stabil. Hal ini terjadi karena  konsep diri terbentuk dari hasil interaksi dan pengaruh stimulus lingkungan.

 

 

 

 

 

Gordon  (1968)  menyebutkan  bahwa  konsep  diri  merupakan  hasil  proses kognitif seperti persepsi, berpikir, merencanakan, evaluasi                                               dan memilih. Hasil ini diperoleh dari refleksi individu secara sadar atas stimulus yang berasal dari lingkungannya, baik keluarga, masyarakat maupun teman sebaya.

Konsep diri oleh Lauer dan Handel (1983) disebutkan memiliki unsur-unsur

 

seperti :

 

a. kemampuan (ability)

 

Individu dengan konsep diri yang tinggi merasa memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas. Siswa yang memiliki konsep diri tinggi mampu mengerajakan soal-soal tes dengan hasil yang lebih baik dari pada siswa yang memiliki konsep diri yang rendah.

b. pencapaian prestasi yang lebih tinggi (more achievement )

 

Individu dengan konsep diri tinggi selalu berusaha mencapai tingkat prestasi yang lebih tinggi dari pada prestasi yang telah diperolehnya. Mereka selalu terdorong untuk mencapai sesuatu yang baru karena rasa ingin tahu dan menjelajahi hal- hal yang baru.

d.   partisipasi sosial

 

Individu  dengan konsep  diri  tinggi    menunjukan  perilaku  dalam  partisipasi sosial, kepedulian terhadap masalah sosial dan kepemimpinan lebih tinggi dari pada individu dengan konsep diri rendah. Individu dengan konsep diri tinggi merasa bahwa lingkungan sosial adalah tempat untuk melakukan interaksi sosial dan tidak merasa bahwa lingkungan sosial merupakan ancaman yang membahayakan dirinya.

 

 

 

 

 

Athens,  1980  (Lauer  dan  Handel,  1983)  mengidentifikasi  individu  dengan konsep diri rendah memiliki perilaku yang distruktif (merusak), agresif dan menarik diri dari pergaulan. Mereka merasa bahwa lingkungan tidak aman dan mengancam dirinya, sehingga ia menarik diri dari pergaulan lingkungan sosial. Selain itu, guna mempertahankan keberadaannya, ia merasa bahwa kekerasan fisik diperlukannya. Akibatnya, individu dengan konsep diri rendah banyak melakukan perilaku yang menyimpang dengan tindakan agresif  dan distruktif.

Coopersmith dan Rosenberg menemukan bahwa individu dengan konsep diri rendah mudah mengalami kecemasan dengan tanda-tanda tangan bergetar, sulit tidur, detak jantung bergerak lebih kuat, sulit berkonsentrasi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.