Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Hakikat dan Urgensi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

0

Hakikat dan Urgensi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

            Pada saat sekarang, kita dapat menyaksikan bagaimana pesatnya arus informasi dan kemajuan teknologi era globalisasi yang telah menghadirkan berbagai corak baru yang dapat menyentuh hampir seluruh dimensi kehidupan manusia. Adanya perkembangan teknologi yang berdampak pada kemudahan informasi dapat juga menyebabkan efek negatif dalam kehidupan manusia. Pada kondisi seperti inilah IPTEK (Ilmu Pengetahuan) berperan sebagai filter terhadap perkembangan yang ada. Menjadi kebutuhan vital, bukan hanya milik negara, akan tetapi setiap orang. Jika hal itu tidak terpenuhi, maka akan sulit bagi suatu negara untuk selalu survive. Oleh karena itu, sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan zaman.

            Sumber daya manusia secara konseptual memandang manusia sebagai satu kesatuan jasmani dan rohani yang tidak terpisahkan. Sehingga untuk meningkatkan kualitas SDM harus mempunyai  arah dan tujuan yang jelas. Secara umum menurut Prijono Triptoherijanto arah dan pengembangan SDM secara umum ditegaskan bahwa dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan memanfaatkan jumlah penduduk yang besar sebagai kekuatan pembangunan bangsa, maka merupakan keharusan dalam usaha-usaha pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan potensi SDM dengan meningkatkan pembangunan diberbagai sektor. Usaha-usaha tersebut antara lain: meningkatkan mutu gizi, meningkatkan pelayanan kesehatan, memperluas fasilitas serta memperbaiki mutu pendidikan dan latihan.[1]

Dalam ayat-ayat Al-Qur’an, terdapat sejumlah pernyataan yang mendudukkan manusia sebagai makhluk  pilihan, makhluk berkualitas, makhluk kreatif dan produktif, dengan beberapa istilah antara lain: sebagai khalifah di bumi, makhluk yang diunggulkan, pewaris kekayaan bumi, penakluk sumber daya alam, pengemban amanat dan lain-lain. Kesanggupan manusia dalam memadukan potensi untuk meningkatkan kualitas hidupnya, menjadi makhluk yang berbudi tinggi. Potensi-potensi itu adalah sumber daya alam  (natural resources) dan sumberdaya manusia (human resources) dan teknologi[2]

            Menurut Prof. Dr. Ir. H. Hidayat Syarief, MS   untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia dalam pendidikan khususnya, membutuhkan beberapa unsur yang dapat menunjang tercapai tujuan, antara lain:

  1. Menanamkan kecintaan terhadap Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menumbuhkan kembangkan  budaya Iptek;
    1. Menciptakan suasana dan proses belajar mengajar yang mampu meningkatkan dan menumbuhkembangkan kreatifitas dan inovasi serta minat dan semangat belajar;
    2. Menumbuhkembangkan jual (fighting spirit) professional dan wawasan keunggulan profesionalisme dan wawasan yang merupakan kunci dalam pembangunan sumber daya yang berkualitas;
    3. Menumbuhkembangkan sikap hidup hemat, cerdas, tertib, teliti, tekun dan disiplin, nilai-nilai tersebut merupakan dasar yang harus tertanam pada setiap diri manusia;
    4. Menumbuhkembangkan moral dan budi pekerti yang luhur sebagai pengejawantahan dari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, melalui proses belajar mengajar, bukan sekedar menyentuh aspek kognitif, afektif dan psikomotoriknya. Sehingga keseluruhan moral dan budi pekerti menjadi bagian dari watak kepribadian manusia.[3]

Sumber daya yang dibutuhkan dalam membangun bangsa Indonesia khususnya pada era global ini sebagaimana yang dikutip oleh Asmaun Sahlan dari Moh. Kasiram, paling tidak ada lima kompetensi yang harus dimiliki yaitu:

  1. Kompetensi akademik, yaitu berkaitan dengan penguasaan dan kemampuan metode keilmuan dalam rangka penguasaan dan pengembangan ilmu dan teknologi;
  2. Kompetensi professional, yaitu berkaitan dengan wawasan, perilaku dan kemampuan penerepan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam realitas kehidupan masyarakat;
  3. Kompetensi dalam menghadapi perubahan, yaitu kemampuan untuk mengantisipasi, mengelola, dan memanfaatkan perubahan untuk mencapai keunggulan di masa depan;
  4. Kompetensi kecendikiaan, yaitu kemampuan untuk memberikan perhatian dan kepedulian yang nyata kepada sesama manusia atau kepedulian sosial;
  5. Kompetensi nilai-nilai dan sikap, yaitu kemampuan untuk selalu menempatkan segala persoalan dalam kerangka nilai-nilai pancasila, budaya bangsa, iman, taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.[4]

 

Pengembangan sumber daya manusia menurut penulis harus mempertimbangkan kelima aspek tersebut diatas, sehingga dapat mempertahankan hidup diera yang serba kompetitif dengan segala kemajuan zaman yang ada. Kualitas SDM sangat dibutuhkan demi terpenuhinya kebutuhan masyarakat.



[1] Prijono Triptoherijanto, Untaian Pengembangan Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Fakultas Ekonomi UI, 1989), hlm. 3.

[2] Tolhah Hasan, Islam dalam Berbagai Perspektif, (Jakarta: PT.Galesa Nusantara, 1987), hlm. 185.

[3] Fuaduddin Dan Cik Hasan Basri (eds), Dinamika Pemikiran Islam di Perguruan Tinggi Wacana tentang Pendidikan Agama Islam, ( Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), hlm. 6-7

[4] Asmaun Sahlan, op.cit., hlm. 9.

Leave A Reply

Your email address will not be published.