Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi

0

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi

Persepsi seseorang terhadap suatu objek dapat berbeda dengan orang lain. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Cara kita mempersepsikan situasi sekarang tidak bisa terlepas dari adanya pengalaman sensoris terdahulu. Kalau pengalaman terdahulu itu sering muncul, maka reaksi kita selalu menjadi kebiasaan 搒ecara ilmiah benar mengingat respon-respon perceptual yang ditunjukkannya.

Mungkin sembilan puluh persen dari pengalaman-pengalaman sensoris kita sehari-hari dipersepsikan dengan kebiasaan yang didasarkan pada pengalaman terdahulu yang diulang-ulang.[1] Oleh karena itu apa yang kita persepsikan pada suatu waktu tertentu akan tergantung bukan saja pada stimulusnya sendiri, tetapi juga pada latar belakang beradanya stimulus itu.

Seperti pengalaman-pengalaman sensoris kita yang terdahulu, perasaan kita pada waktu itu, prasangka-prasangka, keinginan-keinginan, sikap dan tujuan. Kalau di satu pihak proses kognitif saling berkaitan satu sama lain. Kita akan mulai dengan persepsi dianggap sebagai pertemuan antara kognisi dan kenyataan-kenyataan dan juga dianggap sebagai sumber utama dari aktivitas kognitif.[2] Berikut ini dikemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang menurut para ahli mengemukakan bahwa ada tiga faktor penting yang mempengaruhi persepsi yaitu pegetahuan (knowledge), harapan (expectations) dan penilaian (evaluation).

 Terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi persepsi secara umum pada seseorang. Faktor tersebut adalah karakteristik individu, kebutuhan dan faktor situasi.

 Ada tiga faktor yang mempengaruhi persepsi terhadap orang lain yaitu (a) keadaan stimulus dari orang yang dipersepsi, (b) situasi sosial tempat mana stimulus berada, (c) keadaan atau karakteristik dari orang yang mempersepsi (perseptor).

 Persepsi ditentukan faktor struktural dan faktor fungsional. Faktor struktural berasal semata-mata dari stimulus fisik dan efek-efek saraf yang ditimbulkan pada sistem saraf individu, sedangkan faktor fungsional berasal dari kebutuhan, pengalaman masa lalu dan lain-lain yang termasuk faktor personal.

 Persepsi dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor pengalaman, latar belakang pendidikan, budaya dan agama yang dianut. Pengalaman masa lalu juga sangat mempengaruhi seseorang dalam mempersepsikan suatu obyek.

 Ada tiga macam faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang yaitu: (1) keadaan stimulus yang dipersepsi, (2) situasi atau keadaan sosial yang melatar belakangi stimulus, jika situasi sosial yang melatar belakangi stimulus berebeda hal tersebut akan dapat membawa perbedaan hasil persepsi. Keadaan stimulus  dipengaruhi oleh sifat-sifat dan karakteristik yang ditampilkan oleh stimulus yaitu ukuran, intensitas, kontras, pengulangan, gerakan, status, dan kehadiran. Stimulus yang memiliki karakteristik yang sifatnya menonjol akan lebih menarik perhatian, sedangkan perhatian merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi persepsi, (3) keadaan orang yang mempersepsi.

 Keadaan orang yang mempersepsi dipengaruhi oleh harapan dan penilaian terhadap stimulus. Seseorang apabila memiliki harapan dan penilaian yang baik terhadap situasi tertentu, maka akan muncul tindakan selaras dengan situasi yang terjadi, demikian sebaliknya.

Pandangan manusia akan mempersepsi sesuatu sesuai dengan pengalaman dan harapan yang ada pada dirinya, sehingga persepsi seseorang terhadap sesuatu dapat bersifat dinamis dan berubah.

Persepsi dengan cara pengungkapan yang agak berbeda juga dikemukakan oleh para ahli dimana ada tiga faktor yang perlu mendapat perhatian dalam persepsi, yaitu: (a) proses sensoris merupakan proses yang digunakan setiap saat meliputi panca indera dan otot, (b) faktor interpretasi, yaitu meliputi cara seseorang sebagai unit dinamis dan aktif dalam mengorganisir persepsi, pengalaman masa lalu dan arti stimulus yang terlibat di dalamnya, (c) faktor penelitian, yaitu merupakan sub aspek dari interpretasi yang memberikan kebijaksanaan pada persepsi dalam arti yang lebih luas.

Tanggapan individu terbentuk melalui serangkaian penghayatan serta proses belajar yang berhasil dilalui individu dan keseluruhan proses tersebut merupakan dasar bagi timbulnya tingkah laku individu.

Sedangkan menurut Krech dan Crutch Field sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin Rakhmad empat faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu:

  1. Kebutuhan : Merupakan salah satu dorongan kejiwaan yang mendorong manusia untuk melakukan suatu tindakan, misalnya rangsangan, keinginan, tuntutan dan cita-cita
  2. Kesiapan mental : Kesanggupan penyesuaian atau penyesuaian sosial atau keduanya sekaligus untuk menciptakan hubungan-hubungan sosial yang berhasil
  3. Suasana emosional : Kondisi perasaan yang berkesinambungan, dicirikan dengan selalu timbulnya perasaan-perasaan yang senang atau tidak senang latar belakang atau tata nilai yang dianut oleh seseorang.
  4. Latar belakang budaya merupakan disiplin tersendiri dalam psikologi antar budaya.[3]

Karena persepsi lebih bersifat psikologis daripada merupakan proses penginderaan saja maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi:

  1. Perhatian yang selektif

Dalam kehidupan manusia setiap saat akan menerima banyak sekali rangsangan dari lingkungannya. Meskipun demikian ia tidak harus menanggapi semua rangsangan yang diterimanya untuk itu individunya memusatkan perhatiannya pada rangsangan-rangsangan tertentu.  

  1. Ciri-ciri rangsangan

Rangsangan yang bergerak diantara rangsangan yang diam akan lebih menarik perhatian. Demikian juga rangsangan yang paling besar diantara yang paling kecil; yang kontras dengan latar belakangnya dan intensitas rangsangannya yang paling kuat.

  1. Nilai dan kebutuhan individu

Seseorang seniman pasti punya pola dan cita rasa yang berbeda dalam pengamatannya dibanding seorang yang bukan seniman.

  1. Pengalaman dahulu

Pengalaman-pengalaman terdahulu sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mempose dunianya.[4]

Persepsi terbentuk dari informasi-informasi yang berada dari dalam diri kita sendiri, dari lingkungan kita. Ada tiga cara informasi masuk ke otak kita yaitu:

  1. Informasi yang masuk dengan jalan 揹ipaksakan_ stimulus atau rangsangan yang dipaksakan ini ialah stimulus yang tidak kita cari terpaksa kita terima
  2. Adalah kita hadapkan pada berbagai stimulus dan kita memilih stimulasi yang ada dihadapan kita.
  3. Adalah kita mencari stimulasi tertentu orang seringkali menggangap bahwa persepsi menyajikan satu pencerminan yang sempurna mengenai realitas atau kenyataan. Persepsi bukanlah cermin.

 

 

 



[1] Dimyati Mahmud, Psikologi Suatu Pengantar, BPFE, Jakarta, 1990, Hal. 41

[2] Davidoff Linda, Psikologi Suatu Pengantar, Erlangga, Jakarta, 1988, Hal. 248

[3] Jalaludin Rahmad, Op. Cit., Hal. 56

[4] Abdul Rahman Shaleh, Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, Kencana, Jakarta, 2004, Hal. 118-119

Leave A Reply

Your email address will not be published.