Di Dalam Ridha-Nya

Di Dalam Ridha-Nya

mencari ridho-Nya

Manusia sebagai makhluk yang paling baik dan termulia di muka bumi ini menjadi  wakil Allah SWT untuk mengelola dan memelihara serta memanfaatkan isi alam ini untuk kemaslahatan umat manusia. Hal ini harus terjaga sesuai koridor yang berdasarkan petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah, karena kedua hal itulah yang menjadi sumber hukum Islam, yang dapat membahagiakan umat manusia dalam hidup dan kehidupannya.

Dengan kata lain, jika kita tidak berpedoman kepada wahyu Allah SWT dan hadits Nabi SAW maka kita akan sesat selamanya. Jika manusia berada dalam kesesatan maka akan merugi dan celaka. Oleh karena itu ia harus memiliki modal hidup supaya bahagia di dunia begitupun diakhirat kelak.

Modal hidup yang akan dapat mencapai kebahagiaan itu antara lain :

Bersyukur Jangan Kufur

Manusia wajib bersyukur atas nikmat yang diperoleh dari Yang Maha Pemberi, namun jika manusia diberi nikmat, bersyukur atau kufur ? Inilah yang difirmankan Allah SWT:

….Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhan Maha Kaya lagi Maha Mulia” (QS.An Naml: 40).

 

Berdzikir Jangan Lalai

Kalau mau berdzikir, maka bacalah Al Qur’an terlebih dahulu, sebab di dalamnya terdapat pelajaran tentang berdzikir. Apa saja dzikir yang harus dilakukan? Antara lain: Ingat Allah SWT, niscaya Allah akan ingat kamu. Kalau kamu melupakan Allah SWT maka Allah pun akan melupakanmu pula. Ingat Allah SWT dengan berpikir akan ciptaan-Nya. Ingat Allah SWT dengan ucapan seperti: bertasbih, bertahmid, dan bertakbir serta istighfar merupakan dzikir untuk mengingat-Nya. Firman Allah SWT: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya denga nmengingat Allah-lah hati menjadi tenteram ” (QS. Ar Ra’d: 28).

Beribadah Jangan Malas

Tugas seorang hamba harus mengabdikan diri kepada Khaliq (sebagai pencipta). Seseorang tidak memiliki apa-apa, bahkan dirinya sendiri bukan miliknya, tetapi milik Tuhannya. Itulah yang dinamakan hamba. Hakikat ibadah adalah menyadari diri bahwa seluruh jiwa raga adalah milik Allah SWT, oleh karenaitu seluruh aktivitas hidup harus diarahkan hanya untuk mencapai ridha Allah SWT, atau menghindarkan murka-Nya.

Jika manusia menyadari kehambaannya di badapan Allah SWT, seluruh jiwa raga dan hartanya adalah milik Allah SWT, hidup matinya, bahagia dan sengsaranya di tangan Allah SWT, maka manusia wajib beribadah hanya kepada Allah SWT. “Hanya kepada-Mu kami beribadah” (QS.Al Fatihah: 5).

Ibadah ditinjau dari sifatnya terbagi menjadi dua:

  1. Ibadah mahdhah (ibadah semata/ mumi), dengan ketentuan adanya dalil perintah, baik dari Allah SWT atau dari Rasul. Caranya berpola kepada contoh Rasul, jikatidak, maka halnya menjadi bid’ah. Sifatnya supra rasional dan azaznya taat atau kepatuhan.
  2. Ibadah gbaira mahdhah, yang tidak ada dalil yang melarang, tidak harus berpola kepada contoh rasul, tidak ada bid’ah, sifatnya rasional kemudian azaznya manfaat atau berdaya dan berhasil guna (Makalah Ust Umay M Ja’fer  Siddiq).

Shalat Jangan Tinggal

Firman Allah: “Dan diperintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya….” (QS. Thaahaa: 132).

Shalat merupakan tolok ukur kebaikan yang dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Lebih daripada itu “shalat adalah tiang agama“, demikian dalam hadits Nabi S AW. Beruntunglah orang-orang yang mengerjakan shalat, baik yang wajib maupun nawafil (sunat) seperti qiyamul lail atau tahajjud dan shalat-shalat lainnya.

Memang menjalankan hal-hal tersebut tidaklah mudah, sebabnya memang ada saja kendaka dan tantangan yang datang, seperti dari pihak keluarga (istri dan anak). Sebagaimana yang termaktub dalam surat At Taghaabun ayat 14: “…….sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuhmu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka…. ” Maka untuk bersyukur, berdzikir, beribadah dan beramal shaleh memang tidak sedikit rintangan yang menghang termasuk keluarga

Apabila poin-poin di atas bisa kita jalankan sesuai dengan sumber hukum lslam yang berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, maka kita akan bahagia. Karena tujuan utama hidup manusia adalah “dunia bahagia akhirat masuk surga”, atau berada di dalam ridha-Nya.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *