Nahwu

DHAMIR (Kata Ganti)

Dhamir atau “kata ganti” ialah Isim yang berfungsi untuk menggantikan atau mewakili penyebutan sesuatu/seseorang maupun sekelompok benda/orang. Dhamir termasuk dalam golongan Isim Ma’rifah. Contoh: أَحْمَدُ يَرْحَمُ اْلأَوْلاَدَ = Ahmad menyayangi anak-anak هُوَ يَرْحَمُهُمْ = Dia menyayangi mereka Pada contoh di atas, kata أَحْمَدُ diganti dengan هُوَ (=dia), sedangkan الأَوْلاَد (=anak-anak) diganti dengan هُمْ (=mereka). Kata هُوَ dan هُمْ dinamakan Dhamir atau Kata Ganti. Menurut fungsinya, ada dua [...]

Read more...

SIFAT – MAUSHUF (Sifat dan Yang Disifati) MUDHAF – MUDHAF ILAIH (Kata Majemuk) MUBTADA' – KHABAR (Subjek dan Predikat)

صِفَة-مَوْصُوْف / مُضَاف-مُضَاف إِلَيْهِ / مُبْتَدَأ-خَبَر SIFAT – MAUSHUF (Sifat dan Yang Disifati) MUDHAF – MUDHAF ILAIH (Kata Majemuk) MUBTADA’ – KHABAR (Subjek dan Predikat) Berkaitan dengan Nakirah dan Ma’rifah, khususnya penggunaan Alif-Lam di awal kata atau baris Tanwin di akhir kata, ada beberapa pola kalimat (rangkaian kata) yang perlu kita ketahui perbedaannya dengan baik. Yaitu: [...]

Read more...

NAKIRAH (Sebarang) – MA'RIFAH (Tertentu)

Menurut penunjukannya, Isim dapat dibagi dua: 1) ISIM NAKIRAH atau kata benda sebarang atau tak dikenal (tak tentu). 2) ISIM MA’RIFAH atau kata benda dikenal (tertentu). Isim Nakirah merupakan bentuk asal dari setiap Isim, biasanya ditandai dengan huruf akhirnya yang bertanwin ( ً  ٍ  ٌ ). Sedangkan Isim Ma’rifah biasanya ditandai dengan huruf [...]

Read more...

MUDZAKKAR (Laki-laki) – MUANNATS (Perempuan)

Dalam tata bahasa Arab, dikenal adanya penggolongan Isim ke dalam Mudzakkar (laki-laki) atau Muannats (perempuan). Penggolongan ini ada yang memang sesuai dengan jenis kelaminnya (untuk manusia dan hewan) dan adapula yang merupakan penggolongan secara bahasa saja (untuk benda dan lain-lain). Contoh Isim [...]

Read more...

PEMBAGIAN KATA

Semua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu: 1. Satuan bunyi yang disebut “huruf” atau “abjad”. Contoh: م – س – ج – د 2. Susunan huruf yang memiliki arti tertentu yang disebut “kata”. Contoh: مَسْجِدٌ (= masjid) 3. Rangkaian kata yang mengandung pikiran yang lengkap yang disebut “kalimat”. Contoh: أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ [...]

Read more...