Artikel, Tutorial, Tips dan Trik

Capital Asset Pricing Model (CAPM)

0

Capital Asset Pricing Model (CAPM)

E(R) = RF + β ( RM – RF

Konsep mengenai CAPM diperkenalkan oleh Sharpe (1964), Lintner (1965) dan Black (1972). Konsep ini adalah sebuah model dalam menilai sebuah aset investasi yang beresiko. Konsep ini mencoba untuk melihat hubungan antara return atas aset investasi, bukan untuk aset yang terbentuk dalam portofolio saja, melainkan lebih kepada aset secara individual, dengan resiko yang menyertainya. Model ini menyatakan bahwa nilai (return) sebuah aset adalah merupakan satu fungsi dari (1) risk-free rate (tingkat pengembalian instrumen investasi bebas resiko), (2) resiko sistematik instrumen investasi (beta) dan (3) premi terhadap resiko yang diharapkan (Keown, 2001). Pemodelan CAPM dapat dituliskan sebagai berikut:

 

Dengan : E(R)  =  tingkat reurn yang diharapkan

                RF     =  tingkat return dari aset tanpa resiko

                RM    =  tingkat return pasar

                Β       =  resiko aset investasi

Lewat model tersebut terlihat hubungan antara return dengan resiko di mana nilai dari return dipengaruhi oleh satu bentuk resiko yang diwakili oleh koefisien beta dan terlihat pula bahwa beta merupakan satu-satunya resiko yang berpengaruh terhadap return.

            CAPM menyatakan bahwa return akan semakin besar nilainya seiiring dengan semakin besarnya nilai beta investasi. Dalam grafik hubungan ini tergambarkan sebagai berikut:

 

Pada grafik di atas terlihat bahwa nilai minimal dari sebuah aset investasi adalah sejumlah Rf dan nilai beta, yang dikalikan dengan nilai premi terhadap resiko, adalah kelebihan return yang mungkin didapat investor. Semakin besar nilai beta maka akan semakin besar return yang mungkin didapat. Kondisi ini berbeda dengan temuan para ahli ekonomi yang lain. Penelitian lebih lanjut terhadap kebenaran CAPM menyatakan bahwa pengaruh beta adalah flat dan nilai Rf seharusnya lebih besar dari nilai menurut konsep CAPM. Berikut grafik yang menjelaskan hal tersebut:

 

 

Grafik di atas memperlihatkan bahwa ternyata secara individu beta tidak berpengaruh terhadap return (pengaruh beta flat) namun ada variabel lain yang ternyata berpengaruh terhadap return. Kondisi ini tergambarkan lewat garis E(R) yang berada di atas nilai Rf, artinya bahwa ada variabel lain yang dapat menambahkan besarnya nilai return.

Leave A Reply

Your email address will not be published.